MENGENAL RASUL

AJSAM = badan-Alam Ajsam ialah alam kebendaan ini.
AMTHAL = misalan misalan
ARIF = orang yang mempunyai makrifat ( pengenalan )
ARWAH = ruh-ruh ( plural for ruh )
ASYGHAL = ( singular = Syaghal )

Latihan Sufi, misalnya duduk dengan cara tertentu, tarik nafas dengan LA ILAHA dan diarahkan kepada Hati dengan ILLALLAH dan lain lain. Allah memudahkan kita untuk mengenali Sifat Asma dan Af'alNya karena Allah menghuraikannya didalam Al-Quran.
Allah juga berfirman bahwa cara termudah untuk mengenali-nya ialah dengan melihat dan mengenali RAHSIA-NYA yaitu DIRI KITA sendiri.
Nabi pula bersabda :
"SESIAPA YANG MENGENALI DIRINYA PASTI MENGENAL TUHANNYA".
Ini adalah karena Allah telah mengistiharkan bahwa makhluk yang paling sempurna yang telah dicipta-Nya ialah manusia itu sendiri.
Maksudnya kita sebagai manusia lebih sempurna daripada Malaikat apatah lagi Iblis yang berasal dari malikat itu.
Jadi kenapakah kita tidak mengakui akan kebenaran Kalam Allah dan kebenaran Sabda Nabi kita dan memilih untuk percaya pula kepada kata kata ulamak zaman ini yang mengatakan Ilmu Mengenal Diri itu sesat dan menyesatkan.
Tanpa mengkaji dan berfikir orang memilih untuk mengikut saja.
.
SOAL MENGENAL DIRI SENDIRI bukanlah soal yang mudah dan boleh dipermudahkan.
Apakah yang dikatakan sebagai DIRI itu ? Adakah ianya jasad kita atau nyawa kita atau kedua-duanya sekali atau DIRI itu perkara lain yang tiada kaitan dengan jasmani atau nyawa kita ?
ASAS ILMU HAKIKAT IALAH SIFAT DUA PULUH
Dalam kebingungan ini , disini dikatakan bahwa asas utama untuk mengenal apakah yang dikatakan DIRI itu ialah mendalami Sifat DUA PULUH Yang Wajib bagi Allah dan meneliti kaitan atau hubungan Sifat DUA PULUH ini dengan yang dikatakan DIRI kita itu.
Sifat DUA PULUH ialah Sifat-Sifat Allah yang wajib kita tahu dan faham. Sementara itu jangan pula kita beranggapan bahwa Sifat-Sifat Allah itu cuma ada dua puluh saja. Mahasuci Allah dari kekurangan itu sedangkan kita manusia diciptaNya melebihi dua puluh sifat.
Mengikut Ibnu Arabi tiap tiap satu objek adalah Sifat Sifat Allah. Yang demikian Sifat Sifat Allah itu tidak terkira banyaknya.
Orang orang yang mengkaji Sifat dua puluh dan berupaya mangaitkan Sifat Sifat itu dengan dirinya akan mudah Mengenal Allah dan RasulNya dan memahami apa yang dikatakan DIRInya itu. Seterusnya dia memahami akan Firman Allah melalui Hadith Qudsi yang manyatakan bahwa manusia itu adalah Rahsia Allah dan Allah sendirilah yang menjadi RahsiaNya.
.
MENGENAL RASUL
Disini dikatakan bahwa yang dikatakan DIRI SENDIRI itulah RASUL atau PENYAMPAI yang diamanahkan oleh Allah. Rasul ini wujud bersama kita setiap detik dan ketika selagi kita masih bernafas.
Dialah yang dikatakan RAHSIANYA DAN AMANAHNYA.
Tugas Rasul ialah menyampaikan amanah yaitu Hak Allah kepada yang diamanahkan kepada Rasul itu dan tugas yang menerima amanah pula ialah memulangkan amanah (yang dikatakan hak allah itu) kepada Yang Empunya Amanah yaitu Zat Wajibul Wujud itu sendiri. Mengenal Rasul adalah lebih mudah berbanding Mengenal Allah. Ini adalah kerana Rasul itu manusia. Perbezaan Rasul dengan manusia biasa ialah Rasul itu terpelihara sifatnya oleh Allah yaitu dijamin bersifat SIDDIQ/TABLIQ / AMANAH dan FATONAH. Namun begitu Rasul Zahir yang terakhir telah wafat.
Pada hakikatnya tiada saorang pun manusia yang ada didunia sekarang ini berupaya menggambarkan manusia yang bernama Muhammad bin Abdullah itu dengan tepat.
Yang demikian apa yang perlu kita kenal sekarang ini ialah RASUL DIRI KITA SENDIRI yang oleh Arif dirujuk sebagai Muhammad Mustaffa Rasul Allah. Rasul ini juga disebut sebgai RASUL BATIN dan disebut juga sebagai RUH atau NYAWA.
.
JALAN PULANG:
ATHAR = kesan
ASMA-i-ILAHI = nama nama Allah
ASMA-i-KIYANI = makhluk (yang dijadikan)
ASMA-i-THUBUTI = nama nama dengan yang dinamakan menunjukkan sifat sifat yang positif saperti berkuasa , mengetahui dan sebagainya
ASMA-i-SALABI = nama nama yang menunjukkan kekurangan sifat sifat saperti suci , kudus dan sebagainya.

.
Sementara itu adalah jelas kepada kita akan betapa pentingnya mempelajari Ilmu Usul bila kita sudah tahu serba sedikit siapa diri kita yang sabenarnya, dari mana kita datang, kenapa kita disini dan kemana pula kita salepas ini.
Ulama mengatakan bahwa satelah dimatikan kita akan kealam BARZAKH sementara menunggu kembali kenegeri asal kita yang disebut sebagai AKHIRAT.
.
JALAN DATANG DAN JALAN PULANG
Soalnya ialah bagaimana pula caranya kita boleh sampai semula ketempat asal kita yang disebut sebagai Akhirat itu dengan bukan sahaja selamat tetapi sempurna dan berkekalan ?
Ulama mengatakan bahawa cara yang dikatakan selamat, sempurna dan berkekalan itu ialah dengan IMAN Yang Haq yaitu dengan menunaikan PERINTAH ALLAH yang ditunjuk oleh RASULNYA yang berasaskan Rukun Iman dan Rukun Islam.
Perintah Allah untuk kita tunaikan sangatlah banyak. Al-Quran menceritakan tentang Perintah dan Larangan Allah, tentang dosa dan pahala. Juga tentang Nikmat Syurga dan Azab Neraka.
JANGAN SEKALI-KALI BERBURUK SANGKA DENGAN ALLAH.
Namun begitu janganlah hendaknya kita bersusah hati mengingatkan akan perintah perintah Allah yang telah kita tinggalkan, tentang larangan larangan Allah yeng telah kita langgar.
Allah telah menunjukkan jalan keluar yaitu BERTAUBAT dan MEMINTA AMPUN kepadaNya dan wajiblah kita percaya bahawa Allah itu mengampunkan segala dosa melainkan dosa mensyirikkan Allah. Janganlah sekali-kali kita berkata “ Entah diampun atau tidak dosa aku oleh Allah “ satelah kita minta ampun dan bertaubat. Ini dinamakan BURUK SANGKA terhadap Allah.
.
TAKUTILAH DOSA SYIRIK HOPPI

Yang perlu kita takut dan berjaga-jaga ialah berhubung dengan dosa yang Allah tidak akan ampunkan yaitu dosa menduakan Allah atau menyengutukan Allah. SYIRIK namanya.
SYIRIK itu bukan saja syirik menyembah bahala dirujuk sebagai syirik yang KASAR tetapi yang paling ditakuti ialah apa yang disebut sebagai SYIRIK YANG HALUS atau TERSEMBUNYI atau SYIRIK HOPPI. Ini termasuk menyengutukan Allah dengan diri kita sendiri.
Bagi orang yang beriman yaitu yang benar benar beriman kepada Ayat Ayat Al-Quran mereka merasa lega dan bersenang hati dengan membaca dan berfikir dan memahami Firman Allah didalam Surah As-Shad : 46 :
"Katakanlah Ya Muhammad bahwa engkau diperintah untuk mengingatkan manusia satu hal saja yaitu menghadap ALLAH dengan ikhlas berdua-dua atau sendiri sendiri. Suruhlah mereka fikirkan.
.
FAHAMILAH MAKSUD IKHLAS
Allah juga Berfirman :
"Orang orang yang Beriman itu tidak takut pada pengurangan pahala atau penambahan dosa".
Maksudnya ialah orang yang beramal ibadah kerana didorong oleh rasa takut berdosa atau oleh keinginan untuk mendapatkan pahala belum lagi benar benar beriman.
Ini adalah karena dia beramal dan beribadah dengan TIADA perasaan IKHLAS terhadap Allah. Lagipun Allah telah menyatakan melalui HADITH QUDSI yang dirujuk sebagai SUUL KHOTIMAH dan HUSNUL KHOTIMAH bahwa urusan memasukkan seseorang kedalam Syurga atau Neraka itu adalah Hak dan Ketentuan Allah, bukan ketentuan seseorang itu melalui amal ibadahnya apatah lagi jika amal ibadah itu tidak ikhlas. Sekiranya kita betul betul faham siapa kita, siapa Allah dengan erti mengenalNya, faham pula kita maksud HAUQALAH, Kalimah Tauhid, Kalimah Rasul, Rukun Iman dan Rukun Islam, tentulah kita akan menjadi orang orang yang benar benar beriman kerana kita tahu siapa diri kita yang menyembah dan kita juga tahu siapa Tuhan yang kita sembah.
Ini adalah karena kita tahu bahwa semua yang kita lakukan itu adalah AF’AL Allah dan bukannya perbuatan kita.
Ingatlah bahwa SYARIAT itu KULIT dan ianya lakuan Jasad manakala HAKIKAT itu ISI dan ianya adalah AMALAN BATIN atau Ruh atau Nyawa.
Adakah IKHLAS itu ditempatkan ditubuh kita ?
.
TAKRIF ORANG ORANG BERIMAN MENGIKUT AL-QURAN
Orang orang yang beriman itu ialah orang orang yang mendapat Petunjuk. Orang orang yang mendapat petunjuk ialah orang orang yang mendirikan Solat, menunaikan Zakat, Haji dan yakin pada hari Akhirat. Orang yang tidak melakukan kezaliman yang besar yaitu orang orang yang tidak menyengutukan Allah Orang yang mendapat kemenangan besar yaitu orang yang mentaati Allah dan RasulNya, bertakwa dan berkata benar.
Orang yang tidak pernah memikirkan tentang dosa dan pahala bila beribadah kepada Allah Orang yang gementar jiwanya bila disebut sahaja Nama Allah.
.
ZAT GHAIB DALAM SIFAT
AYNIYYAT = sama saperti ais dengan air
BAY-SHARA = orang orang Islam yang tidak berapa patuh kepada Syariat Islam
ZAT = Yang menunjukkan Sifat. Tidak dapat diperkatakan hakikatnya.

.
Ada orang menganggap serupa dengan Wujud tetapi Wujud dikira antara empat hypotesis Wahdat yakni Ilmu, Nur , Wujud dan Suhud manakala Zat mesti atas lagi daraipada hypotesis.
ZAT -i - ZAHIR = Zat -i - Batin terdiri dari Ahdiyyat , Wahdat dan Wahdiyyat dan Zat -i- Zahir terdiri dari Arwah , Amthal dan Ajsam.
ZAKIR = orang orang yang berzikir.
.
PROSES TAJALLI ZAT GHAIB DALAM SIFAT
^Terciptanya manusia oleh KUDRAT yakni Maha Berkuasa Allah atas IRADAT yakni Maha Berkehendak Allah. Terjadinya Iradat karena ILMUNYA yakni Maha Mengetahui Allah. Allah Maha Tahu karena HAYATNYA.
^Nyata Allah Maha Hidup karena Allah Maha Mendengar dan Maha Melihat yaitu Sifat SAMA' dan BASAR-NYA.
Untuk dinyatakan apa yang dilihat dikatakan dengan KALAM. Kata kata Allah Yang Haq ialah KUN. Atas perentah ZAT Kalam mengatakan . Hanya Sama' yang mendengar Basar belum lagi melihat.
Oleh karena Basar belum melihat, Zat memerentahkan Kalam menyatakan FAYAKUN yakni TERJADI, maka terjadilah manusia dan barulah Basar melihat manusia itu.
Untuk menyatakan KESEMPURNAAN SIFAT SIFAT KEMULIAAN itu maka Zat berfirman : Kaunuhu Ya Muhammad. Kaunuhu menyatakan Sifat Zat yang Maani itu. Menyatakan Sifat Maani atau keadaannya itu dikatakan SIFAT MAKNUYAH. Atau dengan lain lain perkataan Sifat Maani dinyatakan atau diterangkan oleh Sifat maknuyah. Ini dikatakan sebagai Sesifat dari Zat. Kalau sesifat dari Zat, maka tidaklah boleh dipisahkan lagi.
Itulah kebesaran Allah. Manusia (Adam) itu tanda Kebesaran yaitu ALLAH HU AKBAR.
Ternyata perkataan Allah Hu Akbar itu menunjukkan tujuh Sifat Maani yang agung yang digelar HAKIKAT MUHAMMAD.
.
Sheikh Abdul Kadir Jailani memanggilnya RUH AL-QUDSI atau TIFLUL MAANI. Itulah nyawa kita yang dipanggil SIRR yang bersifat RABBANIAH (Ketuhanan) Ia dari Allah dan sentiasa behubung dengan Allah.
Syeikh Abdul Kadir mengatakan bahawa Ruh Al-Qudsi itu sesifat JASAD tetapi ianya adalah NUR (Cahaya) yang tidak boleh kita lihat dengan mata kepala.
Jika Ruh Al-Qudsi itu sesifat Jasad dan ianya dirujuk oleh Allah sebagai RUHKU, maka fahamlah kita akan makna Hadith yang mengatakan bahawa Allah menciptakan ADAM mengikut rupaNya dan bahawa manusia itu adalah RAHASIA ALLAH dan Allahlah Rahasianya.
Jika Allah tidak dapat anda bayangkan, karena Allah itu belum pernah anda ketemui, maka anda bayangkanlah DIRI BATIN anda yang sesifat Jasad anda itu. Lihatlah cermin. Dialah yang menjadi Imam anda ketika anda sembahyang. Maka jadilah sembahyang anda seperti mana yang dikatakan oleh Arif-yang disembahlah yang menyembah dan yang menyembahlah yang disembah.
^KEBESARAN = KEMULIAAN KESEMPURNAAN = ALLAH NUR ALLAH = Muhammad Mustaffa Yang Gilang Gemilang
KEMULIAAN KESEMPURNAAN = KEBESARAN
ALLAH HU AKBAR JASAD SIFAT (RUH) = MANUSIA.

Postingan populer dari blog ini

KUNCI RAHASIA KUN FAYAKUN

MA'UL HAYAT (air kehidupan)

NAFAS LAM JALALAH