SHALAT LIMA WAKTU BERASAL DARI HURUF : (ALIF, LAM, HA, MIM, DAL)

¤ ALIF = Subuh = Syahadat = Allah = Niat = Alif Ha Mati
¤ LAM = Zuhur = Sembahyang = Api = Berdiri = Allah
¤ HA = Asar = Puasa = Angin = Rukuk = Muhammad
¤ MIM = Magrib = Zakat = Air = Sujud = Adam
¤ DAL = Isa = Haji = Tanah = Duduk = Hawa
.

HAKEKAT SEMBAHYANG :
Berdiri menyaksikan diri sendiri, kita bersaksi dengan diri kita sendiri, bahwa tiada yang nyata pada diri kita…
hanya diri bathin (Allah) dan diri zahir kita (Muhammad) adalah yang membawa dan menanggung rahasia Allah SWT.
Hal ini terkandung dalam surat Al-Fatehah yaitu :
ALHAMDULILLAH
(Alif, Lam, Ha, Mim, Dal)
Kalimat Alhamdu ini diterima ketika Rasulullah Isra' dan Mi'raj dan mengambil pengertian akan hakekat manusia pertama yang diciptakan Allah SWT.
Yaitu : Adam AS. Tatkala Roh (diri bathin) Adam AS. Sampai ketahap dada, Adam AS pun bersin dan berkata Alhamdulillah artinya :
Segala Puji bagi Allah Apa yang di puji…. Adalah : zat (Allah) , Sifat (Muhammad), Asma' (Adam) dan Af'al (Manusia):
Jadi sembahyang itu bukan sekali-kali berarti :
Menyembah, tapi suatu istiadat penyaksian diri sendiri dan sesungguh-nya tiada diri kita itu adalah diri Allah semata.
Kita menyaksikan bahwa diri kitalah yang membawa dan menanggung rahasia Allah SWT.
Dan tiada sesuatu pada diri kita hanya rahasia Allah semata serta.. tiada sesuatu yang kita punya :
kecuali Hak Allah semata. Sesuai dengan firman Allah :
INNA' ARADNAL AMANATA 'ALAS SAMAWATI WAL ARDI WAL JIBAL. FA ABAINA ANYAH MILNAHA WA'ASFAKNA MINHA WAHAMALAHAL INSANU.
Artinya :
"sesungguhnya kami telah menawarkan suatu amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung tapi mereka enggan menerimannya (memikulnya) karena merasa tidak akan sanggup, lantas hanya manusia yang sanggup menerimanya"
(Qs-Al'ahzab:72)
.
Dan karena firman Allah inilah kita mengucap :
"ASYAHADUALLA ILAAHA ILLALLAH WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASULULLAH"
Yang berarti :
Kita bersaksi dengan diri kita sendiri bahwa tiada yang nyata pada diri kita sendiri hanya Allah Semata dengan tubuh zahir kita sebagai tempat menanggung rahasia Allah dan akan menjaganya sampai dengan tanggal yang telah ditentukan. Manusia akan berguna disisi Allah jika ia dapat menjaga amanah Rahasia Allah dan berusaha mengenal dirinya sendiri.

Postingan populer dari blog ini

KUNCI RAHASIA KUN FAYAKUN

MA'UL HAYAT (air kehidupan)

NAFAS LAM JALALAH