Makna Wal zahiru Wal bathinu
WAL ZAHIRU : Allah itu ada, tiap-tiap ada pasti bisa dilihat, masak ada tapi tak bisa dilihat, makanya dia itu ada dan zahir untuk menyatakan dirinya, untuk melihat Allah maka lihat dirimu, wajahmu, karena wajahmu itu adalah wajahnya Allah
...
WAL BATHINU : Allah itu ghaib, tersembunyi bagi yang tidak bisa memaknai kata wal zahiru, inilah yang dibangga-banggakan oleh kaum syariat, orang syariat memaknai Allah itu sebangsa jin, iblis, setan dan hal-hal bersifat ghaib lainnya
...
Firman Allah SWT : "Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kebesaran) Kami di segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Qur'an itu adalah benar. Tidak cukupkah (bagi kamu) bahwa Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu."
(QS. Fussilat : 53)
...
Tidurlah, Berbunyilah, Bukan, bukan suara ku yang merintih, Bukan pula suara hati yang sendiri, Ini hanya suara kenyataan, Aku berteriak, membujuk Mu untuk membuka mata, Mungkin aku merasa engkau terlalu lama menutup mata,, Ya terlalu pahit melihat dunia, Terlalu perih jika terbangun, Lebih baik aku menutup mata dan tenggelam Dari pada melihat kenyataan Dunia semakin kejam dan mencekik, Dunia semakin tua dan letih, apa lagi ketika melihat tingkah lakumu, sesak nafasku kambuh lagi dibuatnya
...
WAL BATHINU : Allah itu ghaib, tersembunyi bagi yang tidak bisa memaknai kata wal zahiru, inilah yang dibangga-banggakan oleh kaum syariat, orang syariat memaknai Allah itu sebangsa jin, iblis, setan dan hal-hal bersifat ghaib lainnya
...
Firman Allah SWT : "Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kebesaran) Kami di segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Qur'an itu adalah benar. Tidak cukupkah (bagi kamu) bahwa Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu."
(QS. Fussilat : 53)
...
Tidurlah, Berbunyilah, Bukan, bukan suara ku yang merintih, Bukan pula suara hati yang sendiri, Ini hanya suara kenyataan, Aku berteriak, membujuk Mu untuk membuka mata, Mungkin aku merasa engkau terlalu lama menutup mata,, Ya terlalu pahit melihat dunia, Terlalu perih jika terbangun, Lebih baik aku menutup mata dan tenggelam Dari pada melihat kenyataan Dunia semakin kejam dan mencekik, Dunia semakin tua dan letih, apa lagi ketika melihat tingkah lakumu, sesak nafasku kambuh lagi dibuatnya