HAYYA ALAS SHOLAH

Solat Syariat Dan Hakikat Mari kita tingkatkan amal ibadah kita kedalam ibadah yang jauh lebih sempurna yaitu melaksanakan Sholat Syariat dan Sholat Hakikat, semoga Allah mengampuni segala kesalahan kita masa lalu, kini dan akan datang sehingga kita bertemu Robb kita.. aamiin.
...
Maksud sholat syariat, yang disebutkan dalam Al-Quran ini,
"Hendaklah kamu menjaga solat-solatmu dan solat wustha (yang di tengah)."
(QS. Al-Baqarah : 238)
...
Ialah solat yang rukun-rukunnya berkaitan dengan gerakan anggota badan yang lahir, seperti berdiri, membaca ayat atau surah, rukuk, sujud, duduk, dan mengeluarkan suara dan bacaan­-bacaan.
...
Makanya Allah SWT menggabungkannya dengan lafadz jamak "shalawat" (beberapa sholat) sebagai isyarat akan solat syariat yang 5 waktu.
.
Allah SWT berfirman,
"Hendaklah kamu menjaga sholat-sholatmu.”
...
Adapun sholat tarekat adalah sholatnya qalbu dan itu dilakukan tanpa batas waktu atau selama-lamanya.
Sebagaimana diisyaratkan pada ayat di atas dalam kalimat, "Solat Wustha." Maksud dari sholat Al-wustha yaitu sholat qalbu karena hati berada di tengah (al-wasth) badan; antara kanan dan kiri; antara atas dan bawah; juga yang mejelaskan rasa antara bahagia dan menderita
.
Sebagaimana ditegaskan dalam sabda Rasulullah SAW,
"Sesungguhnya qalbu manusia ada di antara dua jari-jari Allah. Allah membolak-balikkannya sesuai dengan kehendak-Nya."
(HR. Muslim)
...
Maksud dari dua jari Allah SWT ialah dua sifat Allah, yaitu sifat Maha Memaksa (AI-Qahhar) dan sifat Maha Lembut (AI-Lathif).
...
Dari ayat dan hadis di atas diketahui bahwa sholat yang pokok adalah sholat hati. Bila solat qalbu dilupakan, maka rusaklah sholat qalbu dan sholat jawarih-nya.
...
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW,
"Tidaklah sah sholat seseorang kecuali disertai dengan hadirnya hati."
...
Hal itu karena, orang yang solat sedang bermunajat (ber­dialog) dengan Tuhannya. Sedangkan, alat untuk munajat adalah hati. Bila qalbu lupa maka "batallah" sholat qalbu sekaligus sholat badannya karena qalbu merupakan inti, dan anggota badan yang lain mengikutinya.
...
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW,
"Sesungguhnya di dalam jasad manusia ada segumpal daging. Bila ia baik, sekujur badan akan ikut baik dan bila ia buruk, sekujur badan pun menjadi buruk. Itulah hati."
(HR. Al-Bukhari)
...
Sholat syariat mempunyai waktu tertentu, dalam satu hari satu malam wajib dikerjakan lima kali.
Dan, sholat syariat ini sunnahnya dilakukan di masjid secara berjamaah, menghadap Ka'bah dan mengikuti gerakan imam, tanpa riya' dan sum'ah.
...
Sedangkan sholat tarekat dilakukan seumur hidup tanpa batas waktu.
Masjidnya adalah qalbu.
Cara berjamaahnya ialah dengan memadu kesucian batin untuk menyibukkan diri dengan Asma­-Asma tauhid melalui lisan batin.
Imamnya adalah rasa rindu di dalam kalbu untuk sampai kepada Allah SWT.
Kiblatnya ialah Al­ Hadhrah AI-Ahadiyah (maqam tertinggi dari maqam ruh) yakni hadirat Allah yang Maha Tunggal dan Keindahan Allah SWT.
Itulah kiblat yang hakiki.
...
Selamanya, qalbu dan ruh tidak boleh lepas dari sholat ini.
Dalam menjalankan sholat tarekat ini, qalbu tidak boleh tidur dan tidak boleh mati. Ia selalu punya kegiatan, baik saat tidur maupun terjaga.
...
Sholat tarekat dilakukan dengan hidupnya qalbu tanpa suara, tanpa berdiri dan tanpa duduk.
...
Orang yang menjalankan solat tarekat, akan selalu berhadapan dengan Allah SWT dan senantiasa siaga dengan ucapan,
"Kepada-Mu kami beribadah dan kepada-Mu kami memohon pertolongan,"
dan mengikuti Nabi Muhammad SAW karena begitulah keadaan Nabi.
...
AI-Qadhi di dalam menafsirkan ayat di atas berkata,
"Ayat ini merupakan isyarat tentang qalbu seorang ahli makrifat kepada Allah, yang telah berpindah dari keadaan ghaib kepada Al-Hadrah Ahadiyah (maqam tertinggi dari maqam ruh).
...
Ini, sesuai dengan sabda Rasulullah SAW,
"Para Nabi dan para wali selalu sholat di alam kubumya, seperti halnya mereka sholat di rumahnya."
Artinya, mereka selalu sibuk bermunajat pada Allah SWT karena hatinya yang hidup.
...
Bila dua sholat syariat dan sholat tarekat ini telah berpadu secara zahir dan batin, maka sempurnalah sholat itu dan pahalanya pun sangat besar. pahalanya berupa AI-Qurbah (dekat dengan Allah) yang diraih oleh sholat ruhaniahnya dan pahala 'derajat (surga) yang diraih oleh sholat badannya.
...
Maka orang yang melakukan sholat seperti ini berarti ia zahiriahnya ahli ibadah, dan batinnya 'arif billah (makrifat kepada Allah).
...
Dan, bila sholat tarekatnya tak mampu menghidupkan qalbu, maka nilainya berkurang dan pahalanya pun hanya derajat (surga), tidak mendapat pahala Al­Qurbah.
Wallahu'alam

Postingan populer dari blog ini

KUNCI RAHASIA KUN FAYAKUN

MA'UL HAYAT (air kehidupan)

NAFAS LAM JALALAH