HAKIKAT HUBUNGAN MANUSIA DENGAN ALLAH

Jikalau kita perhatikan hubungan hakikat manusia dan hakikat Allah, ia suatu hubungan yang sangat erat dan amat mesra, seolah-olah dua nama bagi menunjukkan satu WUJUD.
Hubungan yang amat erat itu, umpama hubungan yang terjalin antara RUH dan JASAD, sangat erat dan tidak dapat dipisahkan.
Karena erat-nya hubungan itu, kewujudan Allah tidak akan diketahui tanpa WUJUD-NYA manusia, dan manusia tidak akan ada jikalau tidak WUJUD Allah.
Manusia adalah MAUJUD (yang menunjukkan) kepada yang WUJUD. Dengan itu kewujudan manusia adalah bagi menunjukkan kewujudan Allah, dan Allah menjadikan manusia untuk menunjukkan keadaan-nya dan Kekuasaan-nya.
Persoalan-nya mengapa Allah yang menjadi Tuhan dan Nur Muhammad (ruh) menjadi hamba, ini karena ia telah termaktub di dalam perjanjian yang telah dibuat antara Allah dan Nur Muhammad, yang mewakili sekelian ruh.
Perjanjian itu yang dibuat di ALAM RUH, ia adalah bersifat kekal dan tidak boleh ditukar-tukar lagi. Semasa di ALAM RUH, ruh telah berjanji dengan Allah, atau perjanjian antara NUR ALLAH dan NUR MUHAMMAD, atau perjanjian antara DZAT dengan SIFAT. Dalam perjanjian itu Nur Muhammad telah memperakui DZAT sebagai Tuhan dan Nur Muhammad sendiri sebagai hamba.
Perjanjian itu: "Bukankah Aku ini tuhanmu?…Ya,, kami menjadi saksi".
(QS Al A'raf:172)
Apabila Nur Muhammad memperakui DZAT adalah TUHAN-NYA, maka secara semula jadi RUH perlu mengingati (berzikir) kepada ALLAH.
Itulah sebabnya RUH diberi jasad supaya dapat menzahirkan diri Rahasia DZAT, diri yang sebenar-benar diri, Yaitu diri batin kepada manusia.
Penting-nya perjanjian itu adalah, tanpa perjanjian itu RUH tidak akan mempunyai JASAD dan DZAT Allah tidak akan WUJUD dalam ingatan (dzikir).
Oleh itu RUH perlu mengingat DZAT, yang ZAHIR memuji yang GHAIB (Batin).
Jikalau manusia tidak berzikir atau mengingati Allah, maka kewujudan Allah tidak akan nyata, Dzat akan hilang dalam keghaiban dengan begitu saja.
Allah berfirman:
"faudzkuruunii adzkurkum wausykuruu lii walaatakfuruuni"
Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.
(QS Al Baqarah 2:152)
Ya..Tujuan Allah memberikan jasad kepada RUH adalah untuk mengingatkan manusia tentang DZAT-NYA, Yaitu Tuhan semesta alam.
Dan untuk mengingatkan bahwa setiap yang WUJUD di dunia ini adalah berasal daripada DZAT Allah.
Tanpa ada-nya Diri Rahasia Allah (maka Ku tiupkan Ruh-Ku) pada manusia adalah mustahil manusia WUJUD seperti yang ada sekarang ini.
Kesimpulan-nya kita beribadah dan berzikir (mengingati Allah) adalah untuk mengingatkan diri kita sendiri (manusia) bahwa ruh kita ini sebenarnya berasal dari Dzat Allah, dan dengan itu perlu mengingati Dzat Allah, Yaitu Diri yang sebenar-benar Diri.
Tetapi, walaupun telah mencapai maqom Keesaan, hamba tetap hamba, karena Tuhan tidak suka kepada yang menyombongkan diri.

Postingan populer dari blog ini

KUNCI RAHASIA KUN FAYAKUN

MA'UL HAYAT (air kehidupan)

NAFAS LAM JALALAH