KENALILAH DIRIMU

Yahya ibn Mu'adz Ar-Razi (w. 257 H) mengatakan : "Mungkin di antara kalian akan menemui orang yang berkata, Aku sudah 20 tahun mencari Tuhanku, Maka katakan, hal itu adalah bohong! Sebab, selamanya, Tuhan tidak mungkin dia temukan dalam jiwanya yang sempit"
.
Carilah dulu dirimu hingga kau benar-benar menemukannya, Jika kau telah menemukan dirimu, kau akan menemukan-Nya, .
.
maka dari itu pahamilah jalan ini :
Alquran mengandung 6666 ayat, terhimpun dalam AL-FATEHA dan AL-Fateha pula terhimpun dalam
BISMILLAHIRRAHMAN NIRRAHIM dan
bismillahirrahmannirrahim terhimpun dalam Alif, sedangkan ALIF terhimpun dalam BA' dan pada Ba' terhimpun pada titiknya
.
Pada titik inilah Awal mula semua kejadian bentuk huruf, mari kita memahami Rahasia huruf ini dengan pengertian kita secara awam, Huruf adalah sebuah rumus yang pada mulanya tidak memiliki arti apa-apa, kemudian tersusun menjadi sebuah KATA dan kata menjadi sebuah KALIMAT dari kalimat terkandung sebuah PENGERTIAN, dan pengertian itu bukanlah sebuah kalimat, belum ada kesepakatan manusia mengenai rumusan huruf, huruf adalah sebuah artikulasi yang timbul dari dorongan udara yang terhalang oleh pita suara pada tenggorokan, sehingga menghasilkan bunyi … ADUH ,,,, bukan sebuah kalimat tetapi mengandung sebuah pengertian menunjukkan rasa sakit atau terkejut
.
Seandainya rumus-rumus itu tidak ada maka huruf, kata, kalimat pun tidak ada, akan tetapi walaupun rumus-rumus huruf tidak ada, namun hakikat pengertian dalam diri manusia tetap ada
.
Anda akan menemukan bahasa yang sama pada diri manusia seluruh dunia yaitu bahasa jiwa, yang tidak berhuruf, tidak bersuara, tidak bergambar
.
Maka benarlah jika demikian bahwa Alqur’an itu awalnya adalah bahasa wahyu (bahasa Allah) laa shautun wala harfun tidak berupa suara dan bukan berupa huruf yang di-translate kedalam bahasa manusia yaitu bahasa Arab
.
Rasulullah hanya mengerti dengan jelas apa yang telah turun kedalam jiwanya, Bahasa Allah itu berupa ilham atau wahyu, menurut kamus bahasa Arab dalam Munzid, ilham itu berarti memasukkan pengertian kedalam jiwa orang itu dengan cepat
.
Dikehendaki dengan cepat, ialah dituangkan sesuatu pengetahuan-pengetahuan ke dalam jiwa dalam sekaligus dengan tidak lebih dahulu timbul fikiran dan muqadimat-muqadimatnya, seperti binatang lebah, ketika menerima wahyu dari Allah, binatang itu tidak mengenal huruf, akan tetapi mereka mampu menangkap ajaran Allah ketika Allah menginstruksi-kan membuat rumah-rumahnya yang indah dan tersusun rapi dan cerdas
.
Pada Ummul Qur'an menyimpulkan inti ajaran Al-Qur'an :
Tentang masalah ketuhanan yaitu sifat Af'al dan Dzat Allah… Dialah Allah yang memiliki sifat Maha Pengasih dan Maha Penyayang Tidak ada yang berhak menyandang pujian kecuali Dia, Dia lah tempat segalanya bergantung Karena Dia adalah penguasa alam semesta Kepada-Nya manusia memohon pertolongan dan petunjuk
.
Demikianlah kesimpulan maksud Ummul Qur'an, yaitu berserah dan menerima Allah serta bersandar kepada yang Maha menguasai alam dan diri manusia, Berarti dari rangkaian ayat-ayat dalam Al fatihah adalah tertumpu pada huruf Ba' (dalam tata bahasa Arab sebagai ba'sababiyah), artinya semua yang ada berasal dari huruf Ba' dengan sebab ismi (nama)
.
Kalau di pisah bi- ismi- Allah (bismillah) semua yang ada karena sebab adanya Asma, pada Asma terdapat yang memiliki Asma yaitu Dzat, ini terangkum dalam arti titik, karena titik baru bersifat Kun (jadilah) maka terjadilah segala sesuatu
.
Karena kun-Nya yang dilambangkan dengan titik, merupakan asal dari segala coretan huruf berasal dari titik-titik yang beraturan menjadi garis, garis menjadi bentuk atau wujud, Sedangkan dzat tidak berupa titik karena titik masih merupakan sifat dari pada DZAT, artinya Kun Allah bukanlah DZAT, karena Kun (kalam atau wahyu) adalah sifat dari pada Dzat, bukan Dzat itu sendiri, sehingga arti titik adalah akhir dari segala ciptaan, pada titik ini terkandung ide-ide yang akan tergores suatu bentuk dan pada wilayah inilah yang dimaksud para kaum sufi sebagai Nur Muhammad (cahaya terpuji), karena segala sesuatu akan memuja dan mengikuti kehendak Dzat, dan Dzat berkata melalui Kun-Nya, maka jadilah semuanya
.
Hal ini juga terurai dalam filsafat yang menunjukkan arti hidup, diurai dalam makna yang berbeda, akan tetapi mempunyai kandungan pengertian yang hampir mirip dengan uraian diatas
.
Syekh An Nafiri menguraikan masalah huruf ini dalam kitab Raaitullah (Aku telah Melihat Allah), Beliau dalam pembahasan masalah hakikat juga menggunakan 'huruf' sebagai lambang segala sesuatu tercipta untuk mengungkapkan bahwa dzat itu bukanlah sebuah apa yang bisa digambarkan, sebab segala sesuatu yang masih bisa digambarkan disebut dengan huruf
.
Huruf dirangkai menjadi perkataan, dari perkataan menjadi pendapatan, pendapatan bersama dengan perkataan akan menjadikan bilangan, Pendapatan disatukan dengan bilangan perkataan, dan bilangan perkataaan disatukan dengan bilangan pendapatan menimbulkan kekuatan magis, dan atas dasar hukum peringatan hal yang demikian adalah masuk dalam kekufuran, Hukum bilangan kata adalah hukum bantah-membantah (sengketa) yang satu berlawanan dengan yang lain, hal mana membawa kepada kepiluan dan kecemasan, hal yang demikian adalah kemustahilan belaka dan menjadikan ketegangan dan keguncangan
.
Asma (nama-nama) dan sifat-sifat dan Af'al (perbuatan-perbuatan) adalah hijab belaka atas Dzat ilahiat, Karena sesungguhnya Dzat ilahiat itu tidak dapat menerima pembatas, Dzat ilahiyat itu berada pada tingkat ketinggian, sedangkan pelepasan (penanggalan tajrid) dan Asma dan Ilahiyat adalah urut-urutan yang menurun, Asma dengan Dzat Asmanya berdiri tanpa perbuatan
.
Kesimpulan dari semua keterangan diatas adalah:
Para sufi ingin memudahkan dalam pencaharian Tuhannya melalui firman dan ciptaannya… Secara berurutan terurai sebagai berikut …Alam adalah firman Allah yang tak tertulis (ayat-ayat kauniyah), dan Al-Qur'an adalah ayat-ayat kauliyah
.
Semua Alam Semesta tergelar atas Asma Allah (bismillah) Asma terkandung kehendak …
Kehendak terkandung dalam sifat…
Sifat terkandung dalam Af'al...
Af'al terkandung pada Dzat
.
Semua itu adalah hijab, karena Asma, Sifat, Af'al bukanlah Dzat itu sendiri, itulah yang dimaksud para sufi bahwa segala yang tergambarkan adalah HURUF, dan merupakan hijab, dan Dzat berada dibalik TITIK … dzat tidak bisa digambarkan oleh sesuatu, untuk mengetahui Dzat Allah harus menyingkirkan huruf dan titik, karena itu adalah hijab, Demikianlah adanya

Postingan populer dari blog ini

KUNCI RAHASIA KUN FAYAKUN

NAFAS LAM JALALAH

MAKNA RAHASIA ALIF