ISYAROH BAGI PEJALAN SPIRITUAL

Bismillahirrohmanirohim Ash-sholatu wasalamu 'alaika wa 'ala aalika yaa sayyidii yaa rosuulalloh 'allimnii wa robbinii...
.
keadaan orang yang sedang bersuluk pada jalan Allah biasanya akan mengalami isyarat isyarat yang mengiringi laku sepiritualnya. Isyarat-isyarat tersebut apabila diterima oleh hati maka hati akan mendapat pengertian tentang Allah. membuatnya merasa lebih dekat dan semakin. mengenal dirinya, sehinnga semakin mengenal Allah.
.
Namun perlu diketahui, orang yang merasa dekat dengan Allah, tetapi masih melihat kepada isyarat-isyarat tersebut berarti masih belum mencapai makam Ma'rifat (mengenal Allah).
.
sebab orang yang sudah benar mengenal Allah sudah melepas isyarat-isyarat tersebut ia sampai kepada Allah tanpa perlu untuk diisyaratkan lagi. tidak ngurusi lagi soal kedudukan dirinya. sudah apa dan sudah di maqom apa, sudah seperti apa dan sudah ada peningkatan apa. semua itu menjadi hal yang tidak penting lagi.
.
Maqom ini dalam istilah Wahidiyah disebut Maqom Ahadiyah atau istilah lainnya Fanabillah lebur dalam Kewujudan diri dalam Wujud Mutlak dimana penglihatan Mata hati tertumpu hanya kepada Allah semata,
Yaitu dalam keadaan: Tiada sesuatu sebanding dengan-Nya.
.
Tidak ada nama yang mampu menceritakan tentang Dzat-Nya.
Tidak ada sifat yang mampu menggambarkan tentang Dzat Nya.
Tidak ada isyarat yang mampu memperkenalkan Dzat -Nya.
.
Itulah Allah yang tidak ada sesuatu apa pun menyerupai-Nya. Maha Suci Allah dari apa yang disifatkan.
.
Maka, Siapa yang masih mempunyai pandangan kepada sesuatu selain Allah, masih melirik pada keadaan hatinya, berarti belum sempurna sebagai seorang yang mengenal kepada Allah.
.
Tetapi seorang yang mengenal Allah dengan sesungguhnya ia akan merasakan kepalsuan sesuatu selain Allah, sehingga pandangannya tiada lain kecuali kepada Allah.
.
sebagaimana yang di ungkapkan syeikh ibn attaillah :
"Tidak disebut orang arif itu, orang yang bila ia memberi isyaroh sesuatu ia merasa bahwa Allah lebih dekat dari isyaroh-Nya, tetapi orang arif itu ialah yang merasa tidak mempunyai isyaroh, karena merasa lenyap diri dalam Wujud Allah"
.
Seorang murid yang sedang menjalankan ritual mujahadah 40 harian bertanya kepada gurunya :
"guru lihatlah keadaan diriku, apakah sudah ada peningkatan ataukah belum"
guru itu menjawab "tidak sepatutnya engkau memikirkan hal itu, demi Allah itu bukanlah sesuatu yang penting untuk dibuka. teruskan saja mujahadahnya"
.
Seorang 'arif ditanya tentang apakah fana' itu? Beliau menjawab, "Fana' ialah Muncul/terlihatnya sifat keagungan dan kemegahan Allah pada hamba-Nya, sehingga hamba tersebut jadi lupa akan dunia, lupa akhirat, lupa derajat, lupa makom, hal, dzikir. lupa akalnya, lupa dirinya sendiri, lupa fana'nya sebab tenggelam dalam takdhim kepada Allah Ta'ala."
- - - - - - - - - - - - - - -

- - - - - - - - - - - - - - -
YAA SYAFI'AL-KHOLQISH-SHOLAATU
"'ALAIKA NUUROL KHOLQI HAADIYAL ANAAM WA ASHLAHUU WA RUUHAHU ADRIKNII
"FAQODH DHOLAMTU ABADAW-WAROBBINII WA LAISA LII YAA SAYYIDII SIWAAKA"
FA-IN TARUDDA KUNTU SYAKHSON HAALIKAA ......
YAA SAYYIDII YAA ROSUULALLOH !....... (3x)
YAA AYYUHAL-GHOUTSU SALAAMULLOOH
"'ALAIKA ROBBINII BI-IDZNILLAAH WANDHUR ILAYYA SAYYIDII BINADHROH"
MUUSHILATIL-LIL-HADLROTIL'ALIYYAH.