Postingan

MARTABAT ALAM INSAN

"Berawal Alam Insan ini terkandung dalam AHAD Yaitu SATU, dalam keadaan itu Terkumpul-lah seluruh proses Perwujudan Diri Rahasia Allah SWT. di dalam Tubuh atau badan Insan yang telah bernafas dan dilahirkan-lah ke Alam Dunia ini. . Dari sini dapat di-simpulkan bahwa Alam Insan ini merupakan suatu Alam yang mengumpulkan Proses-proses Pernyataan (Alam-Alam) Karena hal ini merupakan per-kumpulan seluruh Alam-Alam lain, maka mulai Alam ini juga tugas Manusia untuk Mengembalikan(balik) Kembali Diri Rahasia Allah kepada Tuan Empunya Diri, dan proses penyerahan kembali Diri Rahasia itu, hendaklah dimulai dan disiapkan dari Alam Dunia ini. . Sesungguhnya tujuan utama kita mengkaji Martabat Alam Insan ini adalah untuk memahami dengan suatu pegangan yang mutlak bahwasanya diri kita ini sebenar-benarnya bukan diri kita. Kita harus-lah mengetahui pada hakekatnya dari mana Asal Usul diri kita ini sebenarnya sehingga hadir di Alam Dunia ini, disamping itu kita juga harus mengetahui kemana d...

SEMUANYA ADA PADA DIRIMU

Dengan daya yang ada berusaha menerobos garis sempadan langit dan bumi, Keluar dari batas zaman ruang dan waktu, Mencari yang mutlak, Khalimah sudah tidak berdaya, Huruf lesu untuk menghurai arti, Kalimah dan huruf adalah hijab Kekusutan yang mesti dilerai, Hijabul hijab mesti ditanggal Untuk berada dikedalaman lautan Makrifat Illahiat . LAA ILLAAHA ILLAALLAH itulah Yang Awal Yang Akhir Yang Zahir Yang Batin, Semuanya merumus dibalik hijab, Tiada Alam Semesta terlihat Melainkan itulah rahasia Nama yang Husna, yang menyata dibalik cadar . Penyaksian nurani disaksikan dirimu, Penyaksian ini membawa aku Sampai kemartabat yang paling tinggi dalam Mikraj, Walaupun terjadi dalam sekejap, Mampu menghapus sifat penghadap, Terhapus pula arah Hingga yang tinggal hanyalah Air dzat, Dalam Maqam yang tiada Maqam, Himpunan antara dua yang saling berlawanan Al-Maqam Al-Muhammadi, Tempat perhentian, Tempat keberangkatan Tempat hijrah, itulah tempat bebas tanpa ikatan . Lihatlah, Agungnya cinta Lai...

ALIF DAN BA

WATAKTUBUL ALIF WATAQQUL BAA Artinya : "ditulis dengan Alif dan dibaca dengan Baa" ... . Yang berlaku didalam gerak dan diam itu ialah QUDRAT dan IRADAT-nya jua, atau SIFAT yang berdiri pada DZAT, dengan kata lain yang berbuat itu ialah DZATTUL BUHTI . Coba perhatikan orang yang telah meninggal, adakah qudrat dan iradatnya,??? Tentunya tidak ada, sebab pada hukumnya Jasad ini adalah BANGKAI . Coba hilangkan atau fanakan perasaan kita sehingga menjadi LAA HAULAA WALAA QUATTA ILLAA BILLAAHIL ALIYUL ADZIM, Maka dengan itu yang berbuat tiada lain hanyalah DZATTUL BUHTI jua, sedangkan pengakuan kepada DIRI JASAD kita adalah BANGKAI . karena yang berbuat itu ialah Qudrat dan Iradat nya jua atau Sifat yang berdiri pada Dzat, Artinya yang berbuat itu "Berdirilah Nama Jika Engkau Kuasa Menamainya".. . Qudrat - Iradat - Ilmu - Hayat -> semunya itu tunggal bagi Dzat yang Qadim . QUDRAT -> ialah kuasa, siapakah yang kuasa itu??? Adapun kuasa itu tidak dapat kam...

WADAH TAJALLI

TAJALLI (Ar : Tajalli). Istilah Tasawuf yang berarti penampakan Diri Tuhan yang bersifat absolut dalam bentuk Alam yang bersifat terbatas. Istilah ini berasal dari kata Tajalla atau Yatajalla, Yang Artinya menyatakan Diri. Konsep Tajalli bertitik tolak dari pandangan bahwa Allah SWT dalam kesendirian-Nya (sebelum ada alam)ingin melihat diri -Nya di luar diri -Nya. Oleh karena itu di jadikan -Nya alam ini. Maka dengan demikian Alam ini merupakan Cermin bagi Allah SWT. Ketika Ia ingin melihat Diri-Nya, ia melihat pada Alam. . Di dalam versi lain di terangkan bahwa Tuhan berkehendak untuk di ketahui, maka Ia pun menampakkan diri-Nya dalam bentuk Tajalli. Proses penampakan diri Tuhan itu di terangkan oleh Ibnu Arabi,, Menurutnya , Dzat Tuhan yang Mujarrad (unik) dan transendental (abstrak, gaib) itu bertajalli dalam Tiga Martabat melalui Sifat dan AsmaNya, yang pada akhirnya muncul dalam berbagai Wujud empiris. . ketiga Martabat itu adalah : 1. Martabat Ahadiyah , 2. Martabat Wa...

ILMU TAUHID MENYELAMI SIFAT 20

SIFAT-SIFAT KETUHANAN . Adapun yang wajib bagi Ketuhanan itu bersifat dengan empat sifat : 1. Sifat Nafsiyah, Yaitu Wujud 2. Sifat Salbiyah Yaitu, Qidam, Baqa, Mukhalafatuhu lil khawaditsi, Qiyamuhu binafsihi dan Wahdaniat 3. Sifat Ma'ani, yaitu, Qudrat, Iradat, Ilmu, Hayat, Sami', Bashir dan Kalam 4. Sifat Ma'nawiyah, yaitu Qadirun, Muridun, Alimun, Hayyun, Sami'un, Bashirrun dan Muttaqalimuun . Dibagi lagi menjadi dua sifat (Pendekatan secara nafi dan isbat) 1. Sifat Istighna' yaitu, Wujud, Qidam, Baqa, Mukhalafatuhulil khawadits, Qiyamuhu binafsihi, Sami', Bashir, Kalam, Sami'un, Bashirun dan Muttaqallimun 2. Sifat Iftikor, Yaitu Qudrat, Iradat, Ilmu, Hayat, Kodirun, Muridun, 'Alimun, Hayyun dan Wahdaniah . . Bagian Pertama Sifat Nafsiyah . . Wujud, Artinya ada, yang ada itu dzat Allah Ta'ala, lawannya 'Adam, Artinya Tiada Yaitu Mustahil Tiada diterima oleh Akal sekali-kali dikatakan Allah Ta'ala itu tiada karena jikalau A...

RAHASIA ALLAH DI DALAM INSAN

Adapun Yang Empu-Nya itu, Tajalli Pada Diri kita. LAA ILAAHA ILLALLAH - Tiada Yang Maujud hanya Allah Ta'ala. Allah itu Tuhan dan tempatnya lebih Nyata pada Insan. . Adapun Muhammad itu ialah Fi'il Pada kita , Tetapi sesungguhnya semuanya itu adalah Fi'il Allah Ta'ala jua adanya. . Yang dinamai sebenar-benarnya Rahasia Allah ialah Sirr Allah (Anna Sirrullah) Nama-Nya jua, Yaitu Dzat Allah Ta'ala. Dan yang menerima Rahasia Allah itu ialah Insan Kamil Mukamil (manusia sempurna). . Untuk mengenal Tuhan tidak diperbolehkan dengan cara berkhayal seperti yang dilakukan oleh orang-orang kafir . Maka jangan mencari Tuhan di tempat lain. Cari pada diri sendiri. Karena lebih nyata pada diri sendiri daripada yang lain. . Yang dikatakan Allah (Nama Tuhan) Yaitu : HUWAL AWWALU WAL AKHIRU WAL ZAKHIRU WAL BATHIN, WA HUWA BI KULLI SYAI'IN 'ALIM "Dialah yang Awal, yang Akhir yang Zahir dan yang Bathin, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu" (QS. Al-Had...

RAHASIA DIRI

MIM = Syariat = Tanah = Tubuh = Jasmani = Diri Terdiri = Nafas = Kaki . KHA = Tarikat = Angin = Nafas = Hati = Diri Terperi = Tanafas = Tangan . MIM = Hakikat = Api = Darah = Nyawa = Diri Sebenar diri = Amfas = Badan . DAL = Makrifat = Air = Rasa = Rahasia = Diri Tajjali = Nufus = Kepala . Yang Sebenarnya Diri itu Nyawa, Yang Sebenarnya Nyawa itu Muhammad, Yang Sebenarnya Muhammad itu Allah, Yang Sebenarnya Bernama Allah itu Sifat-Sifat Allah, Maka Sifat-Sifat Allah itu berasal dari Dzatullah Ta'ala. . (Maksudnya : Manusia = Muhammad = Allah = Dzat) Waspadai hal ini : Bila mana kita mengatakan ALLAH itu adalah MUHAMMAD..? Bila mana Muhammad mengatakan ALLAH itu adalah TUHAN…? . Keterangan / Ayat : . "AWWALU TAJLI DZATTULLAH TA'ALA BI SIFATIHI" (Mula-Mula Timbul Dzat Allah Ta'ala Kepada Sifatnya). . "AWWALU TAJLI SIFATULLAH TA'ALA BI ASMA IHI" (Mula-Mula Timbul Sifat Allah Ta'ala Kepada Namanya). . "AWWALU TAJLI ASMADULLAH...

MATA HATI HAKIKI

Terbuka Mata hati hanya memberikan Akan hampirnya Allah SWT Penyaksian Mata hati hanya memberikan akan ketiadaanmu di samping WUJUD ALLAH SWT Penyaksian HAKIKI MATA HATI hanya memberikan HANYA ALLAH YANG WUJUD, TIDAK TERLIHAT LAGI ketiadaanmu dan WUJUDMU. Bila hati sudah menjadi bersih maka hati akan menyinarkan cahayanya. Cahaya hati ini dinamakan Nur Qalbu. Ia akan menerangi Akal lalu Akal dapat memikirkan dan merenungi tentang hal-hal ketuhanan yang menguasai Alam dan juga dirinya sendiri. Renungan Akal terhadap dirinya sendiri membuatnya menyedari akan perjalanan hal-hal ketuhanan yang menguasai dirinya. Kesadaran ini membuatnya merasakan dengan mendalam betapa hampirnya Allah dengannya. Lahirlah di dalam hati Nuraninya perasaan bahwa Allah selalu mengawasinya. Allah melihat segala gerak-gerinya, mendengarkan pertuturannya dan mengetahui bisikan hatinya. Jadilah dia seorang Mukmin yang cermat dan waspada. . Di antara sifat yang dimiliki oleh orang yang sampai ke martabat Mukmin a...

MATI SEBELUM MATI

Matikan dirimu sebelum kamu Mati maka Mati yang Pertama itu seolah-olah bercerai RUH dan JASAD Tiada Daya dan Upaya Walau Sezarah pula pada hakikatnya hanya Allah jua pada hakikatnya hanya Allah jua yang berkuasa kemudian di Musyahadahkan di dalam Hati dengan Menyaksikan Kebesaran Yaitu Sifat JALAL dan JAMAL-Nya dan Kesucian Nya Maka Mati Diri sebelum Mati Itu Ialah dengan Memulangkan Segala Amanah Allah Yaitu Tubuh Jasad ini kepada yang Menanggung Amanah Yaitu Ruhaniah jua ditariknya Nafas itu dengan hakikat memulangkan Dzat, Sifat, Af'al kita kepada Dzat, Sifat, Af'al Allah yang berarti Memulangkan Segala Wujud kita Yang Zahir kepada Wujud kita yang bathin (Ruh) dan Pulangkan Wujud Ruh pada hakikatnya kepada Wujud yang Qadim . Maka selepas Mematikan Diri Yang Pertama hendaklah melakukan Mi'raj Yaitu Mematikan Diri Peringkat Kedua Yang dinamakan Mati Maknawi Yaitu hilang segala sesuatu didalam hatimu melainkan hanya berhadap pada Allah jua dengan meletakkan Na...

SEMBAHYANG TAQWA

Setiap Manusia yang melakukan Sembahyang Wajib mengaku sebagai Manusia yang Sempurna, Yaitu Insan Kamil. Karena itu sesiapa yang tidak Sembahyang maka ia bukanlah Manusia Yang Sempurna, yang berarti ia bertaraf Makhluk sebagaimana Azazil yang telah berkhidmat dengan Allah selama 12,000 tahun kemudian berakhir dengan mendurhakaiNya. Durhakanya Azazil kepada ALLAH karena tidak mengetahui Rahasia perintah tunduk kepada Adam a.s oleh Allah SWT, Artinya tidak mau Sembahyang dan akhirnya ia terus dilaknat oleh Allah dengan nama Syaitan bertaraf Iblis. . Sembahyang itu adalah untuk mempraktikkan Ikrar dan Kanji kita semasa di Alam Roh. Ia bukanlah membawa kepada masuk ke syurga, hanya menunaikan Ikrar dan Janji Rahasia tunduk di Alam Roh dan Rahasia masuknya peristiwa Rohani ke dalam Jasad bayi ke dalam perut ibu Yakni tanda Ubudiah (pengabdian seorang hamba). . Firman Allah yang bermaksud: "Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan...

MAQOM PENELANJANGAN TUHAN

Maqom ini disebut juga dengan Maqom Ahlul Akhirat, atau Maqom HAKIKAT SEMATA. Maqom ini sangat dahsyat sekali. Ia diluar dari Akal orang banyak. Dan ia tidak berpegang kepada kulit zahir daripada Nas dan dalil lagi. Ia telah menyeberang daripada Nas dan dalil yang ada ini, ia tidak berpegang dengan kata-kata yang ada ini lagi, dan tidak bersandar kepada hukum-hukum lahir lagi. Ia berdiri sendiri menurut kata SIR-nya Inilah yang menjadi hukum baginya Jadi yang beginilah yang hamba katakan sangat dahsyat sekali, dan sangat hebat sekali . TIDAK ADA TUHAN, MELAINKAN TUHAN TIDAK ADA ENGKAU, MELAINKAN AKU TIDAK ADA AKU, MELAINKAN ENGKAU ENGKAU DAN AKU ADALAH ESA ENGKAU LENYAP, AKU BERNYATA AKU LENYAP ENGKAUPUN NYATA NGAKU DAN AKU TELAH LENYAP DIDALAM KEFANAANNYA, . Kefanaan lenyap didalam ke-esaannya Tuhan. Keesaan lenyap didalam keqidaman. Keqidaman lenyap didalam kebaqaan. Akhirnya Fana dan Baqa dalam keagungan. Kini tiada kelihatan lagi makhluknya. HAMBA dan TUHAN hanyalah ASMA...

LENYAP DI DALAM KOSONG

Inilah Ilmu Rahasia Ma'rifat Allah Ta'ala, dari pada Dunia, datang dari pada Akhirat. Engkau itu sampai kepadaKu, "Hai, hambaKu yang Aku cintai". Maha Suci Aku beserta Engkau Jikalau Engkau berada di dalam AKU. Maka lenyaplah Engkau di dalam Kosong. AHMAD itulah yang disebut diri yang Ghaib. MUHAMMAD itulah yang disebut diri yang Zahir. . Berkata Nabi SAW : "Ikuti Aku.. Ikuti Aku…" Kalau Engkau tiada mengikuti maka Engkau adalah 'Sesat'. Sebab itulah kami ajarkan kalimat Tauhid "LAA ILLAHA ILLALLAH" Sebab itulah kami perintahkan kalimat Syahadat "ASYHADU ALLA ILLAHA ILLALLAH WA ASYHADU ANNA MUHAMMADDARASULULLAH" Jikalau Engkau itu berpegang pada keduanya maka selamatlah Engkau Dunia dan Akhirat. Dan Engkau di dalam Mukmin yang sebenar-benarnya. . Bahwasanya, Kalimat Tauhid itu ialah Maqam Ruh yang tiada lupa ia kepada yang menjadikannya setiap saat. Kalimat Syahadat itulah yang menyempurnakan apa-apa yang di perinta...

ISYARAT PERKATAAN EMPAT SAHABAT RASULULLAH

Saidina Abu Bakar Siddik r.a : "Tidak aku lihat pada Wujud sesuatu dan hanyalah aku lihat kebenaran Allah Ta'ala semata-mata Dahulunya". . Umar bin Khattab r.a : "Tidak aku lihat pada Wujud sesuatu dan hanyalah aku lihat kebenaran Allah Ta'ala semata-mata Kemudiannya". . Usman bin Affan r.a : "Tidak aku lihat pada Wujud sesuatuhanyalahaku lihat kebesaran Allah Ta'ala semata-mata Besertanya". . Ali bin Abi Talib r.a : "Tidak Aku lihat pada Wujud sesuatu hanyalah aku lihat kebesaran Allah Ta'ala semata-mata Maujud Padanya". . Itulah isyarat-isyarat ayat Al Qur'an WAKULLI HAMDULILLAH SAYURIKUM AAYAATIHI FAAKHIRU NAHA "Dan ucapkanlah puji bagi Allah karena sangat nampak bagi kamu pada Wujud diri kami itu sendiri, akan tanda tanda kebesaran Allah Ta'ala, supaya kamu dapat mengenalnya" . Sabda Nabi Muhammad SAW : MAMTALABAL MAULA BIKHAIRI NAFSIHI FAKADDALLA DALALAM BAIDA "Barang siapa Mengenal Allah T...

ISTILAH DIRI

1. DIRI TERDIRI (Jasmani) 2. DIRI TERPERI (Yang terdiri dari Roh, Akal, dan Nafsu) atau di Namakan juga Ruhul Yaqazah 3. DIRI SEBENAR DIRI (Yang terdiri dari istilah Insan) atau di kenali juga sebagai Ruhul Hayat 4, DIRI TAJALLI yang berpaksi kepada sifat Kamal . 1. DIRI TERDIRI Diri ini membawa kepada Maksud Diri Jasmani, perkataan TERDIRI ini Menunjukkan bahwa Jasmani itu Terdiri daripada apa Asal-Usul kejadian Awal dan selepasnya ia juga berarti bahwa Jasmani Manusia itu TERDIRI dari apa serta mengapa ia di ciptakan oleh Tuhan Diri ini mula di ciptakan oleh Allah di mulai ilmunya daripada sejarah ADAM a.s di Syurga Khuldi (Jannatul Khuldi) Anasir Awalnya daripada tanah yang di perintahkan oleh Allah Malaikat mengambilnya yang mana tanah pilihan ini mengandungi Air, Api dan juga Angin dan selepasnya Diri Terdiri ini di jadikan pula dari Unsur jenerasi kedua Yaitu dari Wadi, Wazi, Mani dan juga Manikam Yaitu benih Hawa dan juga Adam Ilmu ini adalah ilmu kajian para dokter (Anatom...

DIRI SEBENAR DIRI

Banyak orang beranggapan bahwa yang dimaksud dengan Diri adalah yang kelihatan Yaitu Jasad Kasar kita ini atau yang di sebut dengan Panggilan Badan. atau Tubuh. Sebenarnya bukan itu yang dimaksudkan disini.. . Diri yang di maksudkan itu adalah Diri Sebenar Diri, yang duduknya di dalam Jasad atau Tubuh kasar kita ini. . Mari kita pisahkan antara : Mana Jasmani dan Mana Rohani Mana Diri Terdiri dan Diri Terperi, Mana Jiwa dan Mana Raga Mana Zahir dan Mana Batin. Baiknya kita pahami terlebih dahulu perbezaan dua kata ini, sebelum kita berkata. . Diri berbeda dengan Badan, Jasmani tentunya berbeda dengan Rohani, Jiwa berbeda dengan Raga dan pastinya Zahir berbeda dengan Batin, . Jika tidak mengapa ada dua perkataan tersebut yang senatiasa menjadi sebutan kita? Kita selalu menyebut akan kata-kata diatas ini, tapi tahukah kita perbezaan antara keduanya? Perbedaan inilah yang banyak orang tidak dapat menerangkan dengan jelas apalagi untuk dapat merasakan perbezaannya. . Bahwa.. ...

KEMBALI KETANAH ASAL

ALLAH YANG MAHA ESA MAHA RAJA SELURUH ALAM Kejadian bathin : Mana kejadian anak Adam Yang bathin ? 1. WUJUD 2. ILMU 3. NUR 4. SYUHUD . Apa Arti Wujud, Ilmu, Nur, Syuhud ? Arti WUJUD DZAT ALLAH Arti ILMU SIFAT ALLAH Arti NUR ASMA ALLAH Arti SYUHUD AF'AL ALLAH . Dzat itu jadi apa pada kita ? DZAT itu RAHASIA pada kita Sifat itu jadi apa pada kita ? SIFAT itu NYAWA pada kita Af'al itu jadi apa pada kita ? AF'AL itu TUBUH pada kita Asma' itu jadi apa pada kita ? ASMA' itu HATI pada kita . Arifbillah Orang yang mengetahui Tuhan Orang yang tahu dengan Tuhan ialah orang yang tahu dengan dirinya dan tahu akan : 1. ASMA' ALLAH 2. AF'AL ALLAH 3. SIFAT ALLAH 4. DZAT ALLAH Dan tahu akan lahir, bathin, baik, jahat, tidak suka kalau ia dipuji, tiada duka kalau ia dicela. . Siapa orang yang berilmu ? Orang berilmu ialah orang yang tahu akan baik, jahat,lahir, bathin, awal, akhir, halal, haram, rukun, syarat, sah, dan bathal. Misal-misal, umpa...

AKU ADALAH AKU

Orang yang tahu hakekat dan makrifat, sedikitpun tidak ada yang meninggalkan Syariat, namun yang meninggalkan Syariat, hanya prasangka-prasangka orang yang tidak mengetahui Hakekat saja, Dalam kondisi apapun Syariat tidak bisa ditinggalkan, karena syariat adalah pondasi segalanya, Syariat itu adalah Tubuhku, Tharikat itu adalah Hatiku, Hakikat itu adalah Nyawaku, Ma'rifat itu adalah Rahasiaku . Karena AKU itu adalah hakekat ESA, AKU itu adalah puncak IKLHAS, AKU itu adalah ALLAH, AKU itu yang telah Mengesakan Aku dalam AKU, AKU itu adalah EsaNya, AKU itu adalah DzatNya, AKU itu adalah HakekatNya, AKU itu adalah DiriNya, AKU itu adalah DIA, AKU itu adalah ALLAH, ALLAH itu adalah AKU . Esaku itu bukan satu, Esaku itu bukan bilangan, Esaku itu bukan tunggal, Esaku itu bukan jumlah, Esaku itu bukan kata, Esaku itu bukan termaknai, Esaku itu bukan dimaknai, Esaku itu adalah AKU, AKU hanya AKU.