Makrifat Fatihatul Kitab (Al -Fatihah)
Surah al Fatihah mengandungi 7 ayat yang dimulakan dengan kalimah
Bismillahirrahmanirrahim.
Surah ini juga dinamakan "sab'ul mathani" Yaitu 7 ayat yang diulang-ulang bacaannya.
...
Jika hendak dikaji, banyak hikmat atau rahasia yang terdapat di dalamnya. Bahkan ada juga ulama yang telah mengkaji tentang beberapa huruf yang ada di dalamnya. Dan ada juga ulama yang menerangkan bahwa di dalam surah tersebut tidak ada tujuh huruf hijaiyah, Yaitu ianya menggambarkan keadaan manusia di dalam neraka.
...
Sebelum diterangkan mengenai maksud tujuh huruf tersebut, perlu juga kita ketahui terlebih dahulu ringkasan huruf di awal surah Al Baqarah seperti Alif-Lam-Mim. Mengikut pendapat Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu bahwa Alif-Lam-Mim itu adalah ringkasan "Anallahu a'lam" Yaitu Aku (Allah) saja yang tahu (berilmu). Dan ada juga yang berpendapat bahwa "Alif" itu adalah kenyataan adanya Dzatullah (laisa kamithlihi syai-un) Yaitu tidak boleh diumpamakan dengan sesuatu dan ianya tidak dapat dikenal melainkan dengan adanya sifat-sifat itu. Sebaliknya, sifat-sifat ini juga tidak akan zahir melainkan Allah Ta’ala menjadikan Wujud segala MakhlukNya khasnya Jasad segala Manusia, dan tidak akan dapat nama-nama yang ada pada Manusia melainkan dengan adanya Roh yang akan menjadi rahasia bagi sifat-sifatNya Yaitu Hayyun, Ilmun,Qudrah, Iradah, Sama', Basar dan Kalam.
...
Maka inilah yang dimaksudkan huruf-huruf yang ada pada kalimah Alif-Lam-Mim yaitu bagi menyatakan segala sifat Ma’nawiyah;
Hayyan, 'Aliman, Qadiran, Muridan, Sami'an, Basiran dan Mutakalliman, dengan kalimah takbir ALLAHU AKBAR.
...
Adapun Allah Ta'ala menjadikan Jasad Manusia beserta 'hududNya' yaitu untuk menyatakan WujudNya, SifatNya dan Af'alNya.
Bagi istilah ahli sufi dinamakan A'yan Thabitah yaitu kenyataan yang sabit.
...
Ada ulama yang mentakrifkan bahwa Wahdatul Wujud pada DzatNya ialah tiada Wujud yang lain melainkan sekaliannya adalah kenyataan bagi Wujud Dzatullah yang Maha Esa. Wahdatus Sifat pula ialah segala sifat yang nyata pada sekalian makhlukNya itu adalah bagi menyatakan sifat yang Maha Esa. Dan begitu juga dengan Wahdatul Af'al yaitu segala perbuatan atau kuasa yang bersandar pada makhlukNya itu adalah kenyataan bagi Dzatullah yang empunya perbuatan dan kuasa.
...
maka dari itu hendaklah kita kenal antara huruf-huruf hijaiyah yang tiada di dalam Al Fatihah, yaitu mensabitkan keyakinan kita dengan lebih sempurna lagi. Dan huruf-hurufnya adalah seperti berikut; Tha, Jim, Kha, Zai, Shim, Dza dan Fa.
...
1.) Tha - yang mengandungi tiga titik dengan maksud sabit bahwa tiada Wujud sifat dan Af'al yang lain melainkan Wujud Allah,
sifat Allah dan Af'al Allah.
Barangsiapa yang menafikannya dan mengaku bahwa mereka yang Wujud serta mengaku dirinya yang hidup, tahu, berkuasa, berkehendak, mendengar, melihat dan berkata-kata, dengan berkuasa mempunyai ikhtiar dan usaha, maka masuklah mereka ke pintu neraka yang pertama Yaitu neraka Thawiah.
...
2.) Jim - dengan maksud Allah Ta'ala menjadikan Makhluk terutama Jasad Manusia beserta dengan hidupnya, adalah semata-mata bagi menyatakan sifat Jalal dan Jamal Dzatullah yang Maha Esa. Setitik pada Jim itu ibarat tandanya hidup yang ada pada diriNya, adalah nyata bagi kezahiran sifat kebesaran dan kesempurnaanNya.
Bagi sesiapa yang tidak mengenal Allah yang tertakluk pada dirinya, maka terhimpunlah di dalam neraka Jahannam.
...
3.) Kha - yang diartikan khaliq atau Maha Pencipta. Allah Ta'ala menzahirkan sifat-sifat hidupNya, tahuNya, kuasaNya dan kehendakNya yang Tajalli kepada semua MakhlukNya itu adalah semata-mata Dzatullah hendak menyatakan kekuasaanNya. Dia Maha Pencipta, dan kemudian tiba-tiba kita berkuasa pula dengan mempunyai ikhtiar dan usaha, dan mengaku kita yang hidup, tahu, berkuasa, berkehendak, mendengar, melihat dan berkata-kata, maka masuklah mereka menerusi pintu neraka Khalidin.
...
4.) Zai - yang diartikan zakat atau suci yaitu sifat-sifat hidup, tahu, berkuasa, berkehendak itu adalah sifat yang suci bagi Dzatullah, yang tidak boleh dinodai dengan kekotoran. Kemudian daripada sifat-sifat tersebut Allah menyatakan zakat, dan sifat rahmanNya pada diri manusia. Lantaran kita tidak dapat mengenaliNya dan mengaku segala amalan kita yang punya sehingga beramal karena pahala, bukan karena Allah, maka masuklah mereka ke dalam neraka Zabaniyah.
...
5.) Shim - yang diartikan Syahadah atau Alam kenyataan. Dengan maksud tiga titik itu ialah tanda ibarat Dzatullah hendak menyatakan WujudNya, SifatNya dan Af'alNya yang ada pada langit, bumi dan di antara langit dan bumi, maka sekaliannya itu menjadi Syahadah wajah Dzat Wajibal Wujud.
Kemudian, barang siapa yang menafikannya atau tidak mengenal Alam Syahadah dan tidak dapat bermusyahadah di dalamnya, masuklah mereka ke dalam neraka Syaqawah.
...
6.) Dza - yang diartikan zahir, dengan maksud WujudNya, SifatNya, AsmaNya dan Af'alNya itu zahir, dapat dilihat menerusi 'Ainul Basirah' atau 'Haqqul Basirah' atau dengan hidup, tahu, berkuasa dan berkehendak yang ada pada diriNya. Kemudian, dengan sifat-sifat kemuliaan ini juga, maka zahirlah segala kekuasaanNya dan sifat keagunganNya di dalam Alam sejagat ini.
Barang siapa yang menafikan atau tidak mau mengenalNya, maka masuklah mereka ke dalam neraka Dzulmah, yaitu senantiasa di dalam hal kegelapan.
...
7.) Fa - yang diartikan dengan fana atau binasa, dengan maksud hendaklah diri kita senantiasa di dalam hal keadaan fana atau yang dikatakan 'fana bisifatillah' yaitu binasakan hidup kita di dalam hidup Allah, dengan ilmu, kehendak, kuasa, mendengar, melihat dan berkata-kata yang ada pada diri kita ini, binasakanlah ia di dalam 'Ilmullah, Qudratullah, Iradatullah, Sam'ullah, Basrullah dan Kalamullah.
Maka barang siapa yang tidak mengenal dan tidak dapat memfanakan dirinya sebagaimana yang telah diterangkan tadi, masuklah mereka ke dalam neraka Firqah, yaitu bercerai dirinya dengan Allah.
...
Sebagian ulama berpendapat bahwa mengenal Allah adalah mengenal diri. Dan oleh itu, diri kitalah yang utama yang menjadi dalil akan Wujud Allah. Sebagai pengetahuan kita bersama, bahwa diri kita (jasad) dijadikan oleh Allah, Asalnya dari Alam yang tiada, kemudian diadakan dan ditiupkan pula rohullah ke dalamnya beserta dengan sifat hidupNya, Ilmu, Iradah, Qudrah, termasuk juga Sama', Basar dan KalamNya.
...
Hikmahnya adalah semata-mata Allah hendak menyatakan kekayaanNya, kemurahanNya dan kekuasaanNya.
Sebagai dalil jika direnung pada huruf di dalam perkataan Makkah;
...
Mim - bermaksud makhluk atau jasad manusia
...
Kaf - bermaksud karamah Yaitu tujuh sifat Ma'ani adalah sifat kemuliaan bagi Allah. Dan sifat inilah tempat kezahiran Allah menurunkan segala karuniaNya, kemurahanNya dan kebesaranNya. Dan huruf kaf itu bertasydid adalah bagi mentasdiqkan segala kekuasaan yang nyata pada segala wujud makhlukNya itu adalah kekuasaan zatullah yang wajibal wujud.
...
Ta - (marbutah) berarti Tajalli WujudNya dan sifatNya dengan menetapkan bahwa yang sebenarnya jasad kita mati. Dan segala perbuatan makhluk itu adalah bagi menyatakan Af'alullah yang Maha Berkuasa.
...
Dan begitu juga dengan huruf-huruf yang terdapat pada perkataan Madinah;
...
Mim - berarti jasad kita adalah makhluk Allah
...
Dal - yaitu sebagai dalil adanya Dzatullah
...
Ya - maksudnya hendaklah kita yakin dengan sepenuhnya bahwa wujud diri kita dan sifat kita ini adalah sebagai Nur atau Cahaya WujudNya dan sifatNya.
...
Nun - yang berarti Nur hayatillah, Nur 'ilmillah, Nur qudratillah dan Nur iradatillah yang menyinari seluruh anggota kita dan meliputi sekalian Alam.
...
Ta - (marbutah) berarti tajalli wujudNya dan sifatNya dengan menetapkan bahwa yang sebenarnya jasad kita mati. Dan segala perbuatan makhluk itu adalah bagi menyatakan Af'alullah yang Maha Berkuasa.
...
Di dalam masalah mengenal diri, terdapat beberapa kaedah yang boleh dijadikan panduan, tetapi yang paling utama ialah mengenal melalui segala sifat 20 yang wajib, mustahil dan harus bagi Allah. Di samping itu juga, Allah menempatkan kedudukan atau maqam rasulNya yang akan membawa amanah daripada Allah untuk disampaikan atau dikembalikan kepadaNya.
...
Sewaktu kita dilahirkan, diri kita di dalam hal keadaan yang belum mengenal roh dan sifat-sifat yang ada pada roh. Di sini ia dinamakan fitrah yakni suci atau Islam karena dirinya waktu itu belum ditakluk oleh syarak. Kelahirannya itu adalah membawa amanah Allah antaranya seperti azan dan iqamah. Dan jasad bayi yang dilahirkan itu pula, ianya diiktibarkan sebagai bumi atau tanah suci Makkah karena di dalamnya ada sebuah rumah yaitu ‘baitullah’ atau tempat Allah Ta’ala menurunkan segala rahmatNya.
Bismillahirrahmanirrahim.
Surah ini juga dinamakan "sab'ul mathani" Yaitu 7 ayat yang diulang-ulang bacaannya.
...
Jika hendak dikaji, banyak hikmat atau rahasia yang terdapat di dalamnya. Bahkan ada juga ulama yang telah mengkaji tentang beberapa huruf yang ada di dalamnya. Dan ada juga ulama yang menerangkan bahwa di dalam surah tersebut tidak ada tujuh huruf hijaiyah, Yaitu ianya menggambarkan keadaan manusia di dalam neraka.
...
Sebelum diterangkan mengenai maksud tujuh huruf tersebut, perlu juga kita ketahui terlebih dahulu ringkasan huruf di awal surah Al Baqarah seperti Alif-Lam-Mim. Mengikut pendapat Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu bahwa Alif-Lam-Mim itu adalah ringkasan "Anallahu a'lam" Yaitu Aku (Allah) saja yang tahu (berilmu). Dan ada juga yang berpendapat bahwa "Alif" itu adalah kenyataan adanya Dzatullah (laisa kamithlihi syai-un) Yaitu tidak boleh diumpamakan dengan sesuatu dan ianya tidak dapat dikenal melainkan dengan adanya sifat-sifat itu. Sebaliknya, sifat-sifat ini juga tidak akan zahir melainkan Allah Ta’ala menjadikan Wujud segala MakhlukNya khasnya Jasad segala Manusia, dan tidak akan dapat nama-nama yang ada pada Manusia melainkan dengan adanya Roh yang akan menjadi rahasia bagi sifat-sifatNya Yaitu Hayyun, Ilmun,Qudrah, Iradah, Sama', Basar dan Kalam.
...
Maka inilah yang dimaksudkan huruf-huruf yang ada pada kalimah Alif-Lam-Mim yaitu bagi menyatakan segala sifat Ma’nawiyah;
Hayyan, 'Aliman, Qadiran, Muridan, Sami'an, Basiran dan Mutakalliman, dengan kalimah takbir ALLAHU AKBAR.
...
Adapun Allah Ta'ala menjadikan Jasad Manusia beserta 'hududNya' yaitu untuk menyatakan WujudNya, SifatNya dan Af'alNya.
Bagi istilah ahli sufi dinamakan A'yan Thabitah yaitu kenyataan yang sabit.
...
Ada ulama yang mentakrifkan bahwa Wahdatul Wujud pada DzatNya ialah tiada Wujud yang lain melainkan sekaliannya adalah kenyataan bagi Wujud Dzatullah yang Maha Esa. Wahdatus Sifat pula ialah segala sifat yang nyata pada sekalian makhlukNya itu adalah bagi menyatakan sifat yang Maha Esa. Dan begitu juga dengan Wahdatul Af'al yaitu segala perbuatan atau kuasa yang bersandar pada makhlukNya itu adalah kenyataan bagi Dzatullah yang empunya perbuatan dan kuasa.
...
maka dari itu hendaklah kita kenal antara huruf-huruf hijaiyah yang tiada di dalam Al Fatihah, yaitu mensabitkan keyakinan kita dengan lebih sempurna lagi. Dan huruf-hurufnya adalah seperti berikut; Tha, Jim, Kha, Zai, Shim, Dza dan Fa.
...
1.) Tha - yang mengandungi tiga titik dengan maksud sabit bahwa tiada Wujud sifat dan Af'al yang lain melainkan Wujud Allah,
sifat Allah dan Af'al Allah.
Barangsiapa yang menafikannya dan mengaku bahwa mereka yang Wujud serta mengaku dirinya yang hidup, tahu, berkuasa, berkehendak, mendengar, melihat dan berkata-kata, dengan berkuasa mempunyai ikhtiar dan usaha, maka masuklah mereka ke pintu neraka yang pertama Yaitu neraka Thawiah.
...
2.) Jim - dengan maksud Allah Ta'ala menjadikan Makhluk terutama Jasad Manusia beserta dengan hidupnya, adalah semata-mata bagi menyatakan sifat Jalal dan Jamal Dzatullah yang Maha Esa. Setitik pada Jim itu ibarat tandanya hidup yang ada pada diriNya, adalah nyata bagi kezahiran sifat kebesaran dan kesempurnaanNya.
Bagi sesiapa yang tidak mengenal Allah yang tertakluk pada dirinya, maka terhimpunlah di dalam neraka Jahannam.
...
3.) Kha - yang diartikan khaliq atau Maha Pencipta. Allah Ta'ala menzahirkan sifat-sifat hidupNya, tahuNya, kuasaNya dan kehendakNya yang Tajalli kepada semua MakhlukNya itu adalah semata-mata Dzatullah hendak menyatakan kekuasaanNya. Dia Maha Pencipta, dan kemudian tiba-tiba kita berkuasa pula dengan mempunyai ikhtiar dan usaha, dan mengaku kita yang hidup, tahu, berkuasa, berkehendak, mendengar, melihat dan berkata-kata, maka masuklah mereka menerusi pintu neraka Khalidin.
...
4.) Zai - yang diartikan zakat atau suci yaitu sifat-sifat hidup, tahu, berkuasa, berkehendak itu adalah sifat yang suci bagi Dzatullah, yang tidak boleh dinodai dengan kekotoran. Kemudian daripada sifat-sifat tersebut Allah menyatakan zakat, dan sifat rahmanNya pada diri manusia. Lantaran kita tidak dapat mengenaliNya dan mengaku segala amalan kita yang punya sehingga beramal karena pahala, bukan karena Allah, maka masuklah mereka ke dalam neraka Zabaniyah.
...
5.) Shim - yang diartikan Syahadah atau Alam kenyataan. Dengan maksud tiga titik itu ialah tanda ibarat Dzatullah hendak menyatakan WujudNya, SifatNya dan Af'alNya yang ada pada langit, bumi dan di antara langit dan bumi, maka sekaliannya itu menjadi Syahadah wajah Dzat Wajibal Wujud.
Kemudian, barang siapa yang menafikannya atau tidak mengenal Alam Syahadah dan tidak dapat bermusyahadah di dalamnya, masuklah mereka ke dalam neraka Syaqawah.
...
6.) Dza - yang diartikan zahir, dengan maksud WujudNya, SifatNya, AsmaNya dan Af'alNya itu zahir, dapat dilihat menerusi 'Ainul Basirah' atau 'Haqqul Basirah' atau dengan hidup, tahu, berkuasa dan berkehendak yang ada pada diriNya. Kemudian, dengan sifat-sifat kemuliaan ini juga, maka zahirlah segala kekuasaanNya dan sifat keagunganNya di dalam Alam sejagat ini.
Barang siapa yang menafikan atau tidak mau mengenalNya, maka masuklah mereka ke dalam neraka Dzulmah, yaitu senantiasa di dalam hal kegelapan.
...
7.) Fa - yang diartikan dengan fana atau binasa, dengan maksud hendaklah diri kita senantiasa di dalam hal keadaan fana atau yang dikatakan 'fana bisifatillah' yaitu binasakan hidup kita di dalam hidup Allah, dengan ilmu, kehendak, kuasa, mendengar, melihat dan berkata-kata yang ada pada diri kita ini, binasakanlah ia di dalam 'Ilmullah, Qudratullah, Iradatullah, Sam'ullah, Basrullah dan Kalamullah.
Maka barang siapa yang tidak mengenal dan tidak dapat memfanakan dirinya sebagaimana yang telah diterangkan tadi, masuklah mereka ke dalam neraka Firqah, yaitu bercerai dirinya dengan Allah.
...
Sebagian ulama berpendapat bahwa mengenal Allah adalah mengenal diri. Dan oleh itu, diri kitalah yang utama yang menjadi dalil akan Wujud Allah. Sebagai pengetahuan kita bersama, bahwa diri kita (jasad) dijadikan oleh Allah, Asalnya dari Alam yang tiada, kemudian diadakan dan ditiupkan pula rohullah ke dalamnya beserta dengan sifat hidupNya, Ilmu, Iradah, Qudrah, termasuk juga Sama', Basar dan KalamNya.
...
Hikmahnya adalah semata-mata Allah hendak menyatakan kekayaanNya, kemurahanNya dan kekuasaanNya.
Sebagai dalil jika direnung pada huruf di dalam perkataan Makkah;
...
Mim - bermaksud makhluk atau jasad manusia
...
Kaf - bermaksud karamah Yaitu tujuh sifat Ma'ani adalah sifat kemuliaan bagi Allah. Dan sifat inilah tempat kezahiran Allah menurunkan segala karuniaNya, kemurahanNya dan kebesaranNya. Dan huruf kaf itu bertasydid adalah bagi mentasdiqkan segala kekuasaan yang nyata pada segala wujud makhlukNya itu adalah kekuasaan zatullah yang wajibal wujud.
...
Ta - (marbutah) berarti Tajalli WujudNya dan sifatNya dengan menetapkan bahwa yang sebenarnya jasad kita mati. Dan segala perbuatan makhluk itu adalah bagi menyatakan Af'alullah yang Maha Berkuasa.
...
Dan begitu juga dengan huruf-huruf yang terdapat pada perkataan Madinah;
...
Mim - berarti jasad kita adalah makhluk Allah
...
Dal - yaitu sebagai dalil adanya Dzatullah
...
Ya - maksudnya hendaklah kita yakin dengan sepenuhnya bahwa wujud diri kita dan sifat kita ini adalah sebagai Nur atau Cahaya WujudNya dan sifatNya.
...
Nun - yang berarti Nur hayatillah, Nur 'ilmillah, Nur qudratillah dan Nur iradatillah yang menyinari seluruh anggota kita dan meliputi sekalian Alam.
...
Ta - (marbutah) berarti tajalli wujudNya dan sifatNya dengan menetapkan bahwa yang sebenarnya jasad kita mati. Dan segala perbuatan makhluk itu adalah bagi menyatakan Af'alullah yang Maha Berkuasa.
...
Di dalam masalah mengenal diri, terdapat beberapa kaedah yang boleh dijadikan panduan, tetapi yang paling utama ialah mengenal melalui segala sifat 20 yang wajib, mustahil dan harus bagi Allah. Di samping itu juga, Allah menempatkan kedudukan atau maqam rasulNya yang akan membawa amanah daripada Allah untuk disampaikan atau dikembalikan kepadaNya.
...
Sewaktu kita dilahirkan, diri kita di dalam hal keadaan yang belum mengenal roh dan sifat-sifat yang ada pada roh. Di sini ia dinamakan fitrah yakni suci atau Islam karena dirinya waktu itu belum ditakluk oleh syarak. Kelahirannya itu adalah membawa amanah Allah antaranya seperti azan dan iqamah. Dan jasad bayi yang dilahirkan itu pula, ianya diiktibarkan sebagai bumi atau tanah suci Makkah karena di dalamnya ada sebuah rumah yaitu ‘baitullah’ atau tempat Allah Ta’ala menurunkan segala rahmatNya.