ALAM WADAH MANUSIA
WUJUD JASMANI manusia bakal rusak, tetapi RASA akan tetap ada, enak dan tidak enak, hanya Alamnya akan berbeda, itulah sebabnya MAKHLUK umurnya tidak sama, bukan KEHENDAK ALLAH panjang dan pendeknya umur, tapi WADAHNYA yang tidak kuat, jadi suka cepat mengalami KEMATIAN.
Pekerjaan dari Bapak dan Ibu, proses NABATI dan HEWANI, HALAL dan HARAM,
Namanya MADI, WADI, MANI, MANIKEM, itulah yang kurang kuat, makanya cepat Mati, WADAHNYA HIDUP, yang kurang kuat adalah MANI, sebab Asal MANI, dari gulungan DARAH, jika darah Ibu dan Bapak, di waktu tadi keluar, darah dalam keadaan tidak sehat, lagi ada penyakit, MANI juga akan tidak sehat, tercampuri oleh penyakit, jadinya tetap jadi, tapi cepat lapuk, umurnya tidak akan bertahan lama, karena sudah keropos tadinya. Darah harus jalan baik, proses NABATI dan HEWANI yang halal agar menghasilkan keturunan yang halal...
Dari asalnya sepi di kesunyian, di Alam sebelum ada, ketika sudah ada di Alam Dunia, mengapa terjadi keributan? Sepi di jaman...
KUN DZAT = HIDUPKUN SIFAT = HATI KUN MUTLAK = KEHIDUPAN(Alam Rahim) Sudah jelas WUJUD RUPA, terjadi keributan di jaman KUN FAYAKUN
Salah jadi Shaleh
Hadas jadi Hadist
Kotor jadi Bersih
Najis jadi Suci (Alam Dunia)
Rupa tidak bisa diganti, itu tandanya
KUN MUTLAK DZAT YANG MAHA AGUNG
Ketika bayi di ALAM RAHIM (di dalam air ketuban) belum ada NYAWA, baru ada HIDUP Yaitu adanya RUH, RASA PENDENGARAN dan NAFSU MUTHMAINAH, dari ALAM RAHIM bayi pindah ke ALAM DUNIA, dan SIFAT Fitrah RUH berubah SIFAT menjadi RUH, ketika kontak dengan ALAM DUNIA itulah adanya NYAWA,
NYAWA adalah DARAH ada di bawah KULIT di atas permukaan DAGING, adanya NAFAS adalah adanya HIDUP, adanya HIDUP adalah karena adanya DZAT dan SIFAT.
- - - - - - -
1. RUH SULTHONIYAH
(HAK ALLAH)
Tempatnya di HATI, jika RUH ini keluar dari JASAD, Manusia akan mengalami KEMATIAN (Nafas)
2. RUH RUHANIYAH
(HAK RASULULLAH)
Tempatnya di DADA (Jantung) dan pada 360 sendi (Malaikat Muqqorobin di setiap sendi) = 360 hari, BADANIYAH bukan RAGA, Satu BADAN Satu ATAP (Menyeluruh)
3. RUH MAKODIYAHRUH
ini yang suka meninggalkan JASAD, termasuk MIMPI, Mimpi yang benar adalah kita bisa Mengingatnya dan Menceritakannya dengan jelas, Walaupun kejadian mimpinya sudah lama.
4. RUH DINNIYAH/JASADIYAH
Berdirinya ISLAM, Fitrah diri/Fitrah AGAMA, RUH SAMAWI Di proses melalui ILMU, bertemu dengan :->
5. RUHUL QUDUS RASULULLAH SHALALLAHU 'ALAIHI WASSALAM.
- - - - - - -
1. RUH SULTHONIYAH ;
INJIL ; PENCIUMAN
2. RUH MAKODIYAH ;
TAURAT ; PENDENGARAN
3. RUH DINNIYAH ;
AL-QUR'AN ; PENGLIHATAN
4. RUH RUHANIYAH;
ZABUR ; PERKATAAN.
- - - - - - -
Hakikat NYAWA adalah RASA JASMANI,
olahan dari API - ANGIN - AIR - BUMI Pada waktu itu MATA terbuka belum bisa MELIHAT,
TELINGA belum bisa MENDENGAR,
HIDUNG belum bisa MENCIUM,
MULUT belum bisa BERKATA,
hanya ada SUARANYA saja, setelah diberi Asi atau makanan apa saja yang berasal dari SARIPATI API, ANGIN, AIR dan BUMI, maka dari SARIPATI yang EMPAT ini, menjadi NUR DARAH yang EMPAT macam :
1. ALIF - NUR DARAH MERAH
dari Saripati API, adanya pada DAGING, membesarkan dagingnya bayi, hawanya keluar melalui Telinga hingga bisa Mendengar.
(RUHUS SAMMA' = RASA PENDENGARAN)
2. LAM - NUR DARAH KUNING
dari Saripati ANGIN,adanya pada SUMSUM, membesarkan sumsum bayi, hawanya keluar melalui Hidung hingga bisa Mencium dan Merasa.
(RUHUN NAFASI = RASA PENCIUMAN)
3. LAM - NUR DARAH PUTIH
dari Saripati AIR,adanya pada TULANG, membesarkan tulang bayi, hawanya keluar melalui MATA hingga bisa MELIHAT.
(RUHUL BASHAR = RASA PENGLIHATAN)
4. HA - NUR DARAH HITAM
dari Saripati BUMI,adanya pada KULIT, membesarkan kulitnya bayi, hawanya keluar melalui Lidah (Mulut) hingga bisa Berbicara.
(RUHUL KALAMI = RASA PERKATAAN)
Di proses melalui Ilmu, bertemu dengan :->
5. NUR DARAH BENING
Setelah bayi membesar kulitnya, membesar dagingnya, membesar tulangnya, membesar (banyak) sumsumnya, maka keluarlah hawanya,
Yaitu nafsu yang empat :
1. NAFSU AMARAH berdomisili pada TELINGA
2. NAFSU SUFIAH berdomisili pada MATA
3. NAFSU LAWAMMAH berdomisili pada LIDAH
4. NAFSU MUTHMAINAH berdomisili pada HATI Datangnya NAFSU Yaitu keinginan pada waktu di beri ASI, rasa menjadi kontak dengan gulungan API - ANGIN - BUMI - AIR, sebab itulah adanya Air susu Asal dari yang EMPAT, buktinya adalah makanan yang di makan oleh Ibu, sebab jika Ibunya tidak makan apa-apa, tidak akan ada Air susu, ketika mulut bertemu dengan Air susu, tentu ada rasa, rasa enak dan manis, terasa yang enak, sampai ingin lagi tidak mau telat, kalau telat suka ngambek dan menjerit, semua terjadi karena adanya pertemuan / kontak, bukti kontaknya Ibu dan Bapak keluarlah seorang bayi dari Alam Rahim dengan hidupnya, bertemulah hawa Bathin dan Dhohir, ketika kontak dengan ALAM DUNIA adanya NYAWA.
SIFAT NYAWA Yaitu NAFAS,
HAKIKATNYA NYAWA, RASA
adalah BUKTINYA, ketika RASA
kontak dengan makanan maka akan menjadi NAFSU dan banyak kemauan sudah pasti, dan bibit dari pada kemauan adalah karena tadi sudah merasakan Air susu itu enak di rasakannya.Ada enak sudah pasti ada tidak enak.
MURAKOBAH enak dan tidak enak sudah tentu, kepada telinga, mata, kepada penciuman begitu juga, sudah pasti ada enak dan tidak enak, bukti di pendengaran juga begitu, ada yang enak di dengar, ada yang tidak enak di dengar sehingga menimbulkan amarah.Jika pendengaran kontak dengan suara yang jelek, kejadiannya menjadi rasa tidak enak, begitu juga jika kontak dengan suara yang baik akan menimbulkan enak, seterusnya begitu. Di mata pun bukti, ada enak di lihat dan tidak enak di lihat, malah ada penglihatan yang suka menimbulkan amarah. Matapun tergantung kontaknya dengan sifat, sifat yang baik dan yang buruk, jika baik maka akan menjadi enak, di penciuman pun begitu ada enak dan tidak enak, sama dengan pendengaran. Semuanya itu adalah bukti dari adanya segala
KEINGINAN. SIFAT RASA BAIK dan SIFAT RASA BURUK.
- - - - - - -
AKIL BALIGH - BERAKAL - MERDEKA
"TIDAK ADA TUHAN SELAIN AKU.AKULAH HAKIKAT DZAT YANG MAHA SUCI, YANG MELIPUTI SIFAT-KU, YANG MENYERTAI ASMA-KU,DAN YANG MENANDAI AF'AL(PERBUATAN-PERBUATANKU)"
(DZAT ; dibaca DAT bukan Zat dan bukan Zat ciptaan-Nya)
"SESUNGGUHNYA AKU INI ADALAH ALLAH, TIDAK ADA TUHAN (yang hak) SELAIN AKU, MAKA SEMBAHLAH AKU DAN DIRIKANLAH SHALAT UNTUK MENGINGATKU"
(QS.At-Thaahaa: 14)
AKU = DZAT/Nurullah, SIFAT LAISA KAMISHLIHI SYAIUN, Dzat yang tidak dapat diserupai oleh sesuatu apapun, tidak ada umpamanya.
-BILLA HAEFFIN, Artinya tak berwarna dan tak berupa, tidak merah tidak hitam, tidak gelap tidak pula terang.
-BILLA MAKANIN, Artinya tidak berarah tidak bertempat, tidak di barat tidak di timur, tidak di utara maupun di selatan, tidak di atas maupun di bawah.
DZAT yang berdiri sendiri tanpa adanya ketergantungan kepada mahluk lain ciptaan-Nya, berbeda dengan manusia yang membutuhkan Allah, untuk bisa selamat di kehidupan Dunia dan Akhirat, adanya Alam semesta, Dunia, Arasy, Malaikat, Idajil/Azazil, Iblis, Setan, Jinn dan Manusia, dan semua ciptaan-Nya yang ada, adalah karena akibat dari adanya Dzat Yang Maha Suci..
- - - - - - -
1. ALAM AHADIYAT
Sebelum Allah SWT menciptakan Alam-Alam, termasuk Alam Semesta, Arasy, Bumi dan Langit beserta isinya, yang ada hanyalah Dzat di Kesunyian Sejati Martabat Yang Maha Suci, Alam Tunggal Sejati.
2. ALAM WAHDAT
Dari DZAT di kesunyian sejati kemudian melahirkan SIFAT Yaitu LAISA KAMISHLIHI SYAIUN, bukti adanya JAUHAR AWWAL RASULULLAH atau samudra HIDUP, pohon NYAWA, WADAH Amal, Kubur sejati, hidupnya segala rupa, seluruh isi TUJUH LAPIS BUMI dan TUJUH LAPIS LANGIT, Asalnya Yaitu dari CAHAYA yang satu, Yaitu JAUHAR AWWAL RASULULLAH atau RUH ILMU RASULULLAH utusan Maha Agung. DZAT/NURULLAH yang menjadikan Alam Dunia dan isinya, TIDAK PISAH dan TIDAK JAUH, DZAT dan SIFAT.Sifat = Jauhar Awwal Rasulullah = Hakikat Muhammad (Ruh Ilmu Rasulullah) atau disebut SEJATINYA SYAHADAT, Yaitu syahadatnya DZAT dan SIFAT, Ahadiat dan Wahdat, sudah tidak pisah.
Ibarat ; MATA dan PENGLIHATAN DZAT dan SIFAT adalah PASTI. TIDAK AKAN ADA SIFAT, JIKA TIDAK ADA DZAT, begitupun sebaliknya. JAUHAR AWWAL RASULULLAH Yaitu Cahayanya Allah.
Keadaan di yaitu Nur Ilmu Rasulullah sinarnya Yang Empat rupa dari Jauhar Awwal Rasulullah. Dzat Sifat-Nya Allah sifatnya sangat halus, mengeluarkan cahaya empat rupa ;
MERAH, KUNING, PUTIH, HITAM disebut NUR ILMU RASULULLAH (Nur Muhammad) Yaitu Hakikat Adam bibit untuk Alam Dhohir atau Asmanya Allah,
yang empat menjadi lafadz ;
ALIF - LAM - LAM - HA, tadinya adalah Asma ALLAH.
Di alam ketiga Yaitu
3. ALAM WAHIDIYAT,
DZAT yang pertama disebut, dua SIFAT, barulah ASMA nomer tiga, kenyataannya sesudah adanya NUR ILMU RASULULLAH atau Hakikat Adam, yang tiga bergulung jadi satu ;
ALLAH - MUHAMMAD - ADAM =
"WA NAHNU AQROBBU ILAIHI MIN HABLIL WARID" =
Sifat -sifat diri
4. ALAM ILMU
di telusuri dari kenyataan DZAT, SIFAT, dan ASMA ALLAH, yang keempatnya AF'AL Maha Suci, Yaitu Alam Ilmu,
API - ANGIN - AIR - BUMI disebut ARWAH yang menjadikan RUH dan DARAH, bibit ADAM Manusia, jadi, Api, Angin, Air, Bumi adalah dari sinarnya Nur Ilmu Rasulullah, AFALNYA ALLAH Yang Maha Agung, buktinya kekuasaan ALLAH adalah adanya Alam Dunia dari Nur Ilmu Rasulullah cahaya yang empat.
- Cahaya MERAH sinarnya menjadi API
-Cahaya KUNING sinarnya menjadi ANGIN
-Cahaya PUTIH sinarnya menjadi AIR
-Cahaya HITAM sinarnya menjadi BUMI
Dari cahaya empat rupa itu, dihidupkan oleh sinarnya Matahari, sifatnya yaitu terang, jika di dunia tidak ada terang, manusia dan tumbuhan akan mati, akan tetapi Matahari tadi tidak akan terang, jika tidak terkena sinar Dzat Sifat-Nya, tidak ada bedanya lahir dan baathin, di dhohirnya menjadi nyata,
API, ANGIN, AIR, BUMI
Menjadi ASMA ALLAH
Yaitu ALIF-LAM-LAM-HA.
Matahari bisa terang, yaitu yang menjadi Tasjidnya, yang menghidupkan semua, di dunia juga pasti ada Asmanya Yang Maha Agung, satu cukup untuk semua, sifatnya meliputi.
5. ALAM AJSAM
adalah Nyatanya JASAD manusia berasal dari BUMI, AIR, API, ANGIN, SYARIATNYA terasa, semuanya dari proses NABATI dan HEWANI, tanaman yang ditanam menjadi besar karena adanya unsur bumi, api, air, angin, tidak ada unsur yang kurang satupun.
Kejadian di diri manusia, Yaitu kulit, daging, tulang, sumsum menjadi nafsu empat rupa :
1. NAFSU AMARAH dari DAGING hawanya keluar melalui TELINGA
2. NAFSU LAWWAMAH dari SUMSUM hawanya keluar menuju MATA
3. NAFSU SUFIAH dari KULIT hawanya keluar menuju MULUT
4. NAFSU MUTHMAINAH dari TULANG hawanya keluar menuju HIDUNG.
6. ALAM MITSAL
diwajibkan oleh Maha Suci, manusia harus ikhtiar, harus mencari ilmu, untuk mengetahui asal, asal jasad waktu di QADIM, Yaitu yang empat tadi. Nur ilmu Rasulullah, MERAH, KUNING, PUTIH, HITAM, Asalnya JASAD manusia, jika manusia sudah kenal kepada empat perkara, dengan yakin dan di dasari ilmu yang HAQ, itulah Alam Mitsal, Yaitu Ma'rifat kepada Alam tadi.
7. INSAN KAMIL
adalah sudah MA'RIFAT kepada DZAT SIFAT Yang AGUNG, Yaitu JAUHAR AWWAL Rasulullah, sejatinya Syahadat, sejatinya Iman, bibit NYAWA semuanya.
INSAN KAMIL Artinya manusia sempurna (mukmin sejati) sudah sampai kepada asal, yaitu samudra hidup, kesempurnaan nyawa, pasti bisa pulang kepada asalnya yang dahulu, asal dari Allah kembali kepada Allah, Allah sudah janji, kepada siapapun manusia yang tahu, yang MA'RIFAT kepada Dzat Maha Suci, sewaktu di dunia, terus sampai ke Akhirat, tidak akan pisah dengan Dzat Yang Maha Agung, jika buta waktu di dunia, maka di Akhirat akan lebih buta lagi, tidak akan bertemu dengan terang, gelap sudah pasti karena tidak bisa melihat Dzat Yang Maha Agung, sewaktu gelap sudah pasti Neraka, karena di dunia tidak mencari ilmu dan ibadah, sibuk mengantar NAFSU DHOHIR.
Ibarat ;
MATA dan PENGLIHATAN TIDAK PISAH dan TIDAK JAUH Syahadatnya DZAT dan SIFAT, AHADIYAT dan WAHDAT. Ilustrasi :
DI LUAR NAMA :
- DZATTULLAH
Yaitu disebut Alam, inilah yang memangku/menopang Alam Dunia
- SIFATULLAH
Adalah Nur Ruh Ilmu Rasulullah seluas langit, tidak ada yang keluar dari DZAT SUCI, semuanya terliputi oleh satu cahaya.
- ASMATULLAH
Adalah Api, Air, Angin, Bumi, Asma yang Agung. Satu, cukup untuk semua, Api, Air, Angin, Bumi menjadi huruf ALIF - LAM - LAM - HA.
- AF'ALULLAH
Yaitu hawa yang menghidupkan bumi dan isinya
DI DIRI MANUSIA :
- DZATULLAH
Nyatanya di diri, buktinya adalah sekujur badan, yang memangku keadaan, segala hal yang menyangkut keadaan pada WUJUD
- SIFATULLAH
Nyatanya adalah rupa, rupa manusia tidak ada yang sama dengan manusia lainnya, hanya satu di alam dunia, tawilnya adalah ALLAH HANYA SATU.
- ASMATULLAH
Yang bukti di badan adalah ;
KULIT, DAGING, TULANG, SUMSUM,
menjadi lafadz Asma Allah yaitu ;
ALIF - LAM - LAM - HA.
- AF'ALULLAH
Yaitu geraknya WUJUD, semuanya diringkas kepada yang empat rupa, Nyatanya DZATULLAHI, Yaitu perkataan, sebab perkataanlah yang menjadikan semuanya, Yaitu keramaian Alam dhohir, adanya kemauan manusia, sehingga menjadi bukti dengan adanya gedung, rumah, mobil dll karena adanya bibit dari DZAT.
- - - - - - -
Dari Ibn Abbas r.a., dari Nabi Shalallahu 'alaihi wassalam. sabdanya :
"FIKIRKANLAH MENGENAI SEGALA APA YANG DI CIPTAKAN ALLAH, TETAPI JANGANLAH KAMU MEMIKIRKAN TENTANG DZAT ALLAH.."
(HR Abu Syeikh)
Abu Dzar r.a., dari Nabi Shalallahu 'alaihi wassalam. sabdanya :
"FIKIRKANLAH MENGENAI SEGALA MAKHLUK ALLAH, DAN JANGANLAH KAMU MEMIKIRKAN TENTANG DZAT ALLAH, KARENA YANG DEMIKIAN MENYEBABKAN KAMU BINASA (DALAM KESESATAN)"
(HR Abu Syeikh)
"FIKIRKANLAH OLEHMU SIFAT ALLAH DAN JANGAN KAMU MEMIKIRKAN AKAN DZAT-NYA. ALLAH MELIPUTI SEGALA SESUATU"
(Al-Fushilat : 54)
"ALLAH MENYATAKAN BAHWASANNYA TIDAK ADA TUHAN MELAINKAN DIA (yang berhak disembah), YANG MENEGAKKAN KEADILAN. PARA MALAIKAT DAN ORANG-ORANG YANG BERILMU JUGA MENYATAKAN YANG DEMIKIAN.TAK ADA TUHAN MELAINKAN DIA (yang berhak disembah) YANG MAHA PERKASA MAHA BIJAKSANA."
(Ali-Imran:18)
"WA KAWA 'IDUL IMANI, WAJIBUL WAJIB"
- - - - - - -
Semua umat Allah wajib marifat, harus tahu kepada iman sejati, iman yang satu Yaitu kepada
DZAT MAHA SUCI..
SIFAT LAISA KAMISHLIHI SYAIUN adalah JAUHAR AWWAL RASULULLAH, TANDA KENYATAAN ADANYA DZAT.
JAUHAR AWWAL RASULULLAH isinya adalah RUH ILMU RASULULLAH, yang Awwal Akhir di ciptakan oleh Allah.
AINAL YAKIN dengan ILMU, supaya bisa pulang, pulang kembali kepada Dzat, hakikatnya manusia berasal dari Dzat, akan tetapi manusia tidak perlu tahu kepada Dzat, tetapi carilah utusan Dzat, yang disebut Jauhar Awwal Rasulullah, inilah jalan pulang yang sempurna.
- - - - - - -
"ILLA ANNA AWALLA' NAFSA FARDHU 'AIN"
Pertama hal ibadah adalah tahu kepada sejatinya hidup, sifat hidup harus di dapat, diri yang mana yang harus di cari? Apakah jasmani yang terlihat? Yang harus dicari adalah badan Ruhani atau Jiwa. Sejatinya syahadat adalah bibit segala rupa yaitu Jauhar Awwal (Ruh Ilmu Rasulullah) Samudra Ilmu dan Kehidupan.
"RU'YATULLAHI TA'ALA FI DUNYA BI'AINIL QOLBI"
Melihat Hakikat Allah Ta'ala di Dunia oleh mata Baathin. Bila QALBU manusia sudah dianugrahi Sifat Nur Ilmu Rasulullah, QALBUNYA bisa dipakai untuk tempat melihat kepada Allah Ta'ala melalui mata Baathin karena sudah diberitahu oleh Sifat Nur Ilmu Rasulullah, sehingga bisa merasakan ni'mat dari Dunia sampai di Akhirat, sudah tidak merasakan berpisah dengan Sifat Nur Ilmu Rasulullah, lantaran WUJUD itu. Siang dan malam QALBU ditempati oleh Sifat Nur Ilmu Rasulullah untuk melihat Allah Ta'ala,
Melalui jalan SYARIAT, THAREKAT, HAKIKAT dan MA'RIFAT, Ilmu Tauhid, Ilmu Fiqih, Ushul Fiqih dan Ilmu Tasawuf.
"RU'YATULLAHI TA'ALA BILAKHIROTI BI'AINIL ARSI"
Melihat Allah di Akhirat, tentu sama mata, tidak salah lagi, sebab sudah bersatu seperti gula dan manisnya. Wajib hukumnya mencari tahu diri, diri yang sejati, diri manusia, sebenar-benarnya diri..
- - - - - - -
Cahaya empat rupa adalah : - NARUN (Merah)
- HAWAUN (Kuning)
- MA'UN (Putih)
- TUROBUN (Hitam)
- - - - - - -
Yaitu badan ruhani (jiwa), inilah yang harus ketemu, jasmani harus hilang, tapi jangan hilang tanpa sebab, hilangnya harus terganti oleh cahaya empat rupa (Sifat Nur Ilmu Rasulullah) hilangnya badan jasmani, harus terganti oleh badan ruhani.
Jas artinya adalah baju, mani adalah badan ruhani, baju adalah bungkus, bungkusnya ruhani, manusia tidak akan mendapatkan hasil, jika hanya mengetahui badan nyata saja, harus di buka dulu bajunya, supaya bisa ketemu dengan isinya, badan jasmani adalah hijabnya kepada Yang Maha Suci, jika tidak hilang wujudnya dulu, maka isinya tidak akan ketemu, diibaratkan kucing, maksud kucing hendak ngintip tikus keluar dari liangnya, tapi kucingnya diam di depan liang tikus, akhirnya tikus malah mati karena tidak bisa keluar, tentu saja tidak akan hasil, kucing diibaratkan jasad, tikus ibarat yang Latif, tidak akan ketemu jika rasa jasad tidak hilang.
Jika kucing menginginkan agar tikusnya keluar dari liang, tentu saja kucing harus pergi menjauhi liang tikus, barulah tikusnya keluar, sama seperti di diri manusia, jika ingin Ma'rifat kepada Dzat Allah Ta'ala, harus merasa pasti, merasakan bahwa manusia tidak memiliki jasad.
- - - - - - -
- RASA JASMANI harus hilang, terganti oleh Rasa Rasulullah (SIFAT NUR ILMU) ; Ladun Qolbin Salim ; Ladunni ; Hati yang selamat.
- RASA NIKMAT Yang SEJATI (Ni'mat Islam, Ni'mat Iman) karena saking NIKMATNYA melihat kepada DZAT MAHA AGUNG, tentu merasa hilang DUNIA dan JASMANI (Iman Akhirat, Rasa Akhirat)
- - - - - - -
"WAMAN ARROFFA NAFSAHU, FAQOD AROFFA RABBAHU, MAN AROFFA RABBAHA, FAQOD JAHILAN NAFSAH"
"LAHAULA WALA QUWWATA, ILLA BILLAHIL ALIYIL 'ADZHIM" . .
(Barang siapa mengenal dirinya, maka ia mengenal Tuhannya, barang siapa mengenal Tuhannya pastilah bodoh dirinya) …
- - - - - - -
Shalat sejatinya adalah ketika waktu Nafi Isbat bergulung, menerapkan Muhammad AF'AL. TA'UDZ dan BISMILLAH untuk berlindung kepada Yang Maha Agung, disinilah adanya kebersamaan, yang empat bersatu, hilangnya DUNIA dan WUJUD, bertemu dengan WUJUD Agama, barulah dikatakan Islam jika sudah ketemu kepada sejatinya Agama/Ruh Samawi (Fitrah Agama) Yaitu hidup manusia, tentu wajib hukumnya, untuk tahu kepada sejatinya Agama, agar ibadah menjadi sah, tahu bibit rukun Islam, rukunnya yang empat di badan :
1. PENGLIHATAN
2. PENDENGARAN
3. PENCIUMAN
4. PERKATAAN
Yang ke LIMA adalah RASA RASULULLAH (penguasa RASA) jadi hakikatnya SHOLAT adalah WUJUD rupa DIRI / WUJUD INSAN.
"AS-SHALATUL MI'RAJUL MU'MININ",
(Shalat itu adalah mi'rajnya orang-orang mukmin).
- - - - - - -
IHKROM - MI'RAJ - MUNAJAT - TUBADIL
Artinya adalah SHOLAT SEJATI,
- SYARIATNYA ada di MEKKAH, ketika orang pergi Haji,
- HAKIKATNYA ada di pulau Jawa. IHKROM
Bersiap-siap, menyiapkan tekad sebelum pergi, ibarat burung niat ingin terbang, sayapnya sudah dibentangkan tapi tidak dikepakkan.
MI'RAJ
Jika sudah dengan terbang dan melayang, sudah meninggalkan Alam Dunia, lupa kepada Alam Dhohir.
MUNAJAT
Sudah mau sampai ke Alam Baathin.
TUBADIL
Sudah sampai kepada yang yang dituju, yaitu Baitullah suci, Baitullah sejati, bukan di Utara, bukan di Selatan, tidak di Timur dan di Barat
(Billa haefin, Billa makanin) inilah yang di maksud hakikat KA'BAH atau KUBAH (rongga dada manusia) I'TIQOD (tidak terkena rusak) kiblat NYAWA yang sempurna Yaitu DZAT Yang Maha Agung, sifatnya cahaya padang halus, terang benderang atau Jauhar Awwal Rasulullah, samudra ilmu dan hidup, kiblat waktu wafat.
Bertemunya ;
ASHHADU = Allah dan
WA ASHHADU = Diri Manusia
(Ghoib)
Sebab itu kiblat wafat wajib harus di ketemukan, jika tidak ketemu dikhawatirkan jadi gentayangan, nyawa tidak sampai kepada asalnya dahulu, pantas adanya Neraka yaitu siksaan diri, sebab tidak menemukan jalan pulang yang sempurna, mumpung di dunia harus bersungguh-sungguh mencari jalannya wafat, agar nyawa bisa pulang, BAB IBADAH sudah ada patokan yaitu Al-Qur'an dan Hadist, sudah mencukupi, tinggal bersungguh-sungguh menghafal dan prakteknya, kalau jalan mati, itu lain aturan, itu adalah penghujung, ujungnya harus wafat yang ibadah dan yang tidak, semua manusia akan mengalami kematian, syariatnya sama, ada sekaratnya…
- - - - - - -
Sayyidina Ali r.a. pernah ditanya oleh seorang sahabatnya bernama Zi'lib Al-Yamani, "Apakah Anda pernah melihat Tuhan?"
Beliau menjawab, "Bagaimana saya menyembah yang tidak pernah saya lihat?"
"Bagaimana Anda melihat-Nya?" tanyanya kembali.
Sayyidina Ali r.a. menjawab, "Dia tak bisa dilihat oleh mata dengan pandangan manusia yang kasat, tetapi bisa dilihat oleh hati dengan Hakikat Keimanan ".
- - - - - - -
Jika manusia yang MA'RIFAT, MUTAJILAH sudah pasti, sebab menjirimkan Allah terlihat oleh mata kepala, yang berarti ada dua diri, Allah adalah NAFI ISBAT, ada Isbat hilang Nafi, ada Nafi hilang Isbat, -ISBAT adanya pasti, WUJUD JASMANI,
- NAFI adanya JIWA, untuk NAFI ISBAT-NYA harus tidak ada.
- - - - - - -
SIFAT NUR ILMU RASULULLAH adalah JAUHAR LATIF.
Cahaya halus yang menghidupkan WUJUD manusia, matahari dalam WUJUD JAGAD SHAGIQ, yang tidak terlihat oleh mata kepala, dan hanya bisa di lihat dengan MATA BAATHIN.
AL - ILMU NURULLAH :
Ilmu Sifat untuk mengabdikan diri kepada Allah dan Rasulullah, Ilmu Sifat tidak akan samar, wangi bunga rose tidak akan tertukar dengan wangi bunga melati.
'AIN ;
Iliyin tempat tertinggi yang bisa di capai oleh orang berilmu. Ilmu Ladunni/Ilmu Sifat, Yaitu pengetahuan yang diperoleh melalui proses kegiatan pengamalan, mulai dari mandi, shalat, wirid, baca Qur'an dll.
Melalui jalan SYARIAT, THARIKAT, HAKIKAT dan MA'RIFAT.
- - - - - - -
Tuhan hanya bisa dikenal jika Dia sendiri berkehendak untuk dikenali. Tidak ada manusia yang bisa langsung Ma'rifat kepada Allah Ta'ala, kecuali Nabi Muhammad SAW melihat langsung dan berdialog dengan Allah Ta'ala.
Sifat Nur Ilmu ini akan menerangi QALBU, BATHIN, HATI dan RUH, SIRR Nya berperan menyingkap TABIR Hakikat dan mengenal akan Allah Ta'ala.
Hakikat akan diketahui apabila seseorang giat mendalami pengetahuan tentang hakikat melalui proses pengamalan, KHALWAT atau TIRAKAT, MUQAROBAH, MANDI, SHOLAT, WIRID melalui bimbingan Guru Mursyid ; ALLAH, ILMU MA'SUM ; ILMU SYAFA'AT yang bisa memisahkan unsur SIFAT Malaikat (NUR) dan unsur SIFAT Jin (API) pada sel darah, memisahkan baik dan buruk, halal dan haram dll.
Kedua unsur ini tadinya adalah dari satu cahaya.
Seorang guru wajib menguasai 12 pan Ilmu, jika ilmunya tidak Ma'sum, maka dikhawatirkan bangsa mahluk halus akan ikut-ikutan nyusup/masuk ke dalam pengamalan, sehingga seseorang itu tidak merasa bahwa di dalam dirinya sudah di tempati oleh Jinn, merasa berilmu padahal Jin yang mengendalikan. maka ketika berada di Alam Baathin banyak yang tertipu, menyangka bahwa yang bersorban, berjubah putih dan bertongkat dengan rupa yang sangat rupawan di anggap seorang wali, kyai dll. Menyangka bahwa sosok putih bersayap emas adalah malaikat padahal itu adalah Jin Islam dari Irak yang sedang mencari tuannya. Sifat ilmu ini memberikan kesaktian, pengobatan dll, akhirnya di akui datangnya dari Allah, karena tidak bisa membedakan Api dan Nurr. Sifat Nur Ilmu adalah cahaya yang menerangi hati dan mengeluarkannya dari kegelapan serta membawanya untuk menyaksikan sesuatu dalam keadaannya yang asli. Apabila cahaya/latif di diri sudah membuka tirai dan cahaya terang telah bersinar, maka mata baathin dapat memandang kebenaran dan keaslian yang selama ini disembunyikan oleh alam nyata. Semakin terang cahaya Illahi yang diterima oleh hati akan menambah jelas kebenaran yang dapat dilihatnya.
- - - - - - -
Pengetahuan yang diperoleh melalui pandangan mata baathin yang bersumber dari Nur Muhammad/Nur Shalat/Cahaya Awwal/Jauhar Awwal Rasulullah/Ruh Ilmu Rasulullah inilah yang dinamakan Ilmu Ladunni/Ilmu Sifat/Ilmu Syafa'at/Ilmu Shalat.
AL-ILMU nurrul AMAL
AL-AMALU nurrul IMAN
AL-IMANU nurrul QOLBI
AL-QOLBI nurrul MA'RIFATU
AL-MA'RIFATU nurrul IKHLAS
AL-IKHLASU nurrul IMTHINAH.
Pekerjaan dari Bapak dan Ibu, proses NABATI dan HEWANI, HALAL dan HARAM,
Namanya MADI, WADI, MANI, MANIKEM, itulah yang kurang kuat, makanya cepat Mati, WADAHNYA HIDUP, yang kurang kuat adalah MANI, sebab Asal MANI, dari gulungan DARAH, jika darah Ibu dan Bapak, di waktu tadi keluar, darah dalam keadaan tidak sehat, lagi ada penyakit, MANI juga akan tidak sehat, tercampuri oleh penyakit, jadinya tetap jadi, tapi cepat lapuk, umurnya tidak akan bertahan lama, karena sudah keropos tadinya. Darah harus jalan baik, proses NABATI dan HEWANI yang halal agar menghasilkan keturunan yang halal...
Dari asalnya sepi di kesunyian, di Alam sebelum ada, ketika sudah ada di Alam Dunia, mengapa terjadi keributan? Sepi di jaman...
KUN DZAT = HIDUPKUN SIFAT = HATI KUN MUTLAK = KEHIDUPAN(Alam Rahim) Sudah jelas WUJUD RUPA, terjadi keributan di jaman KUN FAYAKUN
Salah jadi Shaleh
Hadas jadi Hadist
Kotor jadi Bersih
Najis jadi Suci (Alam Dunia)
Rupa tidak bisa diganti, itu tandanya
KUN MUTLAK DZAT YANG MAHA AGUNG
Ketika bayi di ALAM RAHIM (di dalam air ketuban) belum ada NYAWA, baru ada HIDUP Yaitu adanya RUH, RASA PENDENGARAN dan NAFSU MUTHMAINAH, dari ALAM RAHIM bayi pindah ke ALAM DUNIA, dan SIFAT Fitrah RUH berubah SIFAT menjadi RUH, ketika kontak dengan ALAM DUNIA itulah adanya NYAWA,
NYAWA adalah DARAH ada di bawah KULIT di atas permukaan DAGING, adanya NAFAS adalah adanya HIDUP, adanya HIDUP adalah karena adanya DZAT dan SIFAT.
- - - - - - -
1. RUH SULTHONIYAH
(HAK ALLAH)
Tempatnya di HATI, jika RUH ini keluar dari JASAD, Manusia akan mengalami KEMATIAN (Nafas)
2. RUH RUHANIYAH
(HAK RASULULLAH)
Tempatnya di DADA (Jantung) dan pada 360 sendi (Malaikat Muqqorobin di setiap sendi) = 360 hari, BADANIYAH bukan RAGA, Satu BADAN Satu ATAP (Menyeluruh)
3. RUH MAKODIYAHRUH
ini yang suka meninggalkan JASAD, termasuk MIMPI, Mimpi yang benar adalah kita bisa Mengingatnya dan Menceritakannya dengan jelas, Walaupun kejadian mimpinya sudah lama.
4. RUH DINNIYAH/JASADIYAH
Berdirinya ISLAM, Fitrah diri/Fitrah AGAMA, RUH SAMAWI Di proses melalui ILMU, bertemu dengan :->
5. RUHUL QUDUS RASULULLAH SHALALLAHU 'ALAIHI WASSALAM.
- - - - - - -
1. RUH SULTHONIYAH ;
INJIL ; PENCIUMAN
2. RUH MAKODIYAH ;
TAURAT ; PENDENGARAN
3. RUH DINNIYAH ;
AL-QUR'AN ; PENGLIHATAN
4. RUH RUHANIYAH;
ZABUR ; PERKATAAN.
- - - - - - -
Hakikat NYAWA adalah RASA JASMANI,
olahan dari API - ANGIN - AIR - BUMI Pada waktu itu MATA terbuka belum bisa MELIHAT,
TELINGA belum bisa MENDENGAR,
HIDUNG belum bisa MENCIUM,
MULUT belum bisa BERKATA,
hanya ada SUARANYA saja, setelah diberi Asi atau makanan apa saja yang berasal dari SARIPATI API, ANGIN, AIR dan BUMI, maka dari SARIPATI yang EMPAT ini, menjadi NUR DARAH yang EMPAT macam :
1. ALIF - NUR DARAH MERAH
dari Saripati API, adanya pada DAGING, membesarkan dagingnya bayi, hawanya keluar melalui Telinga hingga bisa Mendengar.
(RUHUS SAMMA' = RASA PENDENGARAN)
2. LAM - NUR DARAH KUNING
dari Saripati ANGIN,adanya pada SUMSUM, membesarkan sumsum bayi, hawanya keluar melalui Hidung hingga bisa Mencium dan Merasa.
(RUHUN NAFASI = RASA PENCIUMAN)
3. LAM - NUR DARAH PUTIH
dari Saripati AIR,adanya pada TULANG, membesarkan tulang bayi, hawanya keluar melalui MATA hingga bisa MELIHAT.
(RUHUL BASHAR = RASA PENGLIHATAN)
4. HA - NUR DARAH HITAM
dari Saripati BUMI,adanya pada KULIT, membesarkan kulitnya bayi, hawanya keluar melalui Lidah (Mulut) hingga bisa Berbicara.
(RUHUL KALAMI = RASA PERKATAAN)
Di proses melalui Ilmu, bertemu dengan :->
5. NUR DARAH BENING
Setelah bayi membesar kulitnya, membesar dagingnya, membesar tulangnya, membesar (banyak) sumsumnya, maka keluarlah hawanya,
Yaitu nafsu yang empat :
1. NAFSU AMARAH berdomisili pada TELINGA
2. NAFSU SUFIAH berdomisili pada MATA
3. NAFSU LAWAMMAH berdomisili pada LIDAH
4. NAFSU MUTHMAINAH berdomisili pada HATI Datangnya NAFSU Yaitu keinginan pada waktu di beri ASI, rasa menjadi kontak dengan gulungan API - ANGIN - BUMI - AIR, sebab itulah adanya Air susu Asal dari yang EMPAT, buktinya adalah makanan yang di makan oleh Ibu, sebab jika Ibunya tidak makan apa-apa, tidak akan ada Air susu, ketika mulut bertemu dengan Air susu, tentu ada rasa, rasa enak dan manis, terasa yang enak, sampai ingin lagi tidak mau telat, kalau telat suka ngambek dan menjerit, semua terjadi karena adanya pertemuan / kontak, bukti kontaknya Ibu dan Bapak keluarlah seorang bayi dari Alam Rahim dengan hidupnya, bertemulah hawa Bathin dan Dhohir, ketika kontak dengan ALAM DUNIA adanya NYAWA.
SIFAT NYAWA Yaitu NAFAS,
HAKIKATNYA NYAWA, RASA
adalah BUKTINYA, ketika RASA
kontak dengan makanan maka akan menjadi NAFSU dan banyak kemauan sudah pasti, dan bibit dari pada kemauan adalah karena tadi sudah merasakan Air susu itu enak di rasakannya.Ada enak sudah pasti ada tidak enak.
MURAKOBAH enak dan tidak enak sudah tentu, kepada telinga, mata, kepada penciuman begitu juga, sudah pasti ada enak dan tidak enak, bukti di pendengaran juga begitu, ada yang enak di dengar, ada yang tidak enak di dengar sehingga menimbulkan amarah.Jika pendengaran kontak dengan suara yang jelek, kejadiannya menjadi rasa tidak enak, begitu juga jika kontak dengan suara yang baik akan menimbulkan enak, seterusnya begitu. Di mata pun bukti, ada enak di lihat dan tidak enak di lihat, malah ada penglihatan yang suka menimbulkan amarah. Matapun tergantung kontaknya dengan sifat, sifat yang baik dan yang buruk, jika baik maka akan menjadi enak, di penciuman pun begitu ada enak dan tidak enak, sama dengan pendengaran. Semuanya itu adalah bukti dari adanya segala
KEINGINAN. SIFAT RASA BAIK dan SIFAT RASA BURUK.
- - - - - - -
AKIL BALIGH - BERAKAL - MERDEKA
"TIDAK ADA TUHAN SELAIN AKU.AKULAH HAKIKAT DZAT YANG MAHA SUCI, YANG MELIPUTI SIFAT-KU, YANG MENYERTAI ASMA-KU,DAN YANG MENANDAI AF'AL(PERBUATAN-PERBUATANKU)"
(DZAT ; dibaca DAT bukan Zat dan bukan Zat ciptaan-Nya)
"SESUNGGUHNYA AKU INI ADALAH ALLAH, TIDAK ADA TUHAN (yang hak) SELAIN AKU, MAKA SEMBAHLAH AKU DAN DIRIKANLAH SHALAT UNTUK MENGINGATKU"
(QS.At-Thaahaa: 14)
AKU = DZAT/Nurullah, SIFAT LAISA KAMISHLIHI SYAIUN, Dzat yang tidak dapat diserupai oleh sesuatu apapun, tidak ada umpamanya.
-BILLA HAEFFIN, Artinya tak berwarna dan tak berupa, tidak merah tidak hitam, tidak gelap tidak pula terang.
-BILLA MAKANIN, Artinya tidak berarah tidak bertempat, tidak di barat tidak di timur, tidak di utara maupun di selatan, tidak di atas maupun di bawah.
DZAT yang berdiri sendiri tanpa adanya ketergantungan kepada mahluk lain ciptaan-Nya, berbeda dengan manusia yang membutuhkan Allah, untuk bisa selamat di kehidupan Dunia dan Akhirat, adanya Alam semesta, Dunia, Arasy, Malaikat, Idajil/Azazil, Iblis, Setan, Jinn dan Manusia, dan semua ciptaan-Nya yang ada, adalah karena akibat dari adanya Dzat Yang Maha Suci..
- - - - - - -
1. ALAM AHADIYAT
Sebelum Allah SWT menciptakan Alam-Alam, termasuk Alam Semesta, Arasy, Bumi dan Langit beserta isinya, yang ada hanyalah Dzat di Kesunyian Sejati Martabat Yang Maha Suci, Alam Tunggal Sejati.
2. ALAM WAHDAT
Dari DZAT di kesunyian sejati kemudian melahirkan SIFAT Yaitu LAISA KAMISHLIHI SYAIUN, bukti adanya JAUHAR AWWAL RASULULLAH atau samudra HIDUP, pohon NYAWA, WADAH Amal, Kubur sejati, hidupnya segala rupa, seluruh isi TUJUH LAPIS BUMI dan TUJUH LAPIS LANGIT, Asalnya Yaitu dari CAHAYA yang satu, Yaitu JAUHAR AWWAL RASULULLAH atau RUH ILMU RASULULLAH utusan Maha Agung. DZAT/NURULLAH yang menjadikan Alam Dunia dan isinya, TIDAK PISAH dan TIDAK JAUH, DZAT dan SIFAT.Sifat = Jauhar Awwal Rasulullah = Hakikat Muhammad (Ruh Ilmu Rasulullah) atau disebut SEJATINYA SYAHADAT, Yaitu syahadatnya DZAT dan SIFAT, Ahadiat dan Wahdat, sudah tidak pisah.
Ibarat ; MATA dan PENGLIHATAN DZAT dan SIFAT adalah PASTI. TIDAK AKAN ADA SIFAT, JIKA TIDAK ADA DZAT, begitupun sebaliknya. JAUHAR AWWAL RASULULLAH Yaitu Cahayanya Allah.
Keadaan di yaitu Nur Ilmu Rasulullah sinarnya Yang Empat rupa dari Jauhar Awwal Rasulullah. Dzat Sifat-Nya Allah sifatnya sangat halus, mengeluarkan cahaya empat rupa ;
MERAH, KUNING, PUTIH, HITAM disebut NUR ILMU RASULULLAH (Nur Muhammad) Yaitu Hakikat Adam bibit untuk Alam Dhohir atau Asmanya Allah,
yang empat menjadi lafadz ;
ALIF - LAM - LAM - HA, tadinya adalah Asma ALLAH.
Di alam ketiga Yaitu
3. ALAM WAHIDIYAT,
DZAT yang pertama disebut, dua SIFAT, barulah ASMA nomer tiga, kenyataannya sesudah adanya NUR ILMU RASULULLAH atau Hakikat Adam, yang tiga bergulung jadi satu ;
ALLAH - MUHAMMAD - ADAM =
"WA NAHNU AQROBBU ILAIHI MIN HABLIL WARID" =
Sifat -sifat diri
4. ALAM ILMU
di telusuri dari kenyataan DZAT, SIFAT, dan ASMA ALLAH, yang keempatnya AF'AL Maha Suci, Yaitu Alam Ilmu,
API - ANGIN - AIR - BUMI disebut ARWAH yang menjadikan RUH dan DARAH, bibit ADAM Manusia, jadi, Api, Angin, Air, Bumi adalah dari sinarnya Nur Ilmu Rasulullah, AFALNYA ALLAH Yang Maha Agung, buktinya kekuasaan ALLAH adalah adanya Alam Dunia dari Nur Ilmu Rasulullah cahaya yang empat.
- Cahaya MERAH sinarnya menjadi API
-Cahaya KUNING sinarnya menjadi ANGIN
-Cahaya PUTIH sinarnya menjadi AIR
-Cahaya HITAM sinarnya menjadi BUMI
Dari cahaya empat rupa itu, dihidupkan oleh sinarnya Matahari, sifatnya yaitu terang, jika di dunia tidak ada terang, manusia dan tumbuhan akan mati, akan tetapi Matahari tadi tidak akan terang, jika tidak terkena sinar Dzat Sifat-Nya, tidak ada bedanya lahir dan baathin, di dhohirnya menjadi nyata,
API, ANGIN, AIR, BUMI
Menjadi ASMA ALLAH
Yaitu ALIF-LAM-LAM-HA.
Matahari bisa terang, yaitu yang menjadi Tasjidnya, yang menghidupkan semua, di dunia juga pasti ada Asmanya Yang Maha Agung, satu cukup untuk semua, sifatnya meliputi.
5. ALAM AJSAM
adalah Nyatanya JASAD manusia berasal dari BUMI, AIR, API, ANGIN, SYARIATNYA terasa, semuanya dari proses NABATI dan HEWANI, tanaman yang ditanam menjadi besar karena adanya unsur bumi, api, air, angin, tidak ada unsur yang kurang satupun.
Kejadian di diri manusia, Yaitu kulit, daging, tulang, sumsum menjadi nafsu empat rupa :
1. NAFSU AMARAH dari DAGING hawanya keluar melalui TELINGA
2. NAFSU LAWWAMAH dari SUMSUM hawanya keluar menuju MATA
3. NAFSU SUFIAH dari KULIT hawanya keluar menuju MULUT
4. NAFSU MUTHMAINAH dari TULANG hawanya keluar menuju HIDUNG.
6. ALAM MITSAL
diwajibkan oleh Maha Suci, manusia harus ikhtiar, harus mencari ilmu, untuk mengetahui asal, asal jasad waktu di QADIM, Yaitu yang empat tadi. Nur ilmu Rasulullah, MERAH, KUNING, PUTIH, HITAM, Asalnya JASAD manusia, jika manusia sudah kenal kepada empat perkara, dengan yakin dan di dasari ilmu yang HAQ, itulah Alam Mitsal, Yaitu Ma'rifat kepada Alam tadi.
7. INSAN KAMIL
adalah sudah MA'RIFAT kepada DZAT SIFAT Yang AGUNG, Yaitu JAUHAR AWWAL Rasulullah, sejatinya Syahadat, sejatinya Iman, bibit NYAWA semuanya.
INSAN KAMIL Artinya manusia sempurna (mukmin sejati) sudah sampai kepada asal, yaitu samudra hidup, kesempurnaan nyawa, pasti bisa pulang kepada asalnya yang dahulu, asal dari Allah kembali kepada Allah, Allah sudah janji, kepada siapapun manusia yang tahu, yang MA'RIFAT kepada Dzat Maha Suci, sewaktu di dunia, terus sampai ke Akhirat, tidak akan pisah dengan Dzat Yang Maha Agung, jika buta waktu di dunia, maka di Akhirat akan lebih buta lagi, tidak akan bertemu dengan terang, gelap sudah pasti karena tidak bisa melihat Dzat Yang Maha Agung, sewaktu gelap sudah pasti Neraka, karena di dunia tidak mencari ilmu dan ibadah, sibuk mengantar NAFSU DHOHIR.
Ibarat ;
MATA dan PENGLIHATAN TIDAK PISAH dan TIDAK JAUH Syahadatnya DZAT dan SIFAT, AHADIYAT dan WAHDAT. Ilustrasi :
DI LUAR NAMA :
- DZATTULLAH
Yaitu disebut Alam, inilah yang memangku/menopang Alam Dunia
- SIFATULLAH
Adalah Nur Ruh Ilmu Rasulullah seluas langit, tidak ada yang keluar dari DZAT SUCI, semuanya terliputi oleh satu cahaya.
- ASMATULLAH
Adalah Api, Air, Angin, Bumi, Asma yang Agung. Satu, cukup untuk semua, Api, Air, Angin, Bumi menjadi huruf ALIF - LAM - LAM - HA.
- AF'ALULLAH
Yaitu hawa yang menghidupkan bumi dan isinya
DI DIRI MANUSIA :
- DZATULLAH
Nyatanya di diri, buktinya adalah sekujur badan, yang memangku keadaan, segala hal yang menyangkut keadaan pada WUJUD
- SIFATULLAH
Nyatanya adalah rupa, rupa manusia tidak ada yang sama dengan manusia lainnya, hanya satu di alam dunia, tawilnya adalah ALLAH HANYA SATU.
- ASMATULLAH
Yang bukti di badan adalah ;
KULIT, DAGING, TULANG, SUMSUM,
menjadi lafadz Asma Allah yaitu ;
ALIF - LAM - LAM - HA.
- AF'ALULLAH
Yaitu geraknya WUJUD, semuanya diringkas kepada yang empat rupa, Nyatanya DZATULLAHI, Yaitu perkataan, sebab perkataanlah yang menjadikan semuanya, Yaitu keramaian Alam dhohir, adanya kemauan manusia, sehingga menjadi bukti dengan adanya gedung, rumah, mobil dll karena adanya bibit dari DZAT.
- - - - - - -
Dari Ibn Abbas r.a., dari Nabi Shalallahu 'alaihi wassalam. sabdanya :
"FIKIRKANLAH MENGENAI SEGALA APA YANG DI CIPTAKAN ALLAH, TETAPI JANGANLAH KAMU MEMIKIRKAN TENTANG DZAT ALLAH.."
(HR Abu Syeikh)
Abu Dzar r.a., dari Nabi Shalallahu 'alaihi wassalam. sabdanya :
"FIKIRKANLAH MENGENAI SEGALA MAKHLUK ALLAH, DAN JANGANLAH KAMU MEMIKIRKAN TENTANG DZAT ALLAH, KARENA YANG DEMIKIAN MENYEBABKAN KAMU BINASA (DALAM KESESATAN)"
(HR Abu Syeikh)
"FIKIRKANLAH OLEHMU SIFAT ALLAH DAN JANGAN KAMU MEMIKIRKAN AKAN DZAT-NYA. ALLAH MELIPUTI SEGALA SESUATU"
(Al-Fushilat : 54)
"ALLAH MENYATAKAN BAHWASANNYA TIDAK ADA TUHAN MELAINKAN DIA (yang berhak disembah), YANG MENEGAKKAN KEADILAN. PARA MALAIKAT DAN ORANG-ORANG YANG BERILMU JUGA MENYATAKAN YANG DEMIKIAN.TAK ADA TUHAN MELAINKAN DIA (yang berhak disembah) YANG MAHA PERKASA MAHA BIJAKSANA."
(Ali-Imran:18)
"WA KAWA 'IDUL IMANI, WAJIBUL WAJIB"
- - - - - - -
Semua umat Allah wajib marifat, harus tahu kepada iman sejati, iman yang satu Yaitu kepada
DZAT MAHA SUCI..
SIFAT LAISA KAMISHLIHI SYAIUN adalah JAUHAR AWWAL RASULULLAH, TANDA KENYATAAN ADANYA DZAT.
JAUHAR AWWAL RASULULLAH isinya adalah RUH ILMU RASULULLAH, yang Awwal Akhir di ciptakan oleh Allah.
AINAL YAKIN dengan ILMU, supaya bisa pulang, pulang kembali kepada Dzat, hakikatnya manusia berasal dari Dzat, akan tetapi manusia tidak perlu tahu kepada Dzat, tetapi carilah utusan Dzat, yang disebut Jauhar Awwal Rasulullah, inilah jalan pulang yang sempurna.
- - - - - - -
"ILLA ANNA AWALLA' NAFSA FARDHU 'AIN"
Pertama hal ibadah adalah tahu kepada sejatinya hidup, sifat hidup harus di dapat, diri yang mana yang harus di cari? Apakah jasmani yang terlihat? Yang harus dicari adalah badan Ruhani atau Jiwa. Sejatinya syahadat adalah bibit segala rupa yaitu Jauhar Awwal (Ruh Ilmu Rasulullah) Samudra Ilmu dan Kehidupan.
"RU'YATULLAHI TA'ALA FI DUNYA BI'AINIL QOLBI"
Melihat Hakikat Allah Ta'ala di Dunia oleh mata Baathin. Bila QALBU manusia sudah dianugrahi Sifat Nur Ilmu Rasulullah, QALBUNYA bisa dipakai untuk tempat melihat kepada Allah Ta'ala melalui mata Baathin karena sudah diberitahu oleh Sifat Nur Ilmu Rasulullah, sehingga bisa merasakan ni'mat dari Dunia sampai di Akhirat, sudah tidak merasakan berpisah dengan Sifat Nur Ilmu Rasulullah, lantaran WUJUD itu. Siang dan malam QALBU ditempati oleh Sifat Nur Ilmu Rasulullah untuk melihat Allah Ta'ala,
Melalui jalan SYARIAT, THAREKAT, HAKIKAT dan MA'RIFAT, Ilmu Tauhid, Ilmu Fiqih, Ushul Fiqih dan Ilmu Tasawuf.
"RU'YATULLAHI TA'ALA BILAKHIROTI BI'AINIL ARSI"
Melihat Allah di Akhirat, tentu sama mata, tidak salah lagi, sebab sudah bersatu seperti gula dan manisnya. Wajib hukumnya mencari tahu diri, diri yang sejati, diri manusia, sebenar-benarnya diri..
- - - - - - -
Cahaya empat rupa adalah : - NARUN (Merah)
- HAWAUN (Kuning)
- MA'UN (Putih)
- TUROBUN (Hitam)
- - - - - - -
Yaitu badan ruhani (jiwa), inilah yang harus ketemu, jasmani harus hilang, tapi jangan hilang tanpa sebab, hilangnya harus terganti oleh cahaya empat rupa (Sifat Nur Ilmu Rasulullah) hilangnya badan jasmani, harus terganti oleh badan ruhani.
Jas artinya adalah baju, mani adalah badan ruhani, baju adalah bungkus, bungkusnya ruhani, manusia tidak akan mendapatkan hasil, jika hanya mengetahui badan nyata saja, harus di buka dulu bajunya, supaya bisa ketemu dengan isinya, badan jasmani adalah hijabnya kepada Yang Maha Suci, jika tidak hilang wujudnya dulu, maka isinya tidak akan ketemu, diibaratkan kucing, maksud kucing hendak ngintip tikus keluar dari liangnya, tapi kucingnya diam di depan liang tikus, akhirnya tikus malah mati karena tidak bisa keluar, tentu saja tidak akan hasil, kucing diibaratkan jasad, tikus ibarat yang Latif, tidak akan ketemu jika rasa jasad tidak hilang.
Jika kucing menginginkan agar tikusnya keluar dari liang, tentu saja kucing harus pergi menjauhi liang tikus, barulah tikusnya keluar, sama seperti di diri manusia, jika ingin Ma'rifat kepada Dzat Allah Ta'ala, harus merasa pasti, merasakan bahwa manusia tidak memiliki jasad.
- - - - - - -
- RASA JASMANI harus hilang, terganti oleh Rasa Rasulullah (SIFAT NUR ILMU) ; Ladun Qolbin Salim ; Ladunni ; Hati yang selamat.
- RASA NIKMAT Yang SEJATI (Ni'mat Islam, Ni'mat Iman) karena saking NIKMATNYA melihat kepada DZAT MAHA AGUNG, tentu merasa hilang DUNIA dan JASMANI (Iman Akhirat, Rasa Akhirat)
- - - - - - -
"WAMAN ARROFFA NAFSAHU, FAQOD AROFFA RABBAHU, MAN AROFFA RABBAHA, FAQOD JAHILAN NAFSAH"
"LAHAULA WALA QUWWATA, ILLA BILLAHIL ALIYIL 'ADZHIM" . .
(Barang siapa mengenal dirinya, maka ia mengenal Tuhannya, barang siapa mengenal Tuhannya pastilah bodoh dirinya) …
- - - - - - -
Shalat sejatinya adalah ketika waktu Nafi Isbat bergulung, menerapkan Muhammad AF'AL. TA'UDZ dan BISMILLAH untuk berlindung kepada Yang Maha Agung, disinilah adanya kebersamaan, yang empat bersatu, hilangnya DUNIA dan WUJUD, bertemu dengan WUJUD Agama, barulah dikatakan Islam jika sudah ketemu kepada sejatinya Agama/Ruh Samawi (Fitrah Agama) Yaitu hidup manusia, tentu wajib hukumnya, untuk tahu kepada sejatinya Agama, agar ibadah menjadi sah, tahu bibit rukun Islam, rukunnya yang empat di badan :
1. PENGLIHATAN
2. PENDENGARAN
3. PENCIUMAN
4. PERKATAAN
Yang ke LIMA adalah RASA RASULULLAH (penguasa RASA) jadi hakikatnya SHOLAT adalah WUJUD rupa DIRI / WUJUD INSAN.
"AS-SHALATUL MI'RAJUL MU'MININ",
(Shalat itu adalah mi'rajnya orang-orang mukmin).
- - - - - - -
IHKROM - MI'RAJ - MUNAJAT - TUBADIL
Artinya adalah SHOLAT SEJATI,
- SYARIATNYA ada di MEKKAH, ketika orang pergi Haji,
- HAKIKATNYA ada di pulau Jawa. IHKROM
Bersiap-siap, menyiapkan tekad sebelum pergi, ibarat burung niat ingin terbang, sayapnya sudah dibentangkan tapi tidak dikepakkan.
MI'RAJ
Jika sudah dengan terbang dan melayang, sudah meninggalkan Alam Dunia, lupa kepada Alam Dhohir.
MUNAJAT
Sudah mau sampai ke Alam Baathin.
TUBADIL
Sudah sampai kepada yang yang dituju, yaitu Baitullah suci, Baitullah sejati, bukan di Utara, bukan di Selatan, tidak di Timur dan di Barat
(Billa haefin, Billa makanin) inilah yang di maksud hakikat KA'BAH atau KUBAH (rongga dada manusia) I'TIQOD (tidak terkena rusak) kiblat NYAWA yang sempurna Yaitu DZAT Yang Maha Agung, sifatnya cahaya padang halus, terang benderang atau Jauhar Awwal Rasulullah, samudra ilmu dan hidup, kiblat waktu wafat.
Bertemunya ;
ASHHADU = Allah dan
WA ASHHADU = Diri Manusia
(Ghoib)
Sebab itu kiblat wafat wajib harus di ketemukan, jika tidak ketemu dikhawatirkan jadi gentayangan, nyawa tidak sampai kepada asalnya dahulu, pantas adanya Neraka yaitu siksaan diri, sebab tidak menemukan jalan pulang yang sempurna, mumpung di dunia harus bersungguh-sungguh mencari jalannya wafat, agar nyawa bisa pulang, BAB IBADAH sudah ada patokan yaitu Al-Qur'an dan Hadist, sudah mencukupi, tinggal bersungguh-sungguh menghafal dan prakteknya, kalau jalan mati, itu lain aturan, itu adalah penghujung, ujungnya harus wafat yang ibadah dan yang tidak, semua manusia akan mengalami kematian, syariatnya sama, ada sekaratnya…
- - - - - - -
Sayyidina Ali r.a. pernah ditanya oleh seorang sahabatnya bernama Zi'lib Al-Yamani, "Apakah Anda pernah melihat Tuhan?"
Beliau menjawab, "Bagaimana saya menyembah yang tidak pernah saya lihat?"
"Bagaimana Anda melihat-Nya?" tanyanya kembali.
Sayyidina Ali r.a. menjawab, "Dia tak bisa dilihat oleh mata dengan pandangan manusia yang kasat, tetapi bisa dilihat oleh hati dengan Hakikat Keimanan ".
- - - - - - -
Jika manusia yang MA'RIFAT, MUTAJILAH sudah pasti, sebab menjirimkan Allah terlihat oleh mata kepala, yang berarti ada dua diri, Allah adalah NAFI ISBAT, ada Isbat hilang Nafi, ada Nafi hilang Isbat, -ISBAT adanya pasti, WUJUD JASMANI,
- NAFI adanya JIWA, untuk NAFI ISBAT-NYA harus tidak ada.
- - - - - - -
SIFAT NUR ILMU RASULULLAH adalah JAUHAR LATIF.
Cahaya halus yang menghidupkan WUJUD manusia, matahari dalam WUJUD JAGAD SHAGIQ, yang tidak terlihat oleh mata kepala, dan hanya bisa di lihat dengan MATA BAATHIN.
AL - ILMU NURULLAH :
Ilmu Sifat untuk mengabdikan diri kepada Allah dan Rasulullah, Ilmu Sifat tidak akan samar, wangi bunga rose tidak akan tertukar dengan wangi bunga melati.
'AIN ;
Iliyin tempat tertinggi yang bisa di capai oleh orang berilmu. Ilmu Ladunni/Ilmu Sifat, Yaitu pengetahuan yang diperoleh melalui proses kegiatan pengamalan, mulai dari mandi, shalat, wirid, baca Qur'an dll.
Melalui jalan SYARIAT, THARIKAT, HAKIKAT dan MA'RIFAT.
- - - - - - -
Tuhan hanya bisa dikenal jika Dia sendiri berkehendak untuk dikenali. Tidak ada manusia yang bisa langsung Ma'rifat kepada Allah Ta'ala, kecuali Nabi Muhammad SAW melihat langsung dan berdialog dengan Allah Ta'ala.
Sifat Nur Ilmu ini akan menerangi QALBU, BATHIN, HATI dan RUH, SIRR Nya berperan menyingkap TABIR Hakikat dan mengenal akan Allah Ta'ala.
Hakikat akan diketahui apabila seseorang giat mendalami pengetahuan tentang hakikat melalui proses pengamalan, KHALWAT atau TIRAKAT, MUQAROBAH, MANDI, SHOLAT, WIRID melalui bimbingan Guru Mursyid ; ALLAH, ILMU MA'SUM ; ILMU SYAFA'AT yang bisa memisahkan unsur SIFAT Malaikat (NUR) dan unsur SIFAT Jin (API) pada sel darah, memisahkan baik dan buruk, halal dan haram dll.
Kedua unsur ini tadinya adalah dari satu cahaya.
Seorang guru wajib menguasai 12 pan Ilmu, jika ilmunya tidak Ma'sum, maka dikhawatirkan bangsa mahluk halus akan ikut-ikutan nyusup/masuk ke dalam pengamalan, sehingga seseorang itu tidak merasa bahwa di dalam dirinya sudah di tempati oleh Jinn, merasa berilmu padahal Jin yang mengendalikan. maka ketika berada di Alam Baathin banyak yang tertipu, menyangka bahwa yang bersorban, berjubah putih dan bertongkat dengan rupa yang sangat rupawan di anggap seorang wali, kyai dll. Menyangka bahwa sosok putih bersayap emas adalah malaikat padahal itu adalah Jin Islam dari Irak yang sedang mencari tuannya. Sifat ilmu ini memberikan kesaktian, pengobatan dll, akhirnya di akui datangnya dari Allah, karena tidak bisa membedakan Api dan Nurr. Sifat Nur Ilmu adalah cahaya yang menerangi hati dan mengeluarkannya dari kegelapan serta membawanya untuk menyaksikan sesuatu dalam keadaannya yang asli. Apabila cahaya/latif di diri sudah membuka tirai dan cahaya terang telah bersinar, maka mata baathin dapat memandang kebenaran dan keaslian yang selama ini disembunyikan oleh alam nyata. Semakin terang cahaya Illahi yang diterima oleh hati akan menambah jelas kebenaran yang dapat dilihatnya.
- - - - - - -
Pengetahuan yang diperoleh melalui pandangan mata baathin yang bersumber dari Nur Muhammad/Nur Shalat/Cahaya Awwal/Jauhar Awwal Rasulullah/Ruh Ilmu Rasulullah inilah yang dinamakan Ilmu Ladunni/Ilmu Sifat/Ilmu Syafa'at/Ilmu Shalat.
AL-ILMU nurrul AMAL
AL-AMALU nurrul IMAN
AL-IMANU nurrul QOLBI
AL-QOLBI nurrul MA'RIFATU
AL-MA'RIFATU nurrul IKHLAS
AL-IKHLASU nurrul IMTHINAH.