LANDASAN DALAM SHOLAT
RUKUN SHALAT :
1. RUKUN QALBI
Adalah rukun yang bersumber pada hati
2. RUKUN FI'LI
Adalah rukun yang bersumber pada Perbuatan/tindakan dari anggota badan
3. RUKUN QAULI
Adalah rukun yang bersumber pada ucapan/bacaan/pekerjaan
.
PUJI HADIST 'ALAL HADIST
Puji baru kepada yang baru, ibaratnya kita memuji kepada WUJUD orang lain, sama pada-pada baru, jika memuji kepada orang bukanlah bab Ilmu karena tidak akan menjadi manfaat, memuji itu harus kepada Allah, orang tidak wenang untuk di puji, jangan menyamai Maha Agung, di syahadatpun Allah hanya satu yang wajib di ibadahi, dalil adalah aturan Ilmu sudah pasti, bukan untuk memuji kepada makhluk tapi tetap untuk Allah dari makhluknya, kalau memuji ke sesama orang itu adalah aturan lain hanya untuk di Dhohir Puji baru kepada yang baru adalah pada waktu baca kitab dan Qur'an, pada - pada baru pasti. Huruf Qur'an tentu saja baru hasil pekerjaan Nabi, yang Qadim adalah perkataannya, hurufnya baru adalah pasti, ketika kita yang bacanya, suaranya baru, suara baru ada adalah sesudah kita ke Alam Dunia, ketika di Alam Rahim tidak ada suara.
PUJI HADIST 'ALAL QADIM.
Puji Hadist 'alal Qadim, yang baru memuji kepada yang Qadim, yang baru adalah WUJUD, Berdiri, Ruku, Sujud, Duduk, Attahiyat, sama baru yang Qadimnya ialah Nur Muhammad asal tadi cahaya yang empat rupa.
PUJI QADIM 'ALAL QADIM.
QADIM memuji yang Qadim adalah ketika SHALAT SEJATI, sudah pasti di situ pada QADIM yang memuji dan dipujinya buktinya tidak memakai bibir, pada QADIM semuanya.
PUJI QADIM 'ALAL HADIST.
QADIM memuji kepada yang baru, jika ibadahnya dibarengi dengan MA'RIFATNYA kepada DZAT MAHA SUCI. Ibadah dengan Ilmu inilah yang dipuji, sudah sah DZAT, sah SIFAT, sah ASMA dan sah AF'AL, berada dalam KESADARAN MURNI, apalagi ibadahnya, berbalik dan bergerak sudah pasti menjadi PUJI semuanya, sebab sudah tetap dalam keadaan sadar, tidak mengakui gerak sendiri, semua hanya karena KEHENDAK ALLAH.
Adalah rukun yang bersumber pada hati
2. RUKUN FI'LI
Adalah rukun yang bersumber pada Perbuatan/tindakan dari anggota badan
3. RUKUN QAULI
Adalah rukun yang bersumber pada ucapan/bacaan/pekerjaan
.
PUJI HADIST 'ALAL HADIST
Puji baru kepada yang baru, ibaratnya kita memuji kepada WUJUD orang lain, sama pada-pada baru, jika memuji kepada orang bukanlah bab Ilmu karena tidak akan menjadi manfaat, memuji itu harus kepada Allah, orang tidak wenang untuk di puji, jangan menyamai Maha Agung, di syahadatpun Allah hanya satu yang wajib di ibadahi, dalil adalah aturan Ilmu sudah pasti, bukan untuk memuji kepada makhluk tapi tetap untuk Allah dari makhluknya, kalau memuji ke sesama orang itu adalah aturan lain hanya untuk di Dhohir Puji baru kepada yang baru adalah pada waktu baca kitab dan Qur'an, pada - pada baru pasti. Huruf Qur'an tentu saja baru hasil pekerjaan Nabi, yang Qadim adalah perkataannya, hurufnya baru adalah pasti, ketika kita yang bacanya, suaranya baru, suara baru ada adalah sesudah kita ke Alam Dunia, ketika di Alam Rahim tidak ada suara.
PUJI HADIST 'ALAL QADIM.
Puji Hadist 'alal Qadim, yang baru memuji kepada yang Qadim, yang baru adalah WUJUD, Berdiri, Ruku, Sujud, Duduk, Attahiyat, sama baru yang Qadimnya ialah Nur Muhammad asal tadi cahaya yang empat rupa.
PUJI QADIM 'ALAL QADIM.
QADIM memuji yang Qadim adalah ketika SHALAT SEJATI, sudah pasti di situ pada QADIM yang memuji dan dipujinya buktinya tidak memakai bibir, pada QADIM semuanya.
PUJI QADIM 'ALAL HADIST.
QADIM memuji kepada yang baru, jika ibadahnya dibarengi dengan MA'RIFATNYA kepada DZAT MAHA SUCI. Ibadah dengan Ilmu inilah yang dipuji, sudah sah DZAT, sah SIFAT, sah ASMA dan sah AF'AL, berada dalam KESADARAN MURNI, apalagi ibadahnya, berbalik dan bergerak sudah pasti menjadi PUJI semuanya, sebab sudah tetap dalam keadaan sadar, tidak mengakui gerak sendiri, semua hanya karena KEHENDAK ALLAH.