DIRI INSAN
AKUAN DIRI belum MATI dan belum HILANG DIRI Maka Barangsiapa Yang Mengenal ALLAH binasa DIRI
Pakailah olehmu ISLAM,
Pakailah olehmu IMAN,
Pakailah olehmu TAUHID,
Pakailah olehmu MA'RIFAT
.
INSAN KAMIL Yang memegang rahasia ALLAH, Tubuhnya bersama dengan MAKHLUK, dan ROHNYA bersama ALLAH, Mereka itulah sebaik-baik teman Taulan
.
"PERUBAHAN PADA DIRI UMPAMA PINTAU YANG TERKUNCI DARI DALAM, IA TIDAK AKAN DAPAT DIBUKA JIKA TUAN PUNYA DIRI TIDAK MEMBUKA DENGAN KUNCI YANG ADA DITANGANNYA SENDIRI."
.
"HANYA LIDAH YANG MAU BERDUSTA DAN BERBOHONG, NAMUN PANDANGAN MATA, HANYUNAN KEDUA BELAH TANGAN, LANGKAH KEDUA BELAH KAKI DAN PERGERAKAN TUBUH ATAU SELURUH ANGGOTA BADAN AKAN MENAFIKAN APA YANG DIUCAPKAN OLEH LIDAH."
.
Saidina Ali bin Abi Talib berkata:
"BAGI TIAP-TIAP SEORANG ADA MALAIKAT PENJAGANYA SILIH BERGANTI DARI HADAPANNYA DAN DARI BELAKANGNYA, YANG MENGAWAS DAN MENJAGA (DARI SESUATU BAHAYA) DENGAN PERINTAH ALLAH, SESUNGGUHNYA ALLAH TIDAK MENGUBAH APA YANG ADA PADA SUATU KAUM SEHINGGA MEREKA MENGUBAH APA YANG ADA PADA DIRI MEREKA SENDIRI, DAN APABILA ALLAH MENGHENDAKI UNTUK MENIMPAKAN KEPADA SUATU KAU BALA BENCANA (DISEBABKAN KESALAHAN MEREKA SENDIRI), MAKA TIADA SESIAPAPUN YANG DAPAT MENOLAK ATAU MENAHAN APA YANG DITETAPKANNYA ITU, DAN TIDAK ADA SESIAPAPUN YANG DAPAT MENOLONG DAN MELINDUNGI MEREKA SELAIN DARIPADANYA"
.
Yang ada didalam badan manusia itu Ada EMPAT bagian Yaitu :
NAFAS, ANPAS, TANAPAS, NUPUS
.
Sesungguhnya bagaimana RUPA JASMANI begitu jugalah RUPA NYAWA, Manakala NYAWA itu adalah NAFAS dan TANAPAS itu seperti ANPAS, Maka keempat itu berperingkat sampai kepada NUPUS dan NUPUS itu seperti RUPA DZAT manakala DZAT itu seperti RUPA SIFAT dan SIFAT itu seperti RUPA ASMA dan ASMA itu seperti RUPA AF'AL
.
Dan perkara diatas diakui oleh Allah seperti FirmanNya melalui Hadith Qudsi :
QA LAL LAH HU TAALA - AL INSANU SIRRI WA ANA SIRRUHI SI FATI ILLA KHAIRI LIL LAH
"Insan itu rahasiaKu dan Aku rahasianya, SifatKu itu Sifatnya tiada ada daripadaku melainkan Allah Taala jua adanya"
.
Barangsiapa Mengenal Akan BADAN-NYA ia Mengenal Akan NYAWA-NYA,
Barangsiapa Mengenal Akan NYAWA-NYA ia Akan Mengenal akan SIRR-NYA,
Barangsiapa Mengenal Akan SIRR-NYA ia akan Mengenal akan TUHAN-NYA Yang QADIM adanya
.
^YANG KELUAR itu bernama NAFAS
^Dan yang dinamai ANPAS itu gerak dari hidung sampai kebawah leher,
^Dan yang dinamai TANAPAS itu gerak dari bawah leher sampai ke HATI,
^Yang dinamai NUPUS itu didalam HATI, itulah HAKIKAT NYAWA
.
WUJUD - WUJU DU KA ZAHRU WALA YUQA MU BI HI ZAHBU,
"Barangsiapa mengadakan dua wujud jadi syirik"
.
ANA WUJU DA HU
"Ada kita dengan Dia"
.
WA NAF SUHU
"Ada Dia dengan sendirinya"
.
ADAPUN WUJUD ITU AIN DZAT
Artinya kenyataan karena lafaznya dibaca itu WUJUD maknanya DZAT, ini adalah karena WUJUD itu ADA, Maka yang ADA itu DZAT, Maka tiada diperoleh dengan lafaz yang lain daripada WUJUD itu, karena WUJUDNYA itu menyatakan DZATNYA, Maka disebabkan itu dikatakan AIN DZAT namanya
.
ADAPUN WUJUD ITU
Artinya ADA, Apa yang dikatakan ada itu, Yang dikatakan ADA itu ialah DZAT, Adapun WUJUD ini ditilikkan pihak lafaznya SIFAT dan jika ditilik pada maananya DZAT dan apa yang dikatakan lafaz itu karena bacaan itu WUJUD ada DZAT inilah maananya
.
ADAPUN WUJUD DIRI SENDIRI
berdiri dengan DZAT, Apa sebab dikatakan WUJUD itu berdiri dengan DZAT ? Sebab lafaz WUJUD itu ada manakala yang ADA itu ialah DZAT
.
Masalah yang menyatakan sempurnanya insan itu yaitu hendaklah tahu akan MAQARINAHNYA
.
Bermula MAQARINAH diri INSAN itu terdiri atas 4 (empat) perkara :
1. SYARIAT DIRI
2. THARIKAT DIRI
3. HAKIKAT DIRI
4. MA'RIFAT DIRI
.
Adapun hakikatnya :
ADAPUN HAKIKATNYA SYARIAT
DIRI itu adalah TERCENGANG, artinya tiada akan tahu dirinya lagi, lupa, bodoh, bisu dan tuli, jika sedang menghadap ALLAH TA'ALA, TIDAK TAHU LAGI siapa yang TUHAN, dan siapa yang HAMBA
ADAPUN HAKIKATNYA THARIKAT
DIRI itu adalah BERKATA-KATA, Artinya karena didalam UCAPANNYA itu tiada akan menyebut DIRINYA atau ASMANYA atau NAMANYA, Yaitu berkata hamba itu dengan Allah, KALAM yang DIUCAPKAN oleh diri itu adalah KALAMULLAH
ADAPUN HAKIKATNYA HAKIKAT
DIRI itu adalah TIADA INGAT YANG LAIN TATKALA berbuat MELAINKAN hanya ALLAH SEMATA
ADAPUN HAKIKATNYA MA'RIFAT
DIRI itu adalah SUDAH BERGANTI WUJUD HAMBA DENGAN TUHANNYA
.
INILAH Masalah yang menyatakan sempurnanya DIRI itu,
ADAPUN SEMPURNANYA SYARIAT
DIRI itu hakikatnya,
Nyata kepada AF'AL Allah,
Hurufnya ALIF,
Alamnya NASUT,
Tempatnya TUBUH,
karena tubuh itu kenyataan SYARIAT
ADAPUN SEMPURNANYA THARIKAT
DIRI itu hakikatnya,
Nyata kepada ASMA Allah,
Hurufnya LAM Awal,
Alamnya MALAKUT,
Tempatnya HATI,
karena hati itu kenyataan THARIQAT
ADAPUN SEMPURNANYA HAKIKAT
DIRI itu hakikatnya,
Nyata kepada SIFAT Allah,
Hurufnya LAM Akhir,
Alamnya JABARUT,
Tempatnya NYAWA, karena NYAWA itu kenyataan HAKIKAT
ADAPUN SEMPURNANYA MA'RIFAT
DIRI itu hakikatnya,
Nyata kepada DZAT Allah,
Hurufnya HA,
Alamnya LAHUT,
Tempatnya ROHANI,
karena ROHANI itu kenyataan MA'RIFAT
.
ADAPUN TANAH ITU KEPADA SYARIAT ALLAH,
Hurufnya DAL,
Nyatanya kepada KAKI kita.
ADAPUN AIR ITU KEPADA THARIQAT ALLAH,
Hurufnya MIM,
Nyatanya kepada PUSAT kita.
ADAPUN ANGIN ITU KEPADA HAKIKAT ALLAH,
Hurufnya HA,
Nyatanya kepada DADA kita.
ADAPUN API ITU KEPADA MA’RIFAT ALLAH,
Hurufnya MIM Awal, Nyata kepada KEPALA (ARASY) kita, Jadi DIRI INSAN itu membentuk huruf AHMAD atau MUHAMMAD
INILAH Asal TUBUH kita (jasmaniah) kita dijadikan oleh Allah Ta'ala atas 4 (empat) perkara : API, ANGIN, AIR, TANAH.
.
- Adapun NYAWA kita dijadikan Allah Ta'ala atas 4 (empat) perkara :
WUJUD, NUR ILMU, NUR, SUHUD
.
Adapun MARTABAT Tuhan itu ada 3 (tiga) perkara:
AHADIYYAH, WAHDAH, WAHIDIYYAH.
.
Adapun TUBUH kita dijadikan Allah Ta'ala atas 4 (empat) perkara:
WADI, MADI, MANI, MANIKAM.
.
INILAH Masalah yang menyatakan jalan kepada Allah Ta'ala atas 4 (empat) perkara :
1. SYARIAT = AF'AL = BATANG TUBUH
2. THARIQAT = ASMA = HATI. DIRI
3. HAKIKAT = SIFAT = NYAWA. KITA
4. MA'RIFAT = RAHASIA = SIR
Adapun hakikatnya :
^ SYARIAT itu adalah KELAKUAN TUBUH
^ THARIQAT itu adalah KELAKUAN HATI
^ HAKIKAT itu adalah KELAKUAN NYAWA
^ MA'RIFAT itu adalah KELAKUAN ROHANI
.
Adapun yang tersebut diatas itu nyata atas penghulu kita Nabi MUHAMMAD, Karena lafadz MUHAMMAD itu ada 4 (empat) hurufnya yaitu :
1. MIM Awal.
2. HA.
3. MIM Akhir.
4. DAL.
- Adapun huruf MIM Awal itu ibarat KEPALA.
- Adapun huruf HA itu ibarat DADA.
- Adapun huruf MIM Akhir itu ibarat PUSAT.
- Adapun huruf DAL itu ibarat KAKI.
.
- Adapun huruf MIM Awal itu MAQAM-nya kepada alam LAHUT.
- Adapun huruf HA itu MAQAM-nya kepada alam JABARUT.
- Adapun huruf MIM Akhir itu MAQAM-nya kepada alam MALAKUT.
- Adapun huruf DAL itu MAQAM-nya kepada alam NASUT.
.
Sah dan lagi lafadz ALLAH terdiri dari 4 (empat) huruf :
1. ALIF.
2. LAM Awal.
3. LAM Akhir.
4. HA.
.
- Adapun huruf ALIF itu nyatanya kepada AF'AL Allah.
- Adapun huruf LAM Awal itu nyatanya kepada ASMA Allah.
- Adapun huruf LAM Akhir itu nyatanya kepada SIFAT Allah.
- Adapun huruf HA itu nyatanya kepada ZAT Allah.
.
- Adapun AF'AL itu nyata kepada TUBUH kita.
- Adapun ASMA itu nyata kepada HATI kita.
- Adapun SIFAT itu nyata kepada NYAWA kita.
- Adapun DZAT itu nyata kepada ROHANI kita.
.
Di sinilah maksudnya, berpisah dari Alam Mulki dan fanalah hamba ketika mengetahui syariat diri, tharikat diri, hakikat diri, marifat dirinya telah himpun menjadi satu, lalu mengucaplah "ALLAHU AKBAR" Hanya SIFAT yang MENYEMBAH jua, yang tinggal sebagai penzahiran WUJUD ALLAH Yang DISEMBAH, Ia bergerak dengan gerak ALLAH, Ia berkata-kata dengan kata-kata ALLAH, Takluknya dalam rahasia TITIK bagi ALIF (tiada),
Seperti kata Abu Yazid Bustami,
"ARAFTU ROBBI BI ROBBI"
(Aku mengenal Tuhanku dengan Tuhanku jua)
.
Ketika terbuka Pintu Alam Malakut bagi DIRI INSAN, Dia akan menyaksikan kalimah Allah melalui penyingkapan (syuhud) akan firman Allah : "MALIKIYAUU MIDDIN"
DIDALAM KERAJAAN ALLAH TA'ALA JUALAH AKU INI
.
Dari takluknya TIADA ia menjadi TITIK dari NURNYA (Nur Muhammadi), Dengan NUR Muhammad inilah SANG DIRI INSAN mengenal dirinya
"MAN AROFA NAFSAHU"
SEBAGAI RUHNYA yang pernah dihimpunkan di ALAM LAHUT semasa ADAM baru sempurna kejadiannya, Yakni ketika JIBRIL menepuk tulang SULBI ADAM, maka keluarlah semua RUH anak cucu ADAM dari tulang SULBI ADAM itu
.
Adapun RUHNYA itu pada hakikatnya adalah satu jua, yaitu daripada SIRULLAH, RUH anak cucu Adam itu hanyalah bayangan (menumpang) dari RUHNYA, Tanpa hadirnya Nur Muhamad, 'YANG MENGENAL DIRI' tak mungkin boleh berhadap di depan Allah Ta'ala
.
Dengan perwujudan Nur Muhammad inilah maka DIRI INSAN berdoa
"Kepada Engkaulah kami sembah dan kepada Engkaulah kami memohon pertolongan, Tujukilah kami jalan yang lurus, jalan mereka yang Engkau berikan ni'mat, bukan (jalan) mereka yang Engkau murkai, dan bukan pula (jalan) mereka yang sesat."
.
Maka diAminkan oleh para malaikat dari setiap tujuh lapis langit yaitu dari : Alam Mulki, Alam Malakut, Alam Jabarut, Alam Nasut, Alam Lahut, dan yang tertinggi Alam Al-Insan yang di sinilah puncaknya diri insan itu.
.
Adapun maksud jalan yang lurus bagi kalangan sufi ialah Mi'raj, Sebagaimana sabda Nabi saw
SHOLATUL DAIMUN
"itu adalah mi'raj bagi mukmin".
Tujuan Mi'raj itu ialah Penyatuan, yakni kembalinya YANG MENYEMBAH kepada YANG DISEMBAH.
Pakailah olehmu ISLAM,
Pakailah olehmu IMAN,
Pakailah olehmu TAUHID,
Pakailah olehmu MA'RIFAT
.
INSAN KAMIL Yang memegang rahasia ALLAH, Tubuhnya bersama dengan MAKHLUK, dan ROHNYA bersama ALLAH, Mereka itulah sebaik-baik teman Taulan
.
"PERUBAHAN PADA DIRI UMPAMA PINTAU YANG TERKUNCI DARI DALAM, IA TIDAK AKAN DAPAT DIBUKA JIKA TUAN PUNYA DIRI TIDAK MEMBUKA DENGAN KUNCI YANG ADA DITANGANNYA SENDIRI."
.
"HANYA LIDAH YANG MAU BERDUSTA DAN BERBOHONG, NAMUN PANDANGAN MATA, HANYUNAN KEDUA BELAH TANGAN, LANGKAH KEDUA BELAH KAKI DAN PERGERAKAN TUBUH ATAU SELURUH ANGGOTA BADAN AKAN MENAFIKAN APA YANG DIUCAPKAN OLEH LIDAH."
.
Saidina Ali bin Abi Talib berkata:
"BAGI TIAP-TIAP SEORANG ADA MALAIKAT PENJAGANYA SILIH BERGANTI DARI HADAPANNYA DAN DARI BELAKANGNYA, YANG MENGAWAS DAN MENJAGA (DARI SESUATU BAHAYA) DENGAN PERINTAH ALLAH, SESUNGGUHNYA ALLAH TIDAK MENGUBAH APA YANG ADA PADA SUATU KAUM SEHINGGA MEREKA MENGUBAH APA YANG ADA PADA DIRI MEREKA SENDIRI, DAN APABILA ALLAH MENGHENDAKI UNTUK MENIMPAKAN KEPADA SUATU KAU BALA BENCANA (DISEBABKAN KESALAHAN MEREKA SENDIRI), MAKA TIADA SESIAPAPUN YANG DAPAT MENOLAK ATAU MENAHAN APA YANG DITETAPKANNYA ITU, DAN TIDAK ADA SESIAPAPUN YANG DAPAT MENOLONG DAN MELINDUNGI MEREKA SELAIN DARIPADANYA"
.
Yang ada didalam badan manusia itu Ada EMPAT bagian Yaitu :
NAFAS, ANPAS, TANAPAS, NUPUS
.
Sesungguhnya bagaimana RUPA JASMANI begitu jugalah RUPA NYAWA, Manakala NYAWA itu adalah NAFAS dan TANAPAS itu seperti ANPAS, Maka keempat itu berperingkat sampai kepada NUPUS dan NUPUS itu seperti RUPA DZAT manakala DZAT itu seperti RUPA SIFAT dan SIFAT itu seperti RUPA ASMA dan ASMA itu seperti RUPA AF'AL
.
Dan perkara diatas diakui oleh Allah seperti FirmanNya melalui Hadith Qudsi :
QA LAL LAH HU TAALA - AL INSANU SIRRI WA ANA SIRRUHI SI FATI ILLA KHAIRI LIL LAH
"Insan itu rahasiaKu dan Aku rahasianya, SifatKu itu Sifatnya tiada ada daripadaku melainkan Allah Taala jua adanya"
.
Barangsiapa Mengenal Akan BADAN-NYA ia Mengenal Akan NYAWA-NYA,
Barangsiapa Mengenal Akan NYAWA-NYA ia Akan Mengenal akan SIRR-NYA,
Barangsiapa Mengenal Akan SIRR-NYA ia akan Mengenal akan TUHAN-NYA Yang QADIM adanya
.
^YANG KELUAR itu bernama NAFAS
^Dan yang dinamai ANPAS itu gerak dari hidung sampai kebawah leher,
^Dan yang dinamai TANAPAS itu gerak dari bawah leher sampai ke HATI,
^Yang dinamai NUPUS itu didalam HATI, itulah HAKIKAT NYAWA
.
WUJUD - WUJU DU KA ZAHRU WALA YUQA MU BI HI ZAHBU,
"Barangsiapa mengadakan dua wujud jadi syirik"
.
ANA WUJU DA HU
"Ada kita dengan Dia"
.
WA NAF SUHU
"Ada Dia dengan sendirinya"
.
ADAPUN WUJUD ITU AIN DZAT
Artinya kenyataan karena lafaznya dibaca itu WUJUD maknanya DZAT, ini adalah karena WUJUD itu ADA, Maka yang ADA itu DZAT, Maka tiada diperoleh dengan lafaz yang lain daripada WUJUD itu, karena WUJUDNYA itu menyatakan DZATNYA, Maka disebabkan itu dikatakan AIN DZAT namanya
.
ADAPUN WUJUD ITU
Artinya ADA, Apa yang dikatakan ada itu, Yang dikatakan ADA itu ialah DZAT, Adapun WUJUD ini ditilikkan pihak lafaznya SIFAT dan jika ditilik pada maananya DZAT dan apa yang dikatakan lafaz itu karena bacaan itu WUJUD ada DZAT inilah maananya
.
ADAPUN WUJUD DIRI SENDIRI
berdiri dengan DZAT, Apa sebab dikatakan WUJUD itu berdiri dengan DZAT ? Sebab lafaz WUJUD itu ada manakala yang ADA itu ialah DZAT
.
Masalah yang menyatakan sempurnanya insan itu yaitu hendaklah tahu akan MAQARINAHNYA
.
Bermula MAQARINAH diri INSAN itu terdiri atas 4 (empat) perkara :
1. SYARIAT DIRI
2. THARIKAT DIRI
3. HAKIKAT DIRI
4. MA'RIFAT DIRI
.
Adapun hakikatnya :
ADAPUN HAKIKATNYA SYARIAT
DIRI itu adalah TERCENGANG, artinya tiada akan tahu dirinya lagi, lupa, bodoh, bisu dan tuli, jika sedang menghadap ALLAH TA'ALA, TIDAK TAHU LAGI siapa yang TUHAN, dan siapa yang HAMBA
ADAPUN HAKIKATNYA THARIKAT
DIRI itu adalah BERKATA-KATA, Artinya karena didalam UCAPANNYA itu tiada akan menyebut DIRINYA atau ASMANYA atau NAMANYA, Yaitu berkata hamba itu dengan Allah, KALAM yang DIUCAPKAN oleh diri itu adalah KALAMULLAH
ADAPUN HAKIKATNYA HAKIKAT
DIRI itu adalah TIADA INGAT YANG LAIN TATKALA berbuat MELAINKAN hanya ALLAH SEMATA
ADAPUN HAKIKATNYA MA'RIFAT
DIRI itu adalah SUDAH BERGANTI WUJUD HAMBA DENGAN TUHANNYA
.
INILAH Masalah yang menyatakan sempurnanya DIRI itu,
ADAPUN SEMPURNANYA SYARIAT
DIRI itu hakikatnya,
Nyata kepada AF'AL Allah,
Hurufnya ALIF,
Alamnya NASUT,
Tempatnya TUBUH,
karena tubuh itu kenyataan SYARIAT
ADAPUN SEMPURNANYA THARIKAT
DIRI itu hakikatnya,
Nyata kepada ASMA Allah,
Hurufnya LAM Awal,
Alamnya MALAKUT,
Tempatnya HATI,
karena hati itu kenyataan THARIQAT
ADAPUN SEMPURNANYA HAKIKAT
DIRI itu hakikatnya,
Nyata kepada SIFAT Allah,
Hurufnya LAM Akhir,
Alamnya JABARUT,
Tempatnya NYAWA, karena NYAWA itu kenyataan HAKIKAT
ADAPUN SEMPURNANYA MA'RIFAT
DIRI itu hakikatnya,
Nyata kepada DZAT Allah,
Hurufnya HA,
Alamnya LAHUT,
Tempatnya ROHANI,
karena ROHANI itu kenyataan MA'RIFAT
.
ADAPUN TANAH ITU KEPADA SYARIAT ALLAH,
Hurufnya DAL,
Nyatanya kepada KAKI kita.
ADAPUN AIR ITU KEPADA THARIQAT ALLAH,
Hurufnya MIM,
Nyatanya kepada PUSAT kita.
ADAPUN ANGIN ITU KEPADA HAKIKAT ALLAH,
Hurufnya HA,
Nyatanya kepada DADA kita.
ADAPUN API ITU KEPADA MA’RIFAT ALLAH,
Hurufnya MIM Awal, Nyata kepada KEPALA (ARASY) kita, Jadi DIRI INSAN itu membentuk huruf AHMAD atau MUHAMMAD
INILAH Asal TUBUH kita (jasmaniah) kita dijadikan oleh Allah Ta'ala atas 4 (empat) perkara : API, ANGIN, AIR, TANAH.
.
- Adapun NYAWA kita dijadikan Allah Ta'ala atas 4 (empat) perkara :
WUJUD, NUR ILMU, NUR, SUHUD
.
Adapun MARTABAT Tuhan itu ada 3 (tiga) perkara:
AHADIYYAH, WAHDAH, WAHIDIYYAH.
.
Adapun TUBUH kita dijadikan Allah Ta'ala atas 4 (empat) perkara:
WADI, MADI, MANI, MANIKAM.
.
INILAH Masalah yang menyatakan jalan kepada Allah Ta'ala atas 4 (empat) perkara :
1. SYARIAT = AF'AL = BATANG TUBUH
2. THARIQAT = ASMA = HATI. DIRI
3. HAKIKAT = SIFAT = NYAWA. KITA
4. MA'RIFAT = RAHASIA = SIR
Adapun hakikatnya :
^ SYARIAT itu adalah KELAKUAN TUBUH
^ THARIQAT itu adalah KELAKUAN HATI
^ HAKIKAT itu adalah KELAKUAN NYAWA
^ MA'RIFAT itu adalah KELAKUAN ROHANI
.
Adapun yang tersebut diatas itu nyata atas penghulu kita Nabi MUHAMMAD, Karena lafadz MUHAMMAD itu ada 4 (empat) hurufnya yaitu :
1. MIM Awal.
2. HA.
3. MIM Akhir.
4. DAL.
- Adapun huruf MIM Awal itu ibarat KEPALA.
- Adapun huruf HA itu ibarat DADA.
- Adapun huruf MIM Akhir itu ibarat PUSAT.
- Adapun huruf DAL itu ibarat KAKI.
.
- Adapun huruf MIM Awal itu MAQAM-nya kepada alam LAHUT.
- Adapun huruf HA itu MAQAM-nya kepada alam JABARUT.
- Adapun huruf MIM Akhir itu MAQAM-nya kepada alam MALAKUT.
- Adapun huruf DAL itu MAQAM-nya kepada alam NASUT.
.
Sah dan lagi lafadz ALLAH terdiri dari 4 (empat) huruf :
1. ALIF.
2. LAM Awal.
3. LAM Akhir.
4. HA.
.
- Adapun huruf ALIF itu nyatanya kepada AF'AL Allah.
- Adapun huruf LAM Awal itu nyatanya kepada ASMA Allah.
- Adapun huruf LAM Akhir itu nyatanya kepada SIFAT Allah.
- Adapun huruf HA itu nyatanya kepada ZAT Allah.
.
- Adapun AF'AL itu nyata kepada TUBUH kita.
- Adapun ASMA itu nyata kepada HATI kita.
- Adapun SIFAT itu nyata kepada NYAWA kita.
- Adapun DZAT itu nyata kepada ROHANI kita.
.
Di sinilah maksudnya, berpisah dari Alam Mulki dan fanalah hamba ketika mengetahui syariat diri, tharikat diri, hakikat diri, marifat dirinya telah himpun menjadi satu, lalu mengucaplah "ALLAHU AKBAR" Hanya SIFAT yang MENYEMBAH jua, yang tinggal sebagai penzahiran WUJUD ALLAH Yang DISEMBAH, Ia bergerak dengan gerak ALLAH, Ia berkata-kata dengan kata-kata ALLAH, Takluknya dalam rahasia TITIK bagi ALIF (tiada),
Seperti kata Abu Yazid Bustami,
"ARAFTU ROBBI BI ROBBI"
(Aku mengenal Tuhanku dengan Tuhanku jua)
.
Ketika terbuka Pintu Alam Malakut bagi DIRI INSAN, Dia akan menyaksikan kalimah Allah melalui penyingkapan (syuhud) akan firman Allah : "MALIKIYAUU MIDDIN"
DIDALAM KERAJAAN ALLAH TA'ALA JUALAH AKU INI
.
Dari takluknya TIADA ia menjadi TITIK dari NURNYA (Nur Muhammadi), Dengan NUR Muhammad inilah SANG DIRI INSAN mengenal dirinya
"MAN AROFA NAFSAHU"
SEBAGAI RUHNYA yang pernah dihimpunkan di ALAM LAHUT semasa ADAM baru sempurna kejadiannya, Yakni ketika JIBRIL menepuk tulang SULBI ADAM, maka keluarlah semua RUH anak cucu ADAM dari tulang SULBI ADAM itu
.
Adapun RUHNYA itu pada hakikatnya adalah satu jua, yaitu daripada SIRULLAH, RUH anak cucu Adam itu hanyalah bayangan (menumpang) dari RUHNYA, Tanpa hadirnya Nur Muhamad, 'YANG MENGENAL DIRI' tak mungkin boleh berhadap di depan Allah Ta'ala
.
Dengan perwujudan Nur Muhammad inilah maka DIRI INSAN berdoa
"Kepada Engkaulah kami sembah dan kepada Engkaulah kami memohon pertolongan, Tujukilah kami jalan yang lurus, jalan mereka yang Engkau berikan ni'mat, bukan (jalan) mereka yang Engkau murkai, dan bukan pula (jalan) mereka yang sesat."
.
Maka diAminkan oleh para malaikat dari setiap tujuh lapis langit yaitu dari : Alam Mulki, Alam Malakut, Alam Jabarut, Alam Nasut, Alam Lahut, dan yang tertinggi Alam Al-Insan yang di sinilah puncaknya diri insan itu.
.
Adapun maksud jalan yang lurus bagi kalangan sufi ialah Mi'raj, Sebagaimana sabda Nabi saw
SHOLATUL DAIMUN
"itu adalah mi'raj bagi mukmin".
Tujuan Mi'raj itu ialah Penyatuan, yakni kembalinya YANG MENYEMBAH kepada YANG DISEMBAH.