BUKTI HAKIKATNYA NABI DI DIRI MANUSIA
1.) Nabi ADAM KHALIFATULLAH,
adalah wakil Allah Ta'ala, wakil untuk menurunkan bibit semua manusia, asal-nya dari Adam dan Hawa adalah pasti, nyata-nya Adam yaitu di badan, sekujur tubuh dari atas kepala sampai telapak kaki itulah wujud nyata-nya Adam, Iradat-nya Yang Maha Agung, untuk menurunkan manusia, sebab tidak salah lagi, membuat manusia oleh manusia, membuat hewan pasti oleh hewan, itulah Allah Maha Kuasa, Iradat-nya Maha Agung, hanya satu kali membuat, tetapi cukup untuk semua.
2.) Nabi NUH HABIBULLAH,
hakikat-nya adalah PENDENGARAN
3.) Nabi IBRAHIM KHALILLULLAH, hakikat-nya adalah PENGLIHATAN
4.) Nabi MUSA KALAMULLAH,
hakikat-nya adalah PERKATAAN
Nabi ISA RUHULLAH,
hakikat-nya adalah PENCIUMAN
6.) Nabi MUHAMMAD RASULULLAH,
hakikat-nya adalah RASA pada wujud manusia, penghulu Rasul semua-nya, bukti-nya adalah mendengar, melihat, mencium dan melihat, semua-nya masuk ke dalam rasa biarpun wujud yang nanggung, tetap bisa berdiri dan bergerak. Rasa menjadi kuat karena ada yang menguatkan, nyatanya ada hidup yang meliputi rasa,
RASA meliputi lagi kepada WUJUD, WUJUD meliputi keinginan (NAFSU) yang empat rupa ;
1. Nafsu Amarah
2. Nafsu Sufiyah/Sawiyah
3. Nafsu Lawammah
4. Nafsu Muthmainah
Nabi Muhammad SAW sebelum diangkat menjadi Rasul telah berulang kali melakukan Muraqabah, Mujahadah, Muhasabah, Tahannust dan Khalwat, untuk mengasingkan diri dan mencari ketenangan jiwa, di utus ke muka bumi untuk menyempurnakan akhlak baathin manusia, membersihkan berhala yang ada di dada, yang pada waktu itu masyarakat jahiliyah sangat mengagungkan syair.
Proses Muraqabah, Mujahadah, Munasabah, Muhasabah, Tahannust dan Khalwat ini disebut THAREKAT-MA'RIFAT.
- THAREKAT adalah saat Baginda Muhammad SAW berjuang untuk menegakkan Agama Allah.
- MA'RIFAT adalah bertemu dan mencairnya kebenaran yang hakiki:
yang disimbolkan saat Baginda Nabi Muhammad SAW menerima wahyu dari Malaikat Jibril melalui Akal, wahyu tersirat (KALAM QODIM) di sampaikan oleh Malaikat Jibril :
" Iqro! Iqro! Iqro! ".
"IQRO KITAB BAQO KAFA BINAFSIKA AL'YAUMA ALAIKA HASBI " :
(Bacalah kitab yang kekal yang berada di dalam diri kalian sendiri, jagat Shagir dan jagat Khabir)
terjadi dialog di Qolbu.
Nabi Muhammad SAW = Lughowi dan Nabawi menjadi Qur'an.
Hakikat yaitu beliau mencoba untuk merenungkan berbagai perintah untuk IQRA, (bukan seperti Guru dan murid di kelas, dan jangan di kira-kira oleh hati dan pikir, sebuah sosok makhluk dengan sayap di punggung)
.
Makna sayap Malaikat Jibril alaihissalam ;
-separuh menutupi Bumi = RAHMAT
-separuh menutupi Akhirat = MAGHFIRAH
Umat yang pada waktu itu hidup pada jaman Nabi, hanya dengan ittiba kepada Nabi, menurut kepada apa yang di ajarkan Baginda Nabi, di jamin pasti selamat, tidak perlu menjalani Tharekat Ma'rifat seperti halnya Nabi yang shalat sampai mengakibatkan bengkak kakinya, melalui Syariat shalat ketika Isra Mi'raj inilah Baginda Nabi Muhammad SAW melakukan puncak pendakian tertinggi, hanya untuk menyelamatkan umat akhir jaman...
Ilmu ini tidak di tibankan kepada umat pada jaman waktu itu karena kurang perlunya, pada waktu itu yang masuk Islam begitu mudah, dengan melihat dan bertemu Baginda Nabi Muhammad SAW, serta hatinya percaya bahwa beliau utusannya Allah Ta'ala dan melakoni perintahnya, maka pada waktu itu semua manusia menjadi Islam (selamat)
Jadi sekarang juga haq-nya Islam adalah yang sudah ma'rifat (melihat) Baginda Nabi Muhammad SAW sambil dituruti perintahnya itulah Islam, hanya saja melihat itu bukan kepada syariat-nya (Majajinya) tapi kepada hakikat-nya yaitu Jauhar Awwal Rasulullah, cahaya pertama yang di buat oleh Maha Suci yaitu sifatnya Allah Ta'ala atau sifat Qudrat (Kuasa) Maha Kuasa yang membuat Ruh semuanya.
Ilmu Hadist, Ilmu Tauhid, Ilmu Fiqih, Ushul Fiqih, Nahwu Sorof dan ilmu lainnya yang sewaktu jaman Nabi tidak ada, dan sekarang ilmu itu menjadi ada, adalah karena berkat jasa para Ulama sejati hingga akhirnya umat Nabi di beri kemudahan dalam mempelajari Al-Qur'an dan Hadist.
.
Ulama terbagi Tiga :
1. ULAMA SU : Ulama jahat, mempunyai sifat Dajjal, merusak Islam dari dalam. (Ahlul Dhohir)
2. ULAMA PALSU : Ahlul Dhohir
"Menjual akhirat demi dunia"
3. ULAMA SEJATI : Ulama pewaris Ruh para Nabi (Ahlul Bathin)
"Menjual dunia demi akhirat"
Warisan Baginda Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi wassalam adalah :
WAKTU - FARDHU - ILMU
adalah wakil Allah Ta'ala, wakil untuk menurunkan bibit semua manusia, asal-nya dari Adam dan Hawa adalah pasti, nyata-nya Adam yaitu di badan, sekujur tubuh dari atas kepala sampai telapak kaki itulah wujud nyata-nya Adam, Iradat-nya Yang Maha Agung, untuk menurunkan manusia, sebab tidak salah lagi, membuat manusia oleh manusia, membuat hewan pasti oleh hewan, itulah Allah Maha Kuasa, Iradat-nya Maha Agung, hanya satu kali membuat, tetapi cukup untuk semua.
2.) Nabi NUH HABIBULLAH,
hakikat-nya adalah PENDENGARAN
3.) Nabi IBRAHIM KHALILLULLAH, hakikat-nya adalah PENGLIHATAN
4.) Nabi MUSA KALAMULLAH,
hakikat-nya adalah PERKATAAN
Nabi ISA RUHULLAH,
hakikat-nya adalah PENCIUMAN
6.) Nabi MUHAMMAD RASULULLAH,
hakikat-nya adalah RASA pada wujud manusia, penghulu Rasul semua-nya, bukti-nya adalah mendengar, melihat, mencium dan melihat, semua-nya masuk ke dalam rasa biarpun wujud yang nanggung, tetap bisa berdiri dan bergerak. Rasa menjadi kuat karena ada yang menguatkan, nyatanya ada hidup yang meliputi rasa,
RASA meliputi lagi kepada WUJUD, WUJUD meliputi keinginan (NAFSU) yang empat rupa ;
1. Nafsu Amarah
2. Nafsu Sufiyah/Sawiyah
3. Nafsu Lawammah
4. Nafsu Muthmainah
Nabi Muhammad SAW sebelum diangkat menjadi Rasul telah berulang kali melakukan Muraqabah, Mujahadah, Muhasabah, Tahannust dan Khalwat, untuk mengasingkan diri dan mencari ketenangan jiwa, di utus ke muka bumi untuk menyempurnakan akhlak baathin manusia, membersihkan berhala yang ada di dada, yang pada waktu itu masyarakat jahiliyah sangat mengagungkan syair.
Proses Muraqabah, Mujahadah, Munasabah, Muhasabah, Tahannust dan Khalwat ini disebut THAREKAT-MA'RIFAT.
- THAREKAT adalah saat Baginda Muhammad SAW berjuang untuk menegakkan Agama Allah.
- MA'RIFAT adalah bertemu dan mencairnya kebenaran yang hakiki:
yang disimbolkan saat Baginda Nabi Muhammad SAW menerima wahyu dari Malaikat Jibril melalui Akal, wahyu tersirat (KALAM QODIM) di sampaikan oleh Malaikat Jibril :
" Iqro! Iqro! Iqro! ".
"IQRO KITAB BAQO KAFA BINAFSIKA AL'YAUMA ALAIKA HASBI " :
(Bacalah kitab yang kekal yang berada di dalam diri kalian sendiri, jagat Shagir dan jagat Khabir)
terjadi dialog di Qolbu.
Nabi Muhammad SAW = Lughowi dan Nabawi menjadi Qur'an.
Hakikat yaitu beliau mencoba untuk merenungkan berbagai perintah untuk IQRA, (bukan seperti Guru dan murid di kelas, dan jangan di kira-kira oleh hati dan pikir, sebuah sosok makhluk dengan sayap di punggung)
.
Makna sayap Malaikat Jibril alaihissalam ;
-separuh menutupi Bumi = RAHMAT
-separuh menutupi Akhirat = MAGHFIRAH
Umat yang pada waktu itu hidup pada jaman Nabi, hanya dengan ittiba kepada Nabi, menurut kepada apa yang di ajarkan Baginda Nabi, di jamin pasti selamat, tidak perlu menjalani Tharekat Ma'rifat seperti halnya Nabi yang shalat sampai mengakibatkan bengkak kakinya, melalui Syariat shalat ketika Isra Mi'raj inilah Baginda Nabi Muhammad SAW melakukan puncak pendakian tertinggi, hanya untuk menyelamatkan umat akhir jaman...
Ilmu ini tidak di tibankan kepada umat pada jaman waktu itu karena kurang perlunya, pada waktu itu yang masuk Islam begitu mudah, dengan melihat dan bertemu Baginda Nabi Muhammad SAW, serta hatinya percaya bahwa beliau utusannya Allah Ta'ala dan melakoni perintahnya, maka pada waktu itu semua manusia menjadi Islam (selamat)
Jadi sekarang juga haq-nya Islam adalah yang sudah ma'rifat (melihat) Baginda Nabi Muhammad SAW sambil dituruti perintahnya itulah Islam, hanya saja melihat itu bukan kepada syariat-nya (Majajinya) tapi kepada hakikat-nya yaitu Jauhar Awwal Rasulullah, cahaya pertama yang di buat oleh Maha Suci yaitu sifatnya Allah Ta'ala atau sifat Qudrat (Kuasa) Maha Kuasa yang membuat Ruh semuanya.
Ilmu Hadist, Ilmu Tauhid, Ilmu Fiqih, Ushul Fiqih, Nahwu Sorof dan ilmu lainnya yang sewaktu jaman Nabi tidak ada, dan sekarang ilmu itu menjadi ada, adalah karena berkat jasa para Ulama sejati hingga akhirnya umat Nabi di beri kemudahan dalam mempelajari Al-Qur'an dan Hadist.
.
Ulama terbagi Tiga :
1. ULAMA SU : Ulama jahat, mempunyai sifat Dajjal, merusak Islam dari dalam. (Ahlul Dhohir)
2. ULAMA PALSU : Ahlul Dhohir
"Menjual akhirat demi dunia"
3. ULAMA SEJATI : Ulama pewaris Ruh para Nabi (Ahlul Bathin)
"Menjual dunia demi akhirat"
Warisan Baginda Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi wassalam adalah :
WAKTU - FARDHU - ILMU