TIADA BERSATU TIADA BERCERAI

Perjalanan itu dimulai dari dalam diri kita sendiri, dari dalam terus kedalam, akhir-nya serta alam dengan keindahan-nya dan dengan keganjilan-nya, hanyalah sebagai saksi pencari diri
+
Kata sayidina ali :
"ANA NUQTATU BA-I-BISMI'MILLAAH ANAA QALMUN WA ANAA LAUHUN MAHFUUDZ ANAA 'ARSYUN WA ANAA KURSIYYUN WA ANAA SAMAAWAAT"
Artinya : "aku adalah titik huruf Baa pada bismi'llah, aku adalah pena (kalam) dan aku adalah luh mahfuz, aku adalah Arash (tahta tuhan) dan aku adalah kursi dan aku adalah petala-petala langit Allahu a'lam"
+
Demikianlah orang yang hendak mengenal diri dan mengenal akan tuhanNya, Adapun diri kita ini ada tiga bagian :
1). Pertama ialah diri yang sebenarnya (rahasia), Jadi diri ini kembali kepada yang hak
2). Kedua ialah diri terperi (Muhammad), jadi diri ini kembali kepada rasa Muhammad
3). Ketiga ialah diri terdiri (adam), jadi diri ini yang betah tinggal kepada rasa adam semula
+
Jadi dosa besar yang tiada ampunan kecuali kembali kepada yang sebenar-benarnya diri, Jadi yang sebenar benarnya diri itu Ruh, yang sebenar benarnya Ruh itu Nur Muhammad, Jadi yang sebenar-benar Nur Muhammad itu Sifat, Sebenar-benar sifat itu ialah Zat, Jadi Zat itu Zat Hayat, bukan Zat Hayyun, Jadi Allah itu adalah nama Zat, dan Muhammad itu adalah nama Sifat, maka dari itu Zat dan Sifat itu tiada bersatu dan tiada bercerai
+
''WANAN KAANAFI HAJIHI AMA FAHUWA FIL AKHIRATIA’MA WA ‘ADHOLLU SABBILA''
Artinya : "Barang siapa buta dalam dunia ini, niscaya buta juga di akhirat sesat di jalan"
+
KesimpulanNya :
1. Hidup tubuh karena nyawa, hidup nyawa karena Allah
2. Tahu hati karena tahu Ruh, tahu Ruh karena Allah
3. Kuasa anggota tubuh karena Ruh, kuasa Ruh karena kuasa Allah
4. Berkehendak puad kerena berkehendak Ruh, berkehendak Ruh karena berkehendak Allah
5. Mendengar telinga karena mendengar Ruh, mendengar Ruh karena mendengar Allah
6. Melihat mata karena melihat Ruh, melihat Ruh karena melihat Allah
7. Berkata mulut karena berkata Ruh, berkata Ruh karena berkata Allah
+
Maka kita rumuskan pula tentang diri bathin itu sebagai berikut :
Adapun yang dimaksud dengan fana oleh ahli tasawuf ialah : lenyapnya perasaan hamba dari nafsu basyariah, yakni segala sifat-sifat ke-ia-an dan ke akuan dari kemanusiaan, sudah takluk pada tuhannya, maka jadilah ia baqa dengan Allah Ta'ala
Bilakah datangnya dan bila pula kembali-nya?, Jawaban-nya ialah : bahwa diri bathin itu datang kedunia ini adalah setelah ada-nya jasad, sesuai dengan firman Allah yang artinya: "kemudian Kami sempurnakan jasad itu, lalu ditiupkan roh kepadanya"
Darimana diri itu datang-nya dan kemana pula kembalinya, serta apa maksud datang kedunia ini?,
Jawabnya ialah : datang-nya dari Allah dan kembali-nya kepada Allah,
adapun maksud datang kedunia ini adalah dengan jasad sebagai alatnya dengan tujuan untuk mengenal akan diri-nya.
(TUAK ILAHI)

Postingan populer dari blog ini

KUNCI RAHASIA KUN FAYAKUN

MA'UL HAYAT (air kehidupan)

NAFAS LAM JALALAH