PENYATUAN ZAHIR DAN BATIN

Sungguh banyak diantara kita yang hanya pandai melafazkan ucapan dua kalimah syahadat ini, tetapi jarang sekali yang ingin mengkaji atau mempelajari tentang hakekat pengertian maksud dan tujuan syahadat itu sendiri, kebanyakan kita hanya mengikuti keluarga kita, mendengar ibu dan bapak kita melafazkan syahadat, maka kitapun turut berbuat demikian, namun kita tidak pernah mau bertanya kenapa kita harus melafazkan
"Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna muhammadarrasullullah"
....
Adapun kalimah : "Asyhadu alla ilaha illallah" itu sudah jelas menyatakan tentang diri bathin kita (NUR), Bila saja kita lafazkan kalimah tersebut dengan jelas kita mengakuinya dengan sesungguhnya, bahwasanya "Tiada nyata hanya Allah (Allah Itu Hanya Nama Bagi Nur)" dialah rahasia yang dikandung oleh tubuh zahir kita
....
Adapun kalimah :
"Wa asyhadu anna muhammadarrasulullah" itu adalah menyatakan diri jasad kita (Muhammad), karena hakekat bentuk manusia itu berhakekatkan dengan huruf MIM, karena itu bila kita melafazkan kalimah :
"Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna muhammadarrasulullah" maka kalimah yang telah dilafazkan itu adalah meliputi dan menyatakan diri bathin dan diri zahir kita (Rohani dan Jasmani atau Nur dan Muhammad atau Adam dan Hawa), yaitu AKU menyaksikan yang dikandung oleh tubuh kasar-KU ini adalah diri rahasia-KU (Nur) dan diri kasar (Muhammad) inilah merupakan sarungnya
....
seperti firman Allah SWT. didalam hadis Qudsi :
"Al insanu sirri wa anna sirru"
Artinya : Manusia (Muhammad) itu adalah rahasiaKu dan Akulah (Nur) rahasianya
....
Jadi Manusia itu ADA atas Raga dan Rohani, Ragawinya adalah Muhammad dan Rohaninya adalah Nur
....
Dan NUR-MUHAMMAD itu ada Sebelum semesta diciptakan, sebelum Manusia diciptakan, terlebih dahulu diciptakan adalah NUR AHMAD, yang memang ditakdirkan untuk penutup para Nabi, beliau adalah penghulu dan Imam para Nabi saat Isra Mi'raj, Bagaimana bisa Rasulullah menjadi Imam para Nabi saat Shalat berjamaah dalam peristiwa isra mi'raj padahal dia adalah nabi yang terakhir,???
Maka Jawabnya adalah karena ada Nur Ahmad yang ada di dalam dirinya
....
Diriwayatkan pernikahan atau penyatuan antara ZAHIR dan BATIN antara NUR dan MUHAMMAD antara ADAM dan HAWA, dalam hal ini Allah SWT berfirman:
"Segala puji adalah kepunyaan-Ku, segala kebesaran adalah pakaian-Ku, segala kemegahan adalah hiasan-Ku dan segala makhluk adalah hamba-Ku dan di bawah kekuasaan-Ku. Menjadi saksilah kamu hai para malaikat dan penghuni langit dan syurga bahwa Aku menikahkan atau menyatukan antara Hawa dengan Adam atau nur dengan muhammad atau zahir dan batin, dengan MAHAR, dan hendaklah keduanya bertahlil dan bertahmid kepada-Ku!"
....
Setelah akad pernikahan selesai Tak sabar Adam ingin memeluk Hawa dan menyalurkan hasratnya, Tetapi Hawa tampak dingin dan Kata-kata yang keluar dari bibir Hawa justru menuntut haknya, Hak yang disyari’atkan Tuhan sejak semula
....
"mana maharnya?" Tanya Hawa. Dia menolak bersentuhan sebelum mahar (mas kawin) dibayar terlebih dahulu, Adam mendadak bingung seketika, Lalu sadar bahwa untuk menerima haruslah bersedia memberi, Dia insyaf bahwa yang demikian itu haruskah menjadi kaidah pertama dalam pergaulan hidup, Pemberian pertama pada pernikahan untuk menerima keHALALan ialah MAHAR, Allah sendiri pada waktu pembacaan aqad nikah telah menyebutkan kata mahar
Tapi Adam bingung dengan kata itu, karena memang tidak memberikan apa-apa pada saat akad berlangsung, Apakah bentuk mahar yang harus diberikan? Itulah yang sedang dipikirkan Adam
....
"Illahi Rabbi! Apakah gerangan yang akan kuberikan kepadanya? Emaskah, intankah, perak atau permata?" Tanya Adam kepada Allah
"bukan! "kata Tuhan
"apakah hamba akan berpuasa atau shalat atau bertasbih untuk-Mu sebagai maharnya: "Tanya Adam penuh pengharapan
"bukan!" tegas Allah lagi
....
Adam pun terdiam, menentramkan jiwanya, Kemudian dia bermohon lagi, "kalau begitu tunjukkanlah hamba-Mu jalan keluar!"
....
Allah berfirman: "Mahar Hawa ialah sholawat sepuluh kali kepada nabi-Ku, nabi yang bakal kubangkitkan, yang membawa pernyataan dari sifat-sifatku, cincin permata dari para anbiya dan penutup serta penghulu semua Rasul, Ucapkanlah sepuluh kali!".
....
Mendengar itu bathin Adam menjadi lega, Dia lalu mengucapkan sepuluh kali sholawat atas nabi Muhammad Sebagai mahar kepada Hawa, Suatu mahar yang bernilai spiritual Karena Muhammad adalah Rahmatan lil ‘alamin (rahmat bagi seluruh alam). Hawa mendengarkannyadan menerimanya sebagai mahar, agar tidak panjang ceritanya langsung saja cara aplikasiya seperti ini :
"BACA Asyhadu alla illaha illallah kemudian tarik nafas lalu nafas yg sudah ditarik ditahan, sewaktu menahan nafas ucapkan dalam hati
"AKU NIKAHI TUBUH ZAHIRKU, DIWALIKAN SERTA DISAKSIKAN OLEH DIRIKU SENDIRI DENGAN MAHAR SHOLAWAT SEBANYAK 10 KALI"
kemudian keluarkan nafas dengan ucapan wa asyhadu anna muhammadarrasulullah"
....
"Hai Adam, kini Aku halalkan Hawa bagimu," perintah Allah, "dan dapatlah dia sebagai pasanganMu!"

Postingan populer dari blog ini

KUNCI RAHASIA KUN FAYAKUN

MA'UL HAYAT (air kehidupan)

NAFAS LAM JALALAH