SEMBAHYANG TAQWA
Setiap Manusia yang melakukan Sembahyang Wajib mengaku sebagai Manusia yang Sempurna, Yaitu Insan Kamil.
Karena itu sesiapa yang tidak Sembahyang maka ia bukanlah Manusia Yang Sempurna, yang berarti ia bertaraf Makhluk sebagaimana Azazil yang telah berkhidmat dengan Allah selama
12,000 tahun kemudian berakhir dengan mendurhakaiNya.
Durhakanya Azazil kepada ALLAH karena tidak mengetahui Rahasia perintah tunduk kepada Adam a.s oleh Allah SWT, Artinya tidak mau Sembahyang dan akhirnya ia terus dilaknat oleh Allah dengan nama Syaitan bertaraf Iblis.
.
Sembahyang itu adalah untuk mempraktikkan Ikrar dan Kanji kita semasa di Alam Roh. Ia bukanlah membawa kepada masuk ke syurga, hanya menunaikan Ikrar dan Janji Rahasia tunduk di Alam Roh dan Rahasia masuknya peristiwa Rohani ke dalam Jasad bayi ke dalam perut ibu Yakni tanda Ubudiah (pengabdian seorang hamba).
.
Firman Allah yang bermaksud:
"Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah kamu itu sesudah kamu meneguhkannya, sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu (sebagai sumpah itu) sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu lakukan".
(Qs. An-Nahl 91)
.
Sembahyang seorang Ahli Taqwa tidak ada lafaz Usalli, karena Usalli kepada orang Taqwa adalah hal yang maklum, karena Usalli itu adalah kerja orang Awam, dan Sembahyang yang dilaksanakan itu mestilah keluar dari Sifat Makhluk kepada Sifat Insan Kamil. Selagi ada Sifat Makhluk, maka ia tetap masuk Api Neraka. Hanya Insan Kamil saja selamat dari Api Neraka.
.
Derajat Manusia didalam 3 Perkara Pokok :
1. Insan Kamil - Insan Ketuhanan.
2. Insan Kamil Wa Mukammil- Insan Bertaraf Muhammad (Mahmudah).
3. Insan Mukammil- Insan Abudiah (pengabdian) Taraf Adam.
.
Sembahyang Mesti fana dalam Dzat Allah, fana dalam Sifat Allah dan fana dalam Af'al Allah, maka fana itu ialah mempraktekkan kerja buat
"LAA ILLAAHA ILLALLAH" atau "LA HAWLAWALA QUWWATA ILLA BILLAH"
Artinya Jasad dalam kalimah ALIF Artinya HU.
Bagi perempuan HA Artinya HU..
.
Kita berkata di dalam Hati
"Tiada Dzat Aku hanya Dzat Allah,
Tiada Sifat Aku hanya Sifat Allah,
Tiada Af’al Aku hanya Af'al Allah,
Tiada Ujud Aku hanya Ujud Allah"
.
dan jangan ingatkan batang tubuh kita, sebaik-baiknya ingatkan dia Dzat dan dia Asma Artinya menyerahkan diri kepadaNya.
.
Firman Allah yang bermaksud:
"Dan kami turunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Qur'an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan khabar gembira bagi orang-orang yang menyerahkan dirinya".
(Qs. An-Nahl 89)
.
Sembahyang itu ialah untuk mempraktikkan kerja buat
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM
kepada golongan Ahli Taqwa.
Kepada orang Syariat dimaksudkan "Tiada Tuhan yang disembah melainkan Allah"
Tetapi kepada golongan Ahli Taqwa, BISMILLAH itu Dzat kepada Allah tetapi kepada kita Nyawa (Insan) atau Ruhul Hayat (LA YAHLUQU).
.
AR-RAHMAN itu Sifat kepada Allah, Maksudnya hati kepada kita, Yakni Ruhul Yaqazah,
AR-RAHIM itu Afa'al kepada Allah dan kepada kita Tubuh (jasad),
Jelasnya kita berasal daripada BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM,
karena itu kita tidak boleh membaca BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM
karena kerja buat perkara 13 rukun Sembahyang itu semua dilakukan oleh ALLAH pada keseluruhannya.
.
Rujuk kefahaman pada ilmu IFTIQAR karena itu tidak boleh membaca
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM
pada Al-Fatihah dan ayat lazim karena belajar saufisma ini kepada fekah Tasawuf yang tiada berkait dengan Fekah dan Usuluddin hanya semata-mata Tasawuf yang dapat mengelakkan perkara Syirik Khafi dan Mukhafi, Asrar dan Jali.
.
Sembahyang hendaklah fana dalam Dzat Allah, Sifat Allah dan Af'al Allah dan jangan pula kita didalam Asma Allah karena kita hanya Menyembah Dzat dan Memuji Asma Nya. Apakah kita sudah fana sebagai Insan kamil, Mukammil dan Wa Mukammil, barulah angkat Takbiratul Ihram.
(ALLAHU AKBAR)
Karena itu sesiapa yang tidak Sembahyang maka ia bukanlah Manusia Yang Sempurna, yang berarti ia bertaraf Makhluk sebagaimana Azazil yang telah berkhidmat dengan Allah selama
12,000 tahun kemudian berakhir dengan mendurhakaiNya.
Durhakanya Azazil kepada ALLAH karena tidak mengetahui Rahasia perintah tunduk kepada Adam a.s oleh Allah SWT, Artinya tidak mau Sembahyang dan akhirnya ia terus dilaknat oleh Allah dengan nama Syaitan bertaraf Iblis.
.
Sembahyang itu adalah untuk mempraktikkan Ikrar dan Kanji kita semasa di Alam Roh. Ia bukanlah membawa kepada masuk ke syurga, hanya menunaikan Ikrar dan Janji Rahasia tunduk di Alam Roh dan Rahasia masuknya peristiwa Rohani ke dalam Jasad bayi ke dalam perut ibu Yakni tanda Ubudiah (pengabdian seorang hamba).
.
Firman Allah yang bermaksud:
"Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah kamu itu sesudah kamu meneguhkannya, sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu (sebagai sumpah itu) sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu lakukan".
(Qs. An-Nahl 91)
.
Sembahyang seorang Ahli Taqwa tidak ada lafaz Usalli, karena Usalli kepada orang Taqwa adalah hal yang maklum, karena Usalli itu adalah kerja orang Awam, dan Sembahyang yang dilaksanakan itu mestilah keluar dari Sifat Makhluk kepada Sifat Insan Kamil. Selagi ada Sifat Makhluk, maka ia tetap masuk Api Neraka. Hanya Insan Kamil saja selamat dari Api Neraka.
.
Derajat Manusia didalam 3 Perkara Pokok :
1. Insan Kamil - Insan Ketuhanan.
2. Insan Kamil Wa Mukammil- Insan Bertaraf Muhammad (Mahmudah).
3. Insan Mukammil- Insan Abudiah (pengabdian) Taraf Adam.
.
Sembahyang Mesti fana dalam Dzat Allah, fana dalam Sifat Allah dan fana dalam Af'al Allah, maka fana itu ialah mempraktekkan kerja buat
"LAA ILLAAHA ILLALLAH" atau "LA HAWLAWALA QUWWATA ILLA BILLAH"
Artinya Jasad dalam kalimah ALIF Artinya HU.
Bagi perempuan HA Artinya HU..
.
Kita berkata di dalam Hati
"Tiada Dzat Aku hanya Dzat Allah,
Tiada Sifat Aku hanya Sifat Allah,
Tiada Af’al Aku hanya Af'al Allah,
Tiada Ujud Aku hanya Ujud Allah"
.
dan jangan ingatkan batang tubuh kita, sebaik-baiknya ingatkan dia Dzat dan dia Asma Artinya menyerahkan diri kepadaNya.
.
Firman Allah yang bermaksud:
"Dan kami turunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Qur'an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan khabar gembira bagi orang-orang yang menyerahkan dirinya".
(Qs. An-Nahl 89)
.
Sembahyang itu ialah untuk mempraktikkan kerja buat
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM
kepada golongan Ahli Taqwa.
Kepada orang Syariat dimaksudkan "Tiada Tuhan yang disembah melainkan Allah"
Tetapi kepada golongan Ahli Taqwa, BISMILLAH itu Dzat kepada Allah tetapi kepada kita Nyawa (Insan) atau Ruhul Hayat (LA YAHLUQU).
.
AR-RAHMAN itu Sifat kepada Allah, Maksudnya hati kepada kita, Yakni Ruhul Yaqazah,
AR-RAHIM itu Afa'al kepada Allah dan kepada kita Tubuh (jasad),
Jelasnya kita berasal daripada BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM,
karena itu kita tidak boleh membaca BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM
karena kerja buat perkara 13 rukun Sembahyang itu semua dilakukan oleh ALLAH pada keseluruhannya.
.
Rujuk kefahaman pada ilmu IFTIQAR karena itu tidak boleh membaca
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM
pada Al-Fatihah dan ayat lazim karena belajar saufisma ini kepada fekah Tasawuf yang tiada berkait dengan Fekah dan Usuluddin hanya semata-mata Tasawuf yang dapat mengelakkan perkara Syirik Khafi dan Mukhafi, Asrar dan Jali.
.
Sembahyang hendaklah fana dalam Dzat Allah, Sifat Allah dan Af'al Allah dan jangan pula kita didalam Asma Allah karena kita hanya Menyembah Dzat dan Memuji Asma Nya. Apakah kita sudah fana sebagai Insan kamil, Mukammil dan Wa Mukammil, barulah angkat Takbiratul Ihram.
(ALLAHU AKBAR)